BILANGAN 20
Teksnya
Miryam mati dan dikuburkan di Kadesh dalam satu baris singkat, lalu air habis dan umat berkumpul menentang Musa. Tuhan menyuruh Musa mengambil tongkat dan berkata kepada bukit batu; Musa memukulnya dua kali sambil membentak, "Dengarkanlah aku, hai pemberontak." Air memancar, semua orang minum, tetapi Musa dan Harun kehilangan tanah perjanjian. Pasal ini ditutup dengan penolakan Edom untuk memberi jalan dan kematian Harun di Gunung Hor, di mana pakaian imamnya dipindahkan ke tubuh anaknya.
Intinya
Alasan hukuman itu diucapkan Tuhan sendiri: "Oleh karena kamu tidak mempercayai Aku, dan tidak menjaga kekudusan-Ku di mata orang Israel." Perhatikan urutannya: kegagalan Musa bukan soal teknik, melainkan soal representasi. Ia berdiri di antara Allah dan umat, dan cara ia bertindak menggambarkan siapa Allah itu. Ketika ia memukul dengan marah dan berkata "kami", ia melukis Allah sebagai yang harus dipaksa, bukan yang memberi karena kasih. Yang mengejutkan: air tetap keluar. Kemurahan Allah tidak disandera oleh kegagalan hamba-Nya, tetapi hamba itu tetap dihakimi. Dan ayat 13 menutup dengan kalimat yang nyaris ironis: justru di tempat pertengkaran itu, "Dia dikuduskan di antara mereka."
Benang Merah
Paulus, dalam 1 Korintus 10, menyebut bukit batu yang mengikuti Israel itu Kristus. Bukan alegori yang kita paksakan; Paulus sendiri yang menariknya. Dan justru karena itu, pukulan kedua Musa menjadi masalah teologis, bukan hanya pelanggaran disiplin: batu itu sudah dipukul sekali di Horeb, dan air sudah mengalir. Yang dituntut sekarang hanyalah perkataan, iman yang berbicara. Musa merusak gambar tentang penebusan yang cukup sekali untuk selamanya. Lalu ada Harun, yang pakaian imamnya harus ditanggalkan dan dipakaikan kepada Eleazar, karena imam-imam mati dan harus terus digantikan. Surat Ibrani membaca rangkaian jabatan yang tak pernah selesai itu sebagai kerinduan akan satu Imam yang tidak perlu diganti.
Cermin
Musa baru saja menguburkan kakaknya. Belum kering tanah kubur itu, umat sudah berteriak tentang air. Banyak dari kita mengenal urutan itu: dukacita yang tidak diberi waktu, lalu tuntutan yang datang seperti tidak tahu diri. Rapat yang harus dipimpin dua hari setelah pemakaman. Anak-anak yang tetap butuh makan. Dan di titik itu lahirlah kalimat yang membuat Musa jatuh, bukan kalimat bohong melainkan kalimat benar yang diucapkan dengan penghinaan: "hai pemberontak." Mereka memang memberontak. Musa tetap salah. Menjadi benar tentang orang lain dan salah di hadapan Allah adalah kemungkinan yang nyata bagi setiap pemimpin, orang tua, guru. Hari ini: sebutkan dengan suara keras nama orang yang terakhir kali membuat Anda berkata dalam hati "dasar pembangkang", lalu doakan satu berkat konkret untuk orang itu.
Detail
Bacalah lagi kalimat Musa: "Haruskah kami mengeluarkan air dari bukit batu ini?" Kata "kami" itu kecil dan mematikan. Tuhan berkata: begitulah caramu mengeluarkan air bagi mereka, dengan berbicara di depan mata mereka, sehingga jelas siapa sumbernya. Musa mengambil kalimat itu, membuang Allah dari dalamnya, dan menempatkan dirinya serta Harun sebagai penyedia yang enggan. Lalu ia memukul dua kali. Pukulan kedua adalah tanda bahwa yang pertama tidak lahir dari iman; ia memukul lagi seolah harus memaksa. Empat puluh tahun kesetiaan tidak diruntuhkan oleh dosa besar yang dramatis, melainkan oleh satu kata ganti orang dan satu ayunan tangan yang berlebih.
Pertanyaan
Apakah hukuman ini sepadan? Seorang pria yang menanggung umat yang keras kepala selama empat puluh tahun, yang berulang kali menawarkan dirinya sebagai ganti mereka, kehilangan satu-satunya hal yang ia inginkan karena satu ledakan amarah. Teks tidak menawarkan penghalusan. Yang diberikan hanyalah ini: semakin dekat seseorang berdiri pada Nama Allah, semakin besar dampak dari cara ia menampilkan Nama itu. Musa bukan orang biasa yang kesal; ia adalah wajah Allah bagi umat itu, dan ia mencoreng wajah itu di depan mata mereka. Tetap terasa keras. Mungkin memang harus terasa keras, supaya kita tidak pernah lagi berpikir bahwa pelayanan panjang memberi kita kredit untuk sesekali bersikap kasar dalam nama Tuhan.
Intertekstualitas
Empat puluh tahun sebelumnya, di Keluaran 17, Israel juga bertengkar soal air dan Tuhan justru memerintahkan Musa memukul batu. Musa mungkin mengulangi apa yang dulu berhasil; itulah bahaya pengalaman rohani yang dijadikan resep. Allah tidak berubah, tetapi perintah-Nya kali ini berbeda, dan ketaatan berarti mendengar hari ini, bukan mengutip kemarin. Mazmur 106 menambah nuansa: di sana dikatakan bahwa Musa berbicara gegabah karena umat membuat pahit hatinya, jadi Kitab Suci sendiri membagi tanggung jawab tanpa menghapus tanggung jawab Musa. Lalu ada Edom. Penolakan saudara Esau untuk memberi jalan tidak dilupakan; nabi Obaja dan Amos masih mengingatnya berabad-abad kemudian, dan Ulangan 2 melarang Israel memerangi mereka justru karena mereka saudara. Israel "membelok darinya", berjalan memutar, menahan diri terhadap saudara yang bermusuhan. Di sini pun tersimpan pola yang akan kita jumpai lagi: umat Allah dipanggil berputar jauh daripada merebut jalan dengan pedang.
Refleksi
Di bagian hidup mana Anda sedang mengulangi apa yang dulu "berhasil", padahal Tuhan mungkin sedang meminta sesuatu yang lain hari ini?
Ketika Anda berbicara tentang orang-orang yang Anda layani, gambar Allah macam apa yang tanpa sadar Anda perlihatkan kepada mereka?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Numbers 20
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti BILANGAN 20?
Tentang apakah BILANGAN 20?
Apa konteks historis dari BILANGAN 20?
Apa yang BILANGAN 20 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana BILANGAN 20 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Numbers 20
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tuhan, ada saat-saat sumurku terasa kering dan aku ikut bersungut, mencari siapa yang bisa kusalahkan. Ajar aku membawa hausku kepada-Mu lebih dulu, sebelum kepada orang lain. Engkau tahu apa yang kubutuhkan, dan Engkau tidak pernah meninggalkan umat-Mu di padang gurun.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
