ROMA 8:38
Teks
Paulus tidak sedang menghibur diri dengan harapan yang samar; ia menyatakan sebuah keyakinan yang sudah ditimbang. "Aku yakin," katanya, lalu ia mulai menyusun daftar: kematian dan kehidupan, malaikat-malaikat dan pemerintah-pemerintah, apa yang ada sekarang dan apa yang masih akan datang, juga segala bentuk kekuasaan. Semuanya ditolak satu per satu, bukan karena kekuatan-kekuatan itu tidak nyata, melainkan karena tidak satu pun dari antaranya sanggup melakukan hal yang paling ditakuti manusia: memutuskan hubungan antara orang percaya dan kasih Allah. Ayat ini adalah setengah dari satu kalimat panjang; tuntasnya baru muncul di ayat berikutnya, di mana semuanya bermuara pada "kasih Allah, dalam Yesus Kristus, Tuhan kita."
Inti
Perhatikan apa yang tidak dikatakan Paulus. Ia tidak berkata bahwa kematian tidak akan menyentuh kita, bahwa penguasa tidak akan menindas, bahwa masa depan tidak menyimpan hal yang menakutkan. Ia berkata bahwa semua itu tidak berkuasa memisahkan. Di sinilah anugerah menunjukkan wataknya yang sesungguhnya: ikatan antara Allah dan umat-Nya tidak ditopang oleh mutu iman kita, melainkan oleh keputusan Allah sendiri yang sudah dieksekusi di salib. Itulah sebabnya daftar ini bisa disusun dengan begitu berani, sebab dua ayat sebelumnya sudah menutup pengadilan: "Allahlah yang membenarkan." Kalau Hakim tertinggi telah memihak, tidak ada instansi banding di seluruh kosmos. Keselamatan di sini bukan perasaan aman, melainkan status hukum yang tidak dapat digugat, dan kasih yang mengikat perjanjian itu bersifat sepihak dalam asalnya, kekal dalam daya tahannya.
Benang Merah
Daftar Paulus bukan kumpulan kata acak; ia sedang menyapu seluruh peta realitas. Kematian dan kehidupan mencakup segenap rentang keberadaan manusia. Malaikat dan pemerintah menunjuk pada dunia kekuatan yang tak terlihat, yang oleh orang kuno diyakini mengatur nasib. Yang sekarang dan yang akan datang meliputi waktu itu sendiri. Dengan kata lain: langit, bumi, dan sejarah, persis wilayah yang dibuka Kejadian 1 sebagai ciptaan Allah. Dan di sinilah benang merah itu tampak. Segala sesuatu yang diciptakan tetaplah ciptaan, dan ciptaan tidak pernah lebih kuat daripada Penciptanya. Kasih perjanjian yang di Perjanjian Lama berkali-kali diuji oleh pembuangan, pedang, dan ketidaksetiaan umat, kini terikat pada satu nama. Bukan pada Sinai, bukan pada Bait Allah, melainkan pada Dia yang telah mati, dibangkitkan, dan duduk di sebelah kanan Allah.
Cermin
Ketakutan kita jarang berbentuk abstrak. Ia berbentuk hasil laboratorium yang belum dibuka, surat pemutusan kerja, anak yang menjauh dari iman, tubuh yang tidak lagi bisa diandalkan seperti sepuluh tahun lalu, atau situasi politik yang membuat Anda bertanya-tanya apa jadinya gereja sepuluh tahun lagi. Paulus tidak menghapus satu pun dari daftar itu. Ia hanya mencabut kuasanya untuk melakukan hal yang paling fatal. Di titik ini teks menelanjangi sebuah kebanggaan halus: diam-diam kita sering mengira bahwa hubungan kita dengan Allah bergantung pada kondisi kita, pada rajin tidaknya doa pagi, pada mantap tidaknya perasaan kita minggu ini. Tulislah hari ini, di secarik kertas, tiga hal yang paling Anda takuti; lalu bacalah ayat 38 dan 39 dengan suara keras, sisipkan ketiga hal itu ke dalam daftar Paulus.
