1 KORINTUS 12:8
Teks
Satu orang menerima perkataan hikmat, orang lain menerima perkataan pengetahuan, dan keduanya datang dari sumber yang persis sama: "Kepada yang satu diberikan kata-kata hikmat melalui Roh dan kepada yang lain kata-kata pengetahuan oleh Roh yang sama." Paulus sedang membuat daftar, tetapi daftar ini punya irama yang aneh. Yang ia tekankan bukan perbedaan antara hikmat dan pengetahuan, melainkan pengulangan kata "Roh" dan "sama". Dua karunia yang paling dibanggakan di Korintus, dua kemampuan yang paling mudah dipakai untuk menyusun tangga status rohani, justru dipakai Paulus sebagai contoh pertama dari satu kesatuan yang tidak bisa dipecah. Pemberiannya beragam; Pemberinya tunggal. Dan ayat sebelumnya sudah menentukan arah seluruh daftar ini: semuanya "untuk kebaikan bersama," bukan untuk koleksi pribadi.
Inti
Perhatikan kata yang Paulus pilih. Di Korintus, sophia, hikmat, adalah mata uang sosial; orang membayar untuk mendengarnya dan menilai orang berdasarkan kepemilikannya. Paulus sendiri sudah menolak permainan itu lebih awal dalam suratnya, ketika ia bersikeras bahwa hikmat Allah berwujud seorang Mesias yang disalib, sesuatu yang bagi telinga Yunani terdengar seperti kebodohan. Maka ketika ia kini berkata bahwa "kata-kata hikmat" adalah karunia Roh, ia sedang merebut kembali kata itu dari pasar gagasan dan menempatkannya di bawah salib. Hikmat rohani bukan kecerdasan yang lebih tinggi; itu kemampuan untuk berbicara dari dalam kenyataan Kristus yang tersalib dan bangkit. Begitu pula pengetahuan: bukan informasi yang membuat seseorang naik pangkat, melainkan pengenalan yang diberikan, bukan diraih. Keduanya adalah pinjaman, bukan milik. Dan barang pinjaman tidak pernah menjadi dasar kesombongan.
Benang Merah
Ada satu detail yang mudah terlewat: hikmat dan pengetahuan bukan kategori baru yang muncul di Korintus. Nabi Yesaya pernah menggambarkan Tunas dari Isai yang di atas-Nya Roh TUHAN berhenti, Roh hikmat dan pengertian. Artinya, dua kata yang Paulus sebut pertama di daftar ini adalah dua kata yang mula-mula melekat pada Mesias sendiri. Yang semula dicurahkan atas Satu Orang kini dibagikan kepada banyak orang, dan itulah persisnya yang terjadi setelah kebangkitan. Paulus menutup bagian ini dengan kalimat yang nyaris janggal: "Sama seperti tubuh adalah satu, tetapi mempunyai banyak anggota… begitu pula Kristus." Ia tidak berkata "begitu pula jemaat." Jemaat yang berkarunia bukan sekadar organisasi yang meniru Kristus; ia adalah cara Kristus yang bangkit hadir dan berbicara di dunia.
Cermin
Karunia-karunia bicara adalah yang paling cepat memunculkan perbandingan. Anda duduk di kelompok kecil dan mendengar seseorang merumuskan sesuatu dengan jernih, tepat, menyentuh, dan di dalam hati ada dua suara sekaligus: syukur dan iri. Atau sebaliknya, Andalah yang biasa berbicara, dan diam-diam Anda menikmati bagaimana orang menanti kalimat Anda. Ayat ini membongkar keduanya. Jika hikmat itu diberikan, iri menjadi tidak masuk akal, sebab Anda tidak sedang bersaing memperebutkan sesuatu yang terbatas. Dan jika pengetahuan itu dipinjamkan "untuk kebaikan bersama," maka menyimpannya demi reputasi sama saja dengan mencuri. Hari ini, tuliskan nama satu orang dalam jemaat atau kelompok Anda yang perkataannya pernah menolong Anda tanpa pernah Anda akui, lalu kirimi dia pesan singkat yang menyebutkan secara konkret kalimat mana yang menolong.
Pertanyaan
Bagaimana saya tahu bahwa kata-kata saya adalah "kata-kata hikmat melalui Roh" dan bukan sekadar pendapat saya yang kebetulan terdengar rohani? Paulus tidak memberi tes laboratorium. Ia memberi dua pagar saja: pengakuan bahwa "Yesus adalah Tuhan," dan tujuan "untuk kebaikan bersama." Itu berarti sebagian keraguan Anda tidak akan hilang, dan mungkin memang tidak boleh hilang. Orang yang terlalu yakin bahwa setiap ucapannya adalah suara Roh biasanya justru sedang mendengarkan dirinya sendiri. Lebih jujur mengakui bahwa kita berbicara dengan tangan gemetar, lalu menyerahkan hasilnya kepada Roh yang "membagi kepada masing-masing orang, seperti yang Ia kehendaki."
Profil
Korintus adalah kota di mana orator dibayar, dipuji, dan diperebutkan seperti atlet. Jemaat itu sendiri sudah terbelah menurut nama guru favorit. Maka ketika Paulus menyebut hikmat dan pengetahuan di urutan pertama, para pendengarnya pasti tegang: inilah dua hal yang menjadi bahan bakar perpecahan mereka. Dan Paulus tidak melarangnya, tidak merendahkannya, melainkan mencabut akar kebanggaannya dengan satu kata yang diulang dua kali dalam satu kalimat pendek: Roh, Roh yang sama. Di jemaat yang di dalamnya duduk budak dan orang merdeka bersama-sama, kalimat itu meruntuhkan tangga sosial yang baru saja mereka bangun ulang di dalam gereja.
Intertekstual
Paulus kelak menulis kepada jemaat di Kolose bahwa di dalam Kristus tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan. Dua kata yang sama, kini bukan sebagai karunia yang dibagikan melainkan sebagai milik Kristus sendiri. Itu menjelaskan mengapa karunia ini tidak pernah bisa menjadi prestasi: setiap kalimat hikmat yang sungguh-sungguh hikmat adalah serpihan dari kekayaan yang bukan milik kita. Dan hubungannya dengan ayat 3 menjadi jelas. Roh yang membuat seseorang mampu berkata "Yesus adalah Tuhan" adalah Roh yang sama yang memberi kata-kata hikmat. Karunia bicara tidak pernah membawa kita melampaui pengakuan dasar itu; ia hanya membentangkannya lebih luas ke dalam hidup bersama.
Refleksi
Karunia mana dalam diri orang lain yang diam-diam membuat Anda merasa kecil, dan apa yang berubah bila Anda mengingat bahwa karunia itu diberikan, bukan diraih?
Kapan terakhir kali Anda menggunakan apa yang Anda tahu untuk "kebaikan bersama" dengan cara yang sama sekali tidak menguntungkan nama baik Anda?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 1 Corinthians 12:8
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 1 KORINTUS 12:8?
Tentang apakah 1 KORINTUS 12:8?
Apa konteks historis dari 1 KORINTUS 12:8?
Apa yang 1 KORINTUS 12:8 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 1 KORINTUS 12:8 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 1 Corinthians 12
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, karena mata tidak dapat berkata kepada tangan, "Aku tidak membutuhkanmu." Aku bersyukur untuk saudara seiman yang menolong di titik aku lemah, dan untuk tempat yang Engkau beri bagiku melayani mereka. Ajar aku tidak merasa cukup sendiri.
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau memberi penghormatan lebih besar justru kepada anggota tubuh yang dianggap kurang terhormat. Aku bersyukur untuk saudara-saudara yang jarang terlihat, yang melayani diam-diam, dan untuk tempatku sendiri yang berharga di mata-Mu.
Perhatikan akhir ayat ini: "demikian juga dengan Kristus." Paulus tidak menutupnya dengan "demikian juga jemaat", padahal itu yang kita duga. Jemaat di Korintus yang saling membanding karunia itu disebutnya tubuh Kristus sendiri. Jadi saat kamu menyingkirkan seorang saudara yang kaupikir tidak penting, siapa sebenarnya yang sedang kaulukai?
Bapa, Engkau yang membagikan hikmat dan pengertian lewat Roh-Mu. Aku sering merasa tak punya apa-apa untuk diberikan. Tolong aku melihat apa yang sudah Kautaruh dalam diriku, dan memakainya untuk menolong orang lain, bukan untuk menonjolkan diri.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi