WAHYU 1:5
Teks
Salam kepada tujuh jemaat itu belum selesai. Setelah menyebut Allah "Yang Ada, Yang sudah Ada, dan Yang akan Datang" serta ketujuh roh di hadapan takhta, Yohanes menambahkan sumber ketiga: "dan dari Kristus Yesus, Saksi yang setia, yang pertama kali bangkit dari antara orang mati dan Penguasa atas raja-raja di bumi." Tiga gelar, berurutan seperti tiga langkah. Lalu kalimatnya patah. Yohanes tidak sanggup meneruskan salam formal; ia berbelok menjadi puji-pujian: "Bagi Dia, yang mengasihi kita dan melepaskan kita dari dosa-dosa kita dengan darah-Nya." Dari protokol surat ke sujud penyembahan, hanya dalam satu tarikan napas. Ayat ini adalah pintu masuk seluruh kitab Wahyu: sebelum ada meterai, sangkakala, atau binatang, ada Kristus yang setia, hidup, dan berkuasa.
Inti
Perhatikan urutan ketiga gelar itu, karena di situlah letak seluruh teologi Wahyu. Yesus lebih dahulu menjadi Saksi yang setia, artinya Ia berbicara benar tentang Allah sampai kebenaran itu membuat-Nya dibunuh. Baru sesudah itu Ia bangkit sebagai yang pertama dari antara orang mati. Dan hanya sesudah kedua hal itu Ia disebut Penguasa atas raja-raja di bumi. Jadi kekuasaan-Nya bukan direbut dengan pedang melainkan diterima melalui kesetiaan yang menembus kematian. Inilah cara Allah memerintah dunia: bukan dengan mengalahkan penderitaan dari luar, tetapi dengan melewatinya sampai tuntas. Dan pembebasan kita mengikuti pola yang sama, "dengan darah-Nya", bukan dengan kekuatan atau usaha kita. Bagi jemaat yang sedang ditekan, ini bukan penghiburan yang manis, melainkan peta jalan: siapa yang mengikut Sang Saksi berjalan di rute yang sama.
Benang Merah
Ketiga gelar itu bukan ciptaan Yohanes. Mazmur 89 berbicara tentang raja pilihan Allah yang dijadikan "yang sulung" dan "yang mahatinggi di antara raja-raja bumi", sementara perjanjian dengan Daud disebut kokoh seperti saksi yang setia di langit. Yohanes mengambil bahasa itu dan menempelkannya pada seorang tukang kayu yang disalibkan di luar tembok Yerusalem. Janji kepada Daud tidak batal; janji itu digenapi dengan cara yang tidak seorang pun sangka, lewat kubur yang terbuka. Dan kata "darah-Nya" menarik benang yang lebih tua lagi: di Mesir, darah anak domba pada ambang pintu memisahkan umat yang dibebaskan dari perbudakan. Wahyu membuka dengan Paskah yang digenapi. Dari Keluaran, lewat takhta Daud, sampai Anak Domba yang berdiri di tengah kaki dian: satu rencana, satu Penebus.
Cermin
Ayat ini menyentuh titik yang jarang kita akui: kita ingin kesetiaan yang tidak mahal. Ada rapat di kantor tempat Anda tahu apa yang benar, tetapi diam karena kontrak, jabatan, atau atasan. Ada percakapan keluarga tentang uang atau warisan di mana Anda memilih damai palsu daripada kejujuran. Ada tetangga yang tahu Anda ke gereja tetapi tidak pernah mendengar Anda menyebut nama Yesus, karena canggung. Kita ingin bagian "Penguasa atas raja-raja" tanpa bagian "Saksi yang setia". Namun Wahyu menolak memisahkan keduanya. Dan sebelum menuntut apa pun, ayat ini lebih dahulu berkata: Ia mengasihi kita, Ia melepaskan kita. Kesetiaan Anda bukan syarat kasih itu, melainkan buahnya. Hari ini, sebutkan dengan suara keras nama satu orang atau lembaga yang paling Anda takuti, lalu ucapkan sesudahnya: "Yesus Kristus adalah Penguasa atas raja-raja di bumi."