Profil
Jemaat di Roma membaca surat ini di kota tempat "pemerintah" dan "kekuasaan" bukan istilah teologis, melainkan orang-orang dengan pedang di pinggang. Sebagian dari mereka adalah orang Yahudi yang baru pulang setelah diusir dari kota, sebagian budak, sebagian pedagang kecil. Mereka hidup di dunia yang percaya bahwa bintang dan kuasa langit menentukan nasib manusia, dan bahwa kaisar adalah puncak rantai kekuasaan itu. Kata "aku yakin" yang dipakai Paulus berbentuk perfek dalam bahasa Yunani: aku telah diyakinkan dan tetap berada dalam keyakinan itu. Bukan tekad yang dipaksakan, melainkan keputusan yang sudah terjadi pada dirinya dan masih berlaku. Bagi pendengar yang setiap hari mendengar berita penangkapan, kalimat itu terdengar seperti daftar musuh yang sudah dilucuti satu per satu.
Pertanyaan
Kalau tidak ada yang dapat memisahkan, bagaimana dengan mereka yang pergi sendiri? Setiap gemblengan gereja mengenal nama-nama itu: teman yang dulu memimpin pujian, kini tidak mau lagi mendengar nama Yesus. Teks tidak menyebut "aku" dalam daftarnya, dan godaan kita adalah menutup celah itu dengan cepat. Namun perhatikan ayat 39: "apa pun dari semua ciptaan". Saya pun ciptaan. Kerapuhan saya termasuk di dalamnya. Meski begitu, Paulus di pasal yang sama menulis dengan tajam, "jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati". Kedua kalimat itu berdiri berdampingan tanpa dijahit menjadi satu sistem yang rapi. Yang tersisa bukan rumus, melainkan seruan: berpeganglah, justru karena Dia lebih dulu berpegang.
Gema Nas Lain
Paulus baru saja mengutip Mazmur 44 di ayat 36: "Demi Engkau, kami sedang dibunuh sepanjang hari; kami dianggap sebagai domba-domba untuk disembelih." Itu penting, sebab Mazmur 44 adalah keluhan umat yang merasa ditinggalkan Allah padahal mereka setia. Paulus tidak membantah keluhan itu; ia membiarkannya berdiri, lalu menempatkannya di bawah salib. Gema kedua terdengar dari Yohanes 10, di mana Yesus berkata bahwa tidak seorang pun sanggup merebut domba-domba-Nya dari tangan-Nya. Dua suara ini saling melengkapi: yang satu jujur tentang penderitaan yang nyata, yang lain tegas tentang genggaman yang tidak lepas. Iman yang sehat membutuhkan keduanya, bukan hanya yang kedua.
Refleksi
Kuasa mana dalam hidup Anda saat ini yang diam-diam Anda anggap lebih besar daripada kasih Allah, dan apa yang terjadi bila nama kuasa itu Anda letakkan ke dalam daftar Paulus?
Apa bedanya bagi cara Anda menjalani minggu ini, bila keyakinan Anda bukan "saya akan bertahan" melainkan "Dia tidak melepaskan"?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Romans 8:38
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti ROMA 8:38?
Tentang apakah ROMA 8:38?
Apa konteks historis dari ROMA 8:38?
Apa yang ROMA 8:38 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana ROMA 8:38 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Romans 8
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Bapa, sulit kupercaya bahwa Engkau lebih dulu memilihku, memanggilku, dan menyatakan aku benar di hadapan-Mu. Aku sering merasa tak layak, tapi Engkau tidak pernah setengah hati menyelesaikan apa yang Kau mulai dalam hidupku. Tolong aku hidup dari kepastian itu hari ini.
Terima kasih, Tuhan, karena dalam pengharapan inilah kami diselamatkan. Aku bersyukur untuk hari-hari ketika jawaban-Mu belum terlihat, namun hatiku tetap Kaujaga untuk menanti. Engkau memberiku kekuatan berpegang pada yang belum kulihat.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi