1 YOHANES 5
Teks
Bayangkan seorang tua mendiktekan kalimat terakhirnya, dan yang keluar bukan berkat yang manis melainkan peringatan tajam: "Anak-anakku, jauhkanlah dirimu dari berhala-berhala." Sebelum itu ia sudah menumpuk kepastian: siapa yang percaya Yesus adalah Kristus lahir dari Allah, dan iman itulah yang mengalahkan dunia; Allah sendiri bersaksi tentang Anak-Nya melalui Roh, air, dan darah; siapa yang memiliki Sang Anak memiliki hidup. Lalu ia berbicara tentang doa yang didengar, tentang saudara yang berdosa dan perlu didoakan, tentang dunia yang berada dalam kuasa si Jahat sementara kita ada di dalam Dia yang benar. Tiga kali ia mengulang "kita tahu", seperti orang yang memasang pasak ke tanah keras sebelum badai datang.
Intinya
Ada satu kalimat yang membuka seluruh pasal ini: "Aku telah menuliskan hal-hal ini kepada kamu yang percaya dalam nama Anak Allah supaya kamu tahu bahwa kamu mempunyai hidup yang kekal." Yohanes tidak menulis supaya orang mendapat hidup kekal; ia menulis supaya orang yang sudah memilikinya berhenti gemetar. Dan perhatikan bagaimana hidup itu didefinisikan: bukan sebagai zat, bukan sebagai jaminan hukum, melainkan sebagai Pribadi. "Setiap orang yang memiliki Sang Anak memiliki hidup." Karena itu kemenangan atas dunia bukan prestasi moral, tetapi iman. Dan karena itu juga perintah-perintah Allah "tidaklah berat", bukan sebab isinya ringan, melainkan sebab yang menjalankannya sudah lahir dari Allah. Beban yang sama terasa lain di punggung orang yang hidup.
Benang Merah
"Dia inilah yang datang dengan air dan darah." Air menunjuk pada pembaptisan Yesus, darah pada kematian-Nya. Yohanes menegaskan "bukan hanya dengan air", sebab ada guru-guru yang senang dengan Yesus yang diurapi Roh di sungai tetapi malu dengan Yesus yang berdarah di kayu. Di titik itu seluruh Perjanjian Lama ikut bicara: tidak ada perjanjian tanpa darah, tidak ada penebusan tanpa korban. Israel dibasuh dan Israel dipercik; keduanya, selalu keduanya. Dan penutup surat ini, peringatan tentang berhala, adalah gema panjang dari Sinai sampai pembuangan. Sejarah umat Allah adalah sejarah hati yang gampang berpindah. Yang baru hanyalah ini: Anak Allah "telah memberikan pengertian kepada kita", sehingga mengenal Allah bukan lagi tebak-tebakan.
Cermin
Kepastian itu barang mahal. Anda bisa memimpin kelompok kecil bertahun-tahun dan tetap terbangun jam tiga pagi menghitung ulang apakah iman Anda cukup sungguh. Yohanes tidak menyuruh Anda mengukur perasaan; ia mengarahkan Anda ke kesaksian di luar diri Anda, yaitu apa yang Allah katakan tentang Anak-Nya. Menolak kesaksian itu, kata ayat 10, sama dengan menyebut Allah penipu; dan menolaknya sering terjadi bukan dengan ateisme, melainkan dengan diam-diam mempercayai bahwa penilaian saya atas diri saya lebih akurat daripada penilaian Allah. Lalu ada ayat 16, yang mengejutkan: ketika Anda melihat saudara jatuh, tugas pertama Anda bukan mengomentari, tetapi meminta hidup untuknya. Hari ini: tulis satu nama saudara yang sedang jatuh, dan ucapkan dengan suara terdengar, "Allah, berikan hidup kepada dia."
Konteks
Kita berada di ujung abad pertama, kemungkinan besar di sekitar Efesus: kota pelabuhan, kuil Artemis, perkumpulan dagang yang setiap jamuannya dibuka dengan persembahan kepada dewa. Menjauhi berhala di sana bukan urusan rohani yang abstrak; itu bisa berarti kehilangan pelanggan. Di dalam jemaat sendiri baru terjadi perpecahan. Sekelompok orang keluar dengan membawa ajaran yang terdengar lebih maju: Kristus yang rohani tidak mungkin benar-benar berdarah dan mati. Mereka pergi dengan percaya diri, dan yang tinggal merasa kecil, seperti orang yang ketinggalan zaman. Kepada mereka yang tinggal itulah surat ini ditulis, oleh seorang tua yang menyebut mereka "anak-anakku" dan berkata: kalian yang tampak kalah, kalianlah yang mengalahkan dunia.
Teks-teks yang Bergema
Ayat 7 dan 8 memakai bahasa pengadilan. Hukum Musa menuntut dua atau tiga saksi sebelum sebuah perkara bisa diputuskan (Ulangan 19:15). Yohanes seolah membawa Yesus ke ruang sidang dan memanggil tiga saksi: Roh, air, darah. Perkara ini sah menurut hukum; yang menolak bukan lagi bersikap hati-hati, melainkan menentang bukti. Dan "air dan darah" bukan istilah teologis yang dipinjam dari udara. Dalam Injilnya sendiri Yohanes mencatat bahwa ketika lambung Yesus ditikam, "keluarlah darah dan air". Ia berdiri di sana. Puluhan tahun kemudian ia masih memakai kata-kata itu, sebab ia tahu apa yang dilihatnya bukan simbol yang bisa dirohanikan sesuka hati.
Pertanyaan
Lalu ayat 16 dan 18 saling menabrak. Ada dosa yang "mengarahkan ke kematian", yang untuknya Yohanes tidak menyuruh berdoa, dan ada pernyataan bahwa orang yang lahir dari Allah "tidak berbuat dosa". Tetapi ayat 16 justru mengandaikan saudara yang berdosa. Yohanes tidak menjelaskan. Kemungkinan besar ia memikirkan mereka yang baru saja keluar: bukan orang yang tergelincir, melainkan orang yang secara sadar menolak kesaksian Allah tentang Anak-Nya dan menyebut Allah penipu. Dan ayat 18 berbicara tentang arah hidup, bukan tentang kesempurnaan harian. Namun saya tidak mau menghaluskan ini terlalu cepat. Teks ini membiarkan kemungkinan pengerasan hati tetap berdiri, dan itu seharusnya membuat kita gemetar. Hanya saja perhatikan: orang yang gemetar tentang hal ini justru menunjukkan bahwa hatinya belum keras.
Refleksi
Di mana Anda mencari kepastian iman Anda: pada apa yang Allah saksikan tentang Anak-Nya, atau pada kualitas perasaan Anda hari ini?
Berhala apa yang bagi Anda bukan patung, tetapi hal yang tanpa sadar Anda anggap sebagai sumber hidup?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 1 John 5
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 1 YOHANES 5?
Tentang apakah 1 YOHANES 5?
Apa konteks historis dari 1 YOHANES 5?
Apa yang 1 YOHANES 5 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 1 YOHANES 5 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 1 John 5
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Ada tiga yang memberi kesaksian: Roh, air, dan darah, dan ketiganya adalah satu." Air mengingatkan pada baptisan Yesus, darah pada salib-Nya, dan Roh yang terus berbisik di hatimu bahwa itu semua sungguh untukmu. Saat imanmu goyah, bukan perasaanmu yang jadi bukti. Tiga saksi ini sudah lebih dulu bersaksi, dan mereka tidak pernah berselisih.
Sebab, ada tiga yang memberi kesaksian." Yohanes tidak menyuruhmu mencari perasaan hebat sebagai bukti bahwa kamu milik Kristus. Ia menunjuk keluar dirimu: Roh, air, dan darah. Salib itu nyata, baptisan itu nyata, Roh itu bekerja. Saat hatimu ragu malam ini, saksi-saksi itu tetap berdiri, bahkan ketika rasamu diam.
Yohanes menutup suratnya dengan berulang kali berkata "kita tahu", bukan "kita berharap". "Anak Allah telah datang dan telah memberi kita pengertian supaya kita mengenal Dia yang benar." Kemampuanmu mengenal Allah bukan hasil kepintaranmu, itu pemberian. Dan langsung sesudahnya Yohanes berkata: jauhkan dirimu dari berhala. Sebab hati yang tidak dituntun selalu punya kandidat allah yang lain.
Bapa, aku sering berdoa sambil bertanya-tanya apakah Engkau benar mendengar. Tapi Engkau berkata Engkau mendengarkan. Tolong aku memercayai itu, bahkan saat jawabannya belum terlihat. Aku menyerahkan permintaanku ke tangan-Mu dan menunggu dengan tenang.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
