EFESUS 5:16
Teks
Sesudah menyuruh jemaat memandang langkah kaki mereka sendiri dengan teliti, "perhatikan dengan saksama bagaimana kamu hidup," Paulus menambahkan alasannya dalam satu kalimat pendek yang mengubah suasana seluruh perikop: "Pergunakanlah waktu yang ada dengan sebaik-baiknya karena hari-hari ini adalah jahat." Intinya sederhana dan tajam sekaligus: belilah setiap kesempatan yang lewat, rebut waktu itu dari tangan zaman, sebab zaman tempat kamu berjalan bukan zaman yang netral atau ramah. Ayat ini bukan nasihat produktivitas. Ia berdiri di antara peringatan terhadap kebebalan (ayat 15) dan panggilan untuk mengerti kehendak Tuhan (ayat 17), sehingga waktu di sini adalah medan tempat kebijaksanaan atau kebodohan rohani menjadi kelihatan.
Inti
Yang mengejutkan bukan perintahnya, melainkan alasannya. Paulus tidak berkata: pakailah waktumu baik-baik karena hidup itu indah, atau karena waktu itu berharga. Ia berkata: karena hari-hari ini jahat. Di sini bertemu tiga tema besar. Pertama, penciptaan: waktu adalah pemberian Allah, bukan milik kita, sehingga "memanfaatkan" berarti mengembalikan sesuatu yang dititipkan. Kedua, kejatuhan dan murka: zaman ini sudah terluka, dan ayat 6 baru saja menyebut "murka Allah atas anak-anak durhaka" sebagai kenyataan yang sedang berlangsung. Ketiga, keselamatan: mereka yang dahulu adalah kegelapan kini adalah terang (ayat 8), namun mereka masih berjalan di dalam malam. Karena itu hidup Kristen selalu punya bentuk perebutan. Setiap jam yang dipakai untuk kebaikan, keadilan, dan kebenaran adalah sepotong wilayah yang direbut kembali bagi Kerajaan Kristus.
Benang Merah
Alkitab tidak pernah memandang waktu sebagai wadah kosong. Sejak hari pertama penciptaan, waktu diberi irama oleh firman: petang dan pagi, enam hari kerja dan satu hari perhentian. Lalu datang Sabat, tahun-tahun raya, dan janji para nabi tentang "hari Tuhan" yang akan menutup sejarah. Seluruh garis itu bermuara pada satu titik: ketika genap waktunya, Allah mengutus Anak-Nya. Paulus sendiri baru saja mengutip nubuat Yesaya tentang terang yang terbit, lalu menerapkannya pada Kristus: "Kristus akan bersinar atasmu" (ayat 14). Artinya, jam sudah berputar. Kita hidup sesudah fajar itu terbit, tetapi sebelum siangnya penuh. Di celah itulah waktu menjadi barang rebutan, dan setiap hari yang kita terima adalah kesabaran Allah yang menunda penghakiman demi keselamatan.
Cermin
Kita jarang kehilangan waktu dalam bongkahan besar. Ia menetes: sepuluh menit menggulir layar sambil menunggu rapat, satu jam menonton yang keempat, percakapan yang selalu ditunda karena "belum sempat". Ayat ini membongkar keyakinan diam-diam bahwa waktu itu netral, bahwa hari-hari akan menunggu kita sampai kita siap. Tidak. Hari-hari ini jahat, artinya zaman ini punya arus sendiri, dan siapa yang tidak mendayung akan hanyut. Yang paling menyakitkan: anak yang tumbuh, orang tua yang menua, istri atau suami yang lama tidak benar-benar disapa. Semua itu bukan urusan manajemen waktu, melainkan urusan kasih yang tertunda. Ambil kalendermu hari ini, pilih satu blok waktu minggu ini yang kamu tahu akan terbuang, dan tulis di sana nama satu orang yang akan kamu temui atau telepon.
Pertanyaan
Kalau setiap jam harus direbut, kapan kita boleh beristirahat tanpa merasa bersalah? Ayat ini bisa dengan mudah dipelintir menjadi cambuk bagi orang yang sudah terlalu lelah. Paulus tidak memberi rumus. Ia juga tidak berkata bahwa setiap menit harus produktif; beberapa baris kemudian ia justru menyuruh jemaat bernyanyi dan mengucap syukur, dua hal yang tidak menghasilkan apa-apa yang bisa dihitung. Tetapi pertanyaan yang lebih dalam tetap menganga: mengapa Allah membiarkan hari-hari ini tetap jahat, padahal Ia sanggup mengakhirinya? Jawaban yang menghibur murahan tidak tersedia. Yang tersisa hanyalah kenyataan bahwa penundaan itu sendiri adalah ruang anugerah, ruang tempat orang seperti kita sempat dipindahkan dari kegelapan menjadi terang.
Detail
Kata yang dipakai Paulus, exagorazō, berasal dari pasar: membeli sesuatu sampai habis, menebus barang dari tangan penjual. Bentuknya menunjukkan pembelian untuk diri sendiri, seperti orang yang melihat kesempatan langka dan langsung menyambarnya sebelum orang lain mendahului. Jadi "pergunakanlah waktu yang ada dengan sebaik-baiknya" sebenarnya berbunyi lebih tajam: tebuslah kesempatan itu, bayar harganya. Dan setiap pembelian selalu ada harganya. Merebut satu jam untuk mengunjungi orang sakit berarti melepaskan sesuatu yang lain. Kata ini juga mengingatkan bahwa kita sendiri pernah ditebus, dibeli lepas dari kuasa kegelapan. Orang yang hidupnya sudah dibeli dengan darah Kristus kini diminta membeli kembali waktunya bagi Dia. Ekonomi anugerah selalu bekerja dua arah.
Gema Kitab Suci
Kalimat yang hampir sama muncul dalam surat kepada jemaat di Kolose, tetapi di sana Paulus mengaitkannya dengan cara jemaat bergaul dengan orang luar. Waktu yang ditebus bukan hanya soal disiplin pribadi; ia punya arah ke luar, ke arah mereka yang belum mengenal terang itu. Gema yang lain terdengar dari Mazmur 90, doa Musa yang meminta agar Allah mengajar umat-Nya menghitung hari-hari mereka supaya beroleh hati yang bijaksana. Perhatikan bahwa hasil dari menghitung hari bukanlah kepanikan, melainkan kebijaksanaan, persis kata yang Paulus pakai di ayat 15: "jadilah bijak." Kesadaran akan waktu yang terbatas tidak dimaksudkan membuat kita tergesa-gesa, tetapi membuat kita waras.
Refleksi
Jika kamu menghitung jam-jam minggu lalu dengan jujur, ke mana sebenarnya waktu itu pergi, dan apa yang hal itu ungkapkan tentang apa yang kamu anggap paling berharga?
Di mana kamu diam-diam berasumsi bahwa hari-hari ini netral dan akan menunggu sampai kamu siap, padahal Paulus menyebutnya jahat?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Ephesians 5:16
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti EFESUS 5:16?
Tentang apakah EFESUS 5:16?
Apa konteks historis dari EFESUS 5:16?
Apa yang EFESUS 5:16 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana EFESUS 5:16 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Ephesians 5
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Akan tetapi, segala sesuatu yang disingkapkan oleh terang menjadi kelihatan." Yang kamu sembunyikan tidak hilang, hanya bekerja dalam gelap. Terang bukan datang untuk mempermalukanmu, tetapi untuk mengakhiri kuasa rahasia itu atas hidupmu. Adakah satu hal yang selama ini kamu simpan rapat? Bawa saja ke hadapan-Nya hari ini.
Hiduplah dalam kasih, sama seperti Kristus mengasihi kita dan menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan kurban yang harum bagi Allah." Kasih di sini bukan perasaan, tetapi jalan yang kamu tempuh. Dan yang naik harum ke hadapan Allah bukan kata-katamu, melainkan hidup yang rela diberikan. Hari ini, apa harga kasihmu?
Karena itu, jangan ikut ambil bagian bersama mereka." Kalimat pendek, tetapi menusuk. Paulus tidak menyuruhmu membenci siapa pun, hanya berhenti ikut serta. Sering kita tidak memulai yang keliru, kita hanya tertawa bersamanya, diam saat itu terjadi, ikut menikmati sedikit. Di titik itulah kita sudah ambil bagian. Hari ini, di mana kamu sedang "hanya ikut"?
Namun, sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian juga istri harus tunduk kepada suaminya dalam segala hal." Perhatikan urutannya: jemaat tidak tunduk kepada penguasa yang menuntut, melainkan kepada Kepala yang lebih dulu menyerahkan diri-Nya. Jadi ayat ini tidak pernah bisa dipakai untuk menekan. Ia hanya masuk akal di rumah yang dipenuhi kasih yang rela berkorban lebih dulu. Rumahmu seperti itu?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi