1 KORINTUS 12:23
Teks
Paulus melanjutkan gambaran tubuhnya dengan satu langkah yang mengejutkan: bagian-bagian tubuh yang kita anggap kurang terhormat justru kita perlakukan dengan penghormatan lebih, dan bagian-bagian yang kita anggap kurang layak tampil justru kita buat lebih layak tampil. Ia tidak sedang menganjurkan sesuatu yang baru; ia sedang menunjuk pada apa yang setiap orang sudah lakukan setiap pagi ketika berpakaian, lalu berkata: begitulah seharusnya jemaat bekerja.
Inti
Perhatikan siapa yang bertindak dalam ayat ini. Bukan anggota yang lemah yang harus memperjuangkan tempatnya, melainkan tubuh yang mengenakan kehormatan kepadanya. Kata Yunani yang dipakai Paulus, peritithēmi, berarti "mengenakan, melilitkan sekeliling", persis seperti orang menyampirkan kain. Kehormatan di sini bukan sesuatu yang dimiliki karena prestasi, melainkan sesuatu yang dikenakan dari luar oleh orang lain. Dan ayat berikutnya menyebut siapa yang memulai kebiasaan itu: "Allah telah mengatur tubuh itu dengan memberikan penghormatan lebih besar kepada anggota-anggota yang kekurangan." Jadi ini bukan sopan santun sosial, melainkan cara Allah menyusun realitas. Ia tidak menaikkan yang rendah dengan menghapus perbedaan, tetapi dengan membalikkan arah aliran kehormatan.
Benang Merah
Pola ini bukan penemuan Paulus di Korintus. Sepanjang Kitab Suci, Allah terus-menerus memilih anak bungsu, bangsa terkecil, rahim yang mandul, dan menempatkan mereka di pusat cerita-Nya. Dan pola itu memuncak dalam Kristus sendiri, yang oleh Paulus disebut sebagai kepala tubuh ini. Di Yohanes 13, Yesus melepas jubah-Nya dan membasuh kaki, bagian tubuh paling kotor dan paling rendah statusnya di ruang perjamuan, lalu berkata bahwa murid-murid harus berbuat demikian juga. Yang di sana dilakukan dengan air dan kain, di sini dirumuskan Paulus sebagai anatomi. Salib adalah bentuk paling ekstrem dari gerakan yang sama: kehormatan ilahi dikenakan pada yang tidak layak, dengan harga diri Sang Pemberi sendiri.
Cermin
Kita semua punya daftar diam-diam tentang siapa yang "layak tampil". Dalam gereja daftar itu jarang diucapkan, tetapi terlihat dari siapa yang diminta berdoa di depan, siapa yang namanya disebut dalam ucapan syukur, siapa yang duduk di lingkaran dalam saat rapat. Ayat ini tidak menyuruh Anda menghapus daftar itu dengan berkata "semua sama saja"; itu terlalu murah. Ayat ini menyuruh Anda berjalan ke arah sebaliknya: memberi kehormatan lebih kepada yang paling sedikit menerimanya. Sebut nama ibu yang mencuci gelas perjamuan. Tanyakan pendapat orang yang biasanya diam. Di rumah pun sama: anak mana yang selalu jadi cerita bangga, dan anak mana yang tidak pernah disebut? Kehormatan itu dikenakan, bukan ditunggu.
Konteks
Korintus adalah kota pelabuhan yang gaduh, penuh pendatang, budak yang dimerdekakan, pedagang yang baru kaya. Di kota seperti itu status bukan sekadar gengsi, melainkan alat bertahan hidup. Orang menghitung siapa berutang budi pada siapa, siapa duduk di ruang makan utama dan siapa di halaman. Tubuh telanjang adalah pemandangan biasa di gimnasium dan pemandian; tubuh atlet yang terlatih dipuja sebagai lambang keunggulan. Justru di kota yang memuja tubuh indah itu Paulus menunjuk ke bagian-bagian yang selalu ditutupi, yang tidak pernah dipahat menjadi patung. Dan ia mengingatkan jemaat yang baru saja ia tegur karena perjamuan Tuhan mereka berubah menjadi pesta kelas, di mana yang kaya kenyang lebih dulu dan yang miskin dipermalukan.
Profil
Bayangkan pendengar pertama surat ini duduk berdesak di rumah seorang anggota jemaat yang cukup mampu. Di ruangan itu ada tuan tanah kecil dan ada budak yang datang setelah bekerja, masih berbau dapur dan minyak. Ketika Paulus berkata "anggota-anggota tubuh, yang kita anggap kurang layak tampil", semua orang tahu bagian mana yang ia maksud, dan sebagian mungkin tersenyum kikuk. Tetapi kemudian tusukannya terasa: bukan Paulus yang menentukan siapa kurang terhormat, melainkan mereka sendiri, dengan tempat duduk dan jatah roti mereka. Bagi budak yang duduk di belakang, kalimat ini terdengar seperti udara yang tiba-tiba masuk. Bagi tuan rumah, seperti tangan yang menarik jubahnya.
Pertanyaan
Ayat ini menyimpan satu ketidaknyamanan yang tidak boleh dihaluskan: Paulus tidak menyangkal bahwa ada anggota yang lemah dan kurang terhormat. Ia bisa saja berkata bahwa semua sama kuat, sama terhormat, dan perbedaan itu hanya ilusi. Ia tidak melakukannya. Ia membiarkan ketimpangan itu berdiri, lalu memerintahkan tubuh untuk menutupinya dengan kehormatan. Mengapa Allah tidak menyusun tubuh tanpa bagian yang lemah sama sekali? Jawabannya, sejauh teks memberi, ada di ayat 25: supaya tidak ada perpecahan, melainkan supaya kita saling memperhatikan. Ketergantungan bukan cacat desain, melainkan desainnya. Itu tetap sulit diterima, terutama bagi Anda yang memang lemah dan lelah menjadi pihak yang selalu dibantu. Teks ini tidak menjanjikan Anda akan menjadi kuat. Ia menjanjikan bahwa tubuh tidak bisa hidup tanpa Anda.
Refleksi
Siapa dalam lingkaran Anda yang selama ini menerima paling sedikit kehormatan, dan langkah konkret apa minggu ini yang bisa mengenakan kehormatan itu padanya?
Di bagian mana Anda sendiri merasa "kurang layak tampil", dan apa yang berubah jika Allah sendiri yang menempatkan Anda di sana dengan sengaja?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 1 Corinthians 12:23
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 1 KORINTUS 12:23?
Tentang apakah 1 KORINTUS 12:23?
Apa konteks historis dari 1 KORINTUS 12:23?
Apa yang 1 KORINTUS 12:23 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 1 KORINTUS 12:23 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 1 Corinthians 12
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau memberi penghormatan lebih besar justru kepada anggota tubuh yang dianggap kurang terhormat. Aku bersyukur untuk saudara-saudara yang jarang terlihat, yang melayani diam-diam, dan untuk tempatku sendiri yang berharga di mata-Mu.
Perhatikan akhir ayat ini: "demikian juga dengan Kristus." Paulus tidak menutupnya dengan "demikian juga jemaat", padahal itu yang kita duga. Jemaat di Korintus yang saling membanding karunia itu disebutnya tubuh Kristus sendiri. Jadi saat kamu menyingkirkan seorang saudara yang kaupikir tidak penting, siapa sebenarnya yang sedang kaulukai?
Bapa, Engkau yang membagikan hikmat dan pengertian lewat Roh-Mu. Aku sering merasa tak punya apa-apa untuk diberikan. Tolong aku melihat apa yang sudah Kautaruh dalam diriku, dan memakainya untuk menolong orang lain, bukan untuk menonjolkan diri.
Jemaat Korintus sibuk membandingkan karunia, siapa yang paling rohani. Paulus justru menunjuk hal yang paling sederhana: "Tidak ada orang yang dapat berkata, 'Yesus adalah Tuhan,' selain oleh Roh Kudus." Kalau kalimat itu hidup di hatimu pagi ini, Roh sudah bekerja di dalammu. Kamu tidak perlu membuktikan apa-apa lagi.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi