LUKAS 3
Teks Ini
Lukas membuka pasal ini dengan daftar nama para penguasa, lalu menempatkan firman Allah bukan di istana melainkan di padang belantara, pada Yohanes anak Zakharia. Yohanes memberitakan baptisan pertobatan, memanggil orang banyak "keturunan ular beludak", dan memberi jawaban yang sangat konkret kepada mereka yang bertanya apa yang harus dilakukan. Ia menunjuk kepada Seseorang yang lebih berkuasa, yang akan membaptis dengan Roh Kudus dan api. Lalu Yesus dibaptis, langit terbuka, suara Bapa berbicara, dan Lukas menutup dengan silsilah yang berjalan mundur dari Yesus sampai kepada Adam, anak Allah.
Inti
Dua ayat pertama sebenarnya sebuah pernyataan politik. Lukas menyebut kaisar, gubernur, tiga raja wilayah, dua imam agung: seluruh peta kekuasaan yang menekan Yudea, dari Roma sampai ke Bait Allah. Dan kemudian: "datanglah firman Allah kepada Yohanes." Bukan kepada Tiberius. Bukan kepada Kayafas. Kepada seorang laki-laki di gurun. Di sinilah inti pasal ini: Allah tidak bekerja melalui saluran kekuasaan yang kita anggap sah, dan Ia tidak menunggu izin. Keselamatan yang Ia bawa tidak dibangun di atas struktur yang ada, melainkan menembusnya dari pinggir. Lembah ditimbun, gunung diratakan; lanskap kekuasaan sendiri sedang dibongkar supaya Tuhan bisa lewat.
Benang Merah
Yesaya 40 yang dikutip Yohanes adalah nyanyian pembebasan bagi umat yang terbuang di Babel: jalan raya melintasi gurun, Allah kembali kepada umat-Nya. Yohanes memakainya bukan untuk memuji, melainkan untuk mengumumkan bahwa pembuangan sesungguhnya belum berakhir, meski orang sudah lama pulang ke tanahnya. Lukas mengutip lebih panjang dari penginjil lain, sampai kalimat "semua orang akan melihat keselamatan dari Tuhan." Itulah arah seluruh Injilnya. Dan silsilah di ujung pasal melakukan hal yang sama dari sisi lain: ia tidak berhenti di Abraham seperti Matius, tetapi terus mundur sampai Adam. Yesus bukan hanya Mesias Israel; Ia terhubung ke seluruh rumpun manusia, kepada Adam, anak Allah.
Cermin
Perhatikan bahwa Yohanes tidak menyuruh siapa pun berhenti dari pekerjaannya. Pengumpul pajak tetap menjadi pengumpul pajak, tentara tetap tentara. Yang ia tuntut adalah kejujuran di titik paling menyakitkan: jangan menarik lebih dari yang ditetapkan, jangan memakai kuasa untuk memeras, cukupkanlah dirimu dengan gajimu. Pertobatan di sini bukan pengalaman batin yang hangat, melainkan angka di pembukuan dan cara Anda memakai posisi Anda. Punya dua baju? Berikan satu. Ini menyentuh sesuatu yang tidak kita suka: bahwa iman kita diukur bukan pada apa yang kita rasakan hari Minggu, tetapi pada apa yang kita lakukan dengan uang, wewenang, dan lemari kita. "Cukupkanlah dirimu dengan gajimu" mungkin kalimat paling tidak populer dalam pasal ini.
Wajah Para Pendengar
Bayangkan mereka: berjalan berjam-jam turun ke lembah Yordan, panas, berdebu, air yang keruh dan hangat. Mereka datang dari kampung-kampung tempat pemungut pajak Herodes menghitung hasil panen sebelum pemiliknya sendiri melihatnya. Mereka tahu artinya tentara datang ke pintu dengan tuduhan yang tidak bisa dibantah. Dan mereka punya satu jaminan terakhir: kami keturunan Abraham. Justru itu yang Yohanes cabut. Dari batu-batu di tepi sungai itu, katanya, Allah bisa membangkitkan anak-anak bagi Abraham. Bagi telinga mereka ini nyaris menghujat. Yang ia tawarkan sebagai ganti adalah baptisan, ritual yang biasanya untuk orang non-Yahudi yang bergabung dengan Israel. Yohanes menyuruh umat pilihan masuk melalui pintu para pendatang.
Satu Detail
"Alat penampi sudah ada di tangan-Nya." Setiap pendengar melihat gambar itu langsung: lantai pengirikan di bukit terbuka, sore hari ketika angin naik, gandum dilempar ke udara dengan sekop kayu lebar. Yang berat jatuh kembali, yang ringan terbang. Sekam lalu dibakar, cepat dan berasap. Ini bukan gambar pengadilan yang jauh di masa depan; ini pekerjaan musim panen yang sedang berlangsung. Dan perhatikan: pemisahan tidak dilakukan dengan pisau yang memilah biji satu per satu, melainkan dengan angin yang menyingkapkan apa yang sudah ada. Berat atau ringan, itu sudah menjadi sifatnya. Api dan Roh Kudus dalam ayat 16 datang bersama, dari tangan yang sama.
Pertanyaan yang Tersisa
Mengapa Yesus dibaptis? Yohanes membaptis untuk pertobatan dan pengampunan dosa. Yesus tidak punya dosa untuk ditinggalkan. Lukas bahkan tidak membuat Yohanes memprotes; ia hanya mencatat, dengan hemat, bahwa ketika semua orang dibaptis, Yesus juga dibaptis. Kata "juga" itu yang mengganggu, dan sekaligus yang menjelaskan. Ia tidak berdiri di tepi memandangi barisan; Ia masuk ke dalam air yang sama, di antara pemungut pajak dan tentara dan orang-orang yang baru saja disebut keturunan ular beludak. Solidaritas itu tidak bisa diperhalus. Dan suara dari langit terdengar bukan setelah Ia memisahkan diri dari mereka, tetapi justru ketika Ia berdiri di tengah mereka: "Kepada-Mulah Aku berkenan." Mengapa harus begitu, Lukas tidak menjelaskan. Ia hanya membuka langit dan membiarkan kita berdiri di air itu.
Refleksi
Jika Yohanes menjawab pertanyaan "apa yang harus kami lakukan?" dengan menyebut satu hal konkret dari pekerjaan dan keuangan saya, apa yang akan ia sebut?
Jaminan apa yang saya pegang, seperti "Abraham adalah nenek moyang kami", yang membuat saya merasa tidak perlu lagi menghasilkan buah?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Luke 3
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti LUKAS 3?
Tentang apakah LUKAS 3?
Apa konteks historis dari LUKAS 3?
Apa yang LUKAS 3 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana LUKAS 3 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Luke 3?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