Profil
Tujuh jemaat itu tinggal di kota-kota provinsi Asia yang bangga pada kesetiaan mereka kepada Roma. Di Efesus, Pergamus, dan Smirna berdiri kuil-kuil untuk kaisar; ikut dalam perayaan kekaisaran bukan soal keyakinan pribadi melainkan bukti bahwa Anda warga yang beres. Menolak berarti kehilangan pelanggan, keanggotaan serikat kerja, keamanan sosial, kadang nyawa. Ke telinga mereka, kalimat "Penguasa atas raja-raja di bumi" terdengar hampir nekat, sebab gelar semacam itu ada pemiliknya, dan pemiliknya duduk di Roma dengan legiun di belakangnya. Yohanes sendiri sedang di Patmos "karena firman Allah dan kesaksian Yesus". Jadi klaim ini tidak dituliskan dari posisi menang. Ia dituliskan oleh seorang buangan kepada minoritas yang tertekan, dan justru di situ ia berbunyi seperti pemberontakan yang tenang.
Tokoh Utama
Yang mencolok dari potret Kristus di sini adalah keseimbangan yang aneh: Ia berkuasa atas raja-raja, tetapi yang pertama disebut tentang tindakan-Nya bukan penghakiman melainkan kasih. "Yang mengasihi kita" berdiri sebelum "melepaskan kita". Ia bukan penguasa yang harus dilunakkan dengan persembahan; Ia sudah lebih dahulu memberikan diri-Nya. Dan kasih itu tidak abstrak, sebab harganya tercatat: darah-Nya. Inilah wajah yang nanti muncul lagi di ayat 17, ketika Yohanes jatuh seperti orang mati dan tangan kanan yang memegang tujuh bintang itu justru diletakkan di atasnya dengan kata "Jangan takut". Kuasa-Nya tidak menghancurkan orang yang gemetar di hadapan-Nya; kuasa-Nya menopang. Itulah satu-satunya kekuasaan di alam semesta yang aman untuk disembah.
Detail
Kata yang dipakai untuk "melepaskan" adalah lysanti, yang secara harfiah berarti membuka ikatan, melepaskan tali, membebaskan tawanan. Bukan gambar mencuci noda, melainkan gambar seseorang yang berjongkok di depan orang terbelenggu dan membuka simpulnya. Bedanya penting. Kalau dosa hanya noda, yang kita butuhkan adalah pembersihan. Kalau dosa adalah tali, kita membutuhkan pembebas, sebab orang yang terikat tidak bisa membuka ikatannya sendiri. Dan pembebasan itu terjadi "dengan darah-Nya", artinya tali kita dilepaskan dengan biaya nyawa-Nya. Perhatikan juga bentuk kata "mengasihi" yang berlangsung terus, sementara "melepaskan" adalah tindakan yang selesai sekali untuk selamanya. Ikatan itu sudah dibuka, titik. Kasih yang membukanya masih berlangsung, sekarang, sementara Anda membaca kalimat ini.
Refleksi
Di titik mana minggu ini saya memilih aman daripada setia, dan apa sebenarnya yang saya takutkan di balik pilihan itu?
Jika ikatan saya benar-benar sudah dibuka sekali untuk selamanya, kebiasaan atau rasa bersalah mana yang masih saya perlakukan seolah tali itu belum terlepas?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Revelation 1:5
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti WAHYU 1:5?
Tentang apakah WAHYU 1:5?
Apa konteks historis dari WAHYU 1:5?
Apa yang WAHYU 1:5 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana WAHYU 1:5 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Revelation 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau lebih dulu bersuara, sehingga Yohanes berbalik untuk melihat suara yang berbicara kepadanya. Dan yang dilihatnya bukan kekosongan, melainkan tujuh kaki pelita emas. Terima kasih Engkau hadir di tengah jemaat-Mu, juga di tengah kami hari ini.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi