IMAMAT 1
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
Penjelasan
Kita masuk ke kitab Imamat. Buku yang jujur saja, sering dilewati kalau kita membaca Alkitab setahun penuh. Isinya penuh aturan, darah, dan hewan yang disembelih. Terasa jauh dari hidup kita. Tapi justru di sini, di dalam tenda pertemuan itu, Allah mulai mengajar umat-Nya sesuatu yang serius: bagaimana manusia berdosa bisa mendekat kepada Allah yang kudus.
Pasal satu dimulai dengan Tuhan memanggil Musa. Perhatikan urutannya: Tuhan yang berbicara duluan. Bukan Musa yang naik gunung mencari petunjuk, bukan Israel yang mengarang ritual sendiri. Allah yang berinisiatif. Dia yang menetapkan bagaimana Dia ingin didekati.
Lalu datanglah instruksi tentang persembahan bakaran. Ada tiga tingkatan. Yang mampu, membawa sapi jantan dari kawanannya. Yang tidak sekaya itu, membawa domba atau kambing. Yang miskin, cukup dengan burung tekukur atau merpati muda. Detail ini penting: tidak ada orang yang terlalu miskin untuk datang kepada Allah.
Tapi ada syaratnya. Hewan itu harus jantan yang tidak bercacat. Bukan hewan sisa, bukan yang sudah pincang atau sakit. Yang terbaik. Orang yang membawa persembahan meletakkan tangannya di atas kepala hewan itu. Gerakan ini bukan sekadar simbolis. Ada perpindahan yang terjadi: dosa dan hidup si pemberi diidentifikasikan dengan hewan itu. Lalu hewan itu disembelih. Bukan oleh imam, tapi oleh si pemberi sendiri. Dia harus melihat darahnya mengalir. Dia harus tahu: ini seharusnya aku.
Darahnya dipercikkan di sekeliling mazbah. Tubuhnya dipotong-potong, dicuci, disusun di atas kayu, dan dibakar seluruhnya. Tidak ada yang tersisa untuk dimakan si pemberi, seperti pada kurban jenis lain. Persembahan bakaran habis total. Naik ke atas sebagai asap. Dan tiga kali dalam pasal ini kita membaca frasa yang sama: "bau harum yang menyenangkan bagi Tuhan."
Apa Artinya Ini?
Ada dua hal yang tidak bisa kita lewatkan di sini.
Pertama, dosa itu mahal. Kita hidup di zaman yang berkata "santai saja, Tuhan pasti mengerti." Tapi Imamat 1 memaksa kita berhenti. Di sini seseorang harus menyerahkan hewan terbaiknya, memegang kepalanya, menyembelihnya dengan tangannya sendiri, dan melihat semuanya terbakar habis. Itu bukan upacara sopan. Itu berdarah, berbau, dan mengganggu. Alkitab tidak pernah menyembunyikan bahwa dosa memisahkan manusia dari Allah, dan pemulihan itu ada harganya.
Kedua, Allah sendiri yang menyediakan jalan. Kalau Allah hanya kudus, kita habis. Tapi Dia berbicara. Dia memanggil Musa. Dia mengajarkan dengan sangat rinci bagaimana umat-Nya boleh mendekat. Pendamaian itu bukan ide manusia untuk menenangkan dewa yang marah. Pendamaian itu pemberian Allah kepada manusia. Ayat 4 mengatakan: "hal itu akan diterima baginya sebagai pendamaian untuknya." Diterima. Ini kabar baik di tengah asap dan darah.
Benang Merahnya
Kalau kamu membaca Imamat 1 dan tidak berpikir tentang Yesus, kamu melewatkan intinya.
Yohanes Pembaptis melihat Yesus datang dan berkata: "Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia." Itu bahasa Imamat. Surat Ibrani menghabiskan berpasal-pasal menjelaskan bahwa semua kurban di tenda pertemuan itu adalah bayangan. Bayangan dari kurban yang sesungguhnya.
Yesus adalah yang jantan tanpa cacat. Dia adalah yang dibawa ke luar, disembelih, darah-Nya tercurah. Dia adalah persembahan bakaran yang habis total, yang tidak menahan apa-apa untuk diri-Nya sendiri. Dan tentang Dia, Bapa berkata: inilah bau harum yang menyenangkan hati-Ku (bandingkan Efesus 5:2).
Perbedaan besarnya: orang Israel harus datang lagi dan lagi dengan hewan baru. Yesus datang sekali. Selesai. Ketika Dia berkata "Sudah selesai" di kayu salib, tidak ada lagi sapi, domba, atau merpati yang perlu mati. Karena Anak Domba Allah sudah mati untuk selamanya.
Jadi kalau kamu membaca Imamat 1 sekarang, kamu tidak sedang membaca aturan kuno yang tidak relevan. Kamu sedang melihat gambar Yesus, digambar berabad-abad sebelum Dia lahir.
Untuk Kamu
Pertanyaan yang harus jujur kamu tanyakan: apakah dosa masih terasa serius bagimu?
Kita hidup di dunia yang menormalkan hampir semuanya. "Ah, itu manusiawi." "Tidak sekejam itu kok." Timeline media sosialmu penuh orang yang membanggakan hal-hal yang seharusnya membuat mereka bersedih. Perlahan kita jadi mati rasa. Dan kalau dosa tidak lagi terasa serius, salib juga jadi tidak terasa berarti. Itu logisnya.
Imamat 1 mengembalikan takaran yang benar. Kalau kamu mengerti apa yang terjadi dalam ruangan itu, dengan darah di tangan orang biasa dan asap yang naik, kamu mulai mengerti mengapa salib itu tidak bisa disepelekan.
Ada juga sisi yang lembut. Perhatikan lagi: yang miskin boleh datang dengan burung merpati. Tidak ada yang ditolak karena kurang mampu. Kalau hari ini kamu merasa hidupmu berantakan, imanmu tipis, doamu kacau, kamu tidak perlu memperbaiki dirimu dulu baru boleh datang. Kamu datang seperti apa adanya, dan Kristus adalah kurbanmu.
Yang Dia minta sekarang bukan hewan. Paulus menulis dalam Roma 12: "persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah." Sama seperti persembahan bakaran, tanpa sisa. Seluruh hidupmu. Itu ibadah yang sejati.
Bicarakan Bersama
Coba renungkan: kapan terakhir kali dosa dalam hidupmu benar-benar terasa berat, bukan sekadar "ya sudahlah"? Apa yang menyebabkan hati kita cepat menganggap remeh hal-hal yang bagi Allah tidak remeh?
Persembahan bakaran habis total, tidak ada yang tersisa. Kalau hidupmu adalah persembahan yang hidup bagi Allah, bagian mana yang selama ini kamu tahan untuk diri sendiri dan tidak mau serahkan?
Doa Bersama
Tuhan, terima kasih Engkau tidak diam. Engkau berbicara, Engkau menyediakan jalan. Terima kasih untuk Yesus, Anak Domba yang tidak bercacat, yang mati sekali untuk selamanya bagiku. Ajar aku menganggap dosa dengan serius, dan menganggap kasih-Mu dengan lebih serius lagi. Ambil hidupku seluruhnya. Amin.
Pertanyaan tentang IMAMAT 1
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah IMAMAT 1?
Apa yang dikatakan IMAMAT 1?
Apa yang IMAMAT 1 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari IMAMAT 1?
Mengapa IMAMAT 1 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Ia harus memotongnya sesuai bagian-bagiannya, dengan kepala dan lemaknya, dan imam harus mengaturnya di atas kayu bakar di atas api yang ada di atas mazbah."
Perhatikan kata "sesuai bagian-bagiannya." Tidak ada yang disembunyikan. Kepala, lemak, semuanya terbuka di atas mezbah. Kurban itu tidak setengah-setengah.
Kadang aku ingin membawa hanya bagian yang rapi dari hidupku kepada Tuhan. Bagian yang memalukan kusimpan. Tapi Ia meminta seluruhnya, potongan demi potongan, sampai kepala dan lemak sekalipun. Justru di situ api-Nya bekerja.
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak