1 KORINTUS 12:27
The Text
"Sekarang kamu adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggota-anggotanya." Satu kalimat pendek, tetapi di dalamnya Paulus menutup seluruh argumennya tentang kaki, telinga, mata dan bagian-bagian tubuh yang dianggap kurang terhormat. Semua gambaran itu bukan ilustrasi lepas; semuanya mengarah ke sini: jemaat kecil di Korintus, yang berkumpul di rumah seseorang, yang bertengkar soal siapa yang paling rohani, justru merekalah tubuh itu. Bukan sebagian darinya, bukan cabangnya, bukan perwakilannya. Dan tidak seorang pun dari mereka adalah tubuh itu seorang diri. Setiap orang, kata Paulus, adalah anggota, satu bagian yang hanya berfungsi karena terhubung pada yang lain. Kalimat ini sekaligus pengangkatan martabat dan penurunan ego, diucapkan dalam napas yang sama.
The Core
Yang mengejutkan dari ayat ini bukan gambaran tubuhnya. Orang Romawi dan Yunani sudah lama memakai metafora tubuh untuk masyarakat, biasanya untuk menenangkan orang kecil: tetaplah jadi kaki, jangan iri pada kepala, demi keutuhan kota. Paulus mengambil gambar yang akrab itu lalu membalik arahnya. Tubuh ini bukan tubuh kota, bukan tubuh kekaisaran, melainkan tubuh Kristus. Artinya: yang menentukan tempat setiap anggota bukan status sosial, bukan kekayaan, bukan karunia yang paling kelihatan, melainkan Allah sendiri, "sebagaimana yang Ia kehendaki" (ayat 18). Dan kepala tubuh ini adalah Dia yang disalibkan, yang justru merangkul yang lemah. Maka kesatuan jemaat bukan hasil kompromi atau manajemen konflik, melainkan buah karya Roh yang membaptis orang Yahudi dan Yunani, budak dan orang merdeka, ke dalam satu kehidupan. Anugerah, bukan prestasi, yang menyusun tubuh ini.
The Common Thread
Paulus memakai kata "tubuh" dua kali dalam surat ini dengan bobot yang berbeda tetapi saling terikat. Beberapa pasal sebelumnya ia menegur jemaat yang makan Perjamuan Tuhan sambil mempermalukan orang miskin, dan di sana ia berbicara tentang tubuh Kristus yang diserahkan. Di sini ia berkata bahwa jemaat itu sendiri adalah tubuh itu. Garis merahnya jelas: Allah selalu mengikat diri-Nya pada satu umat, mulai dari Israel yang dipanggil keluar dari perbudakan, sampai pada Anak yang mengambil tubuh manusia dan membiarkannya dipecah di kayu salib. Yang disalibkan itu tidak meninggalkan sebuah organisasi di belakang-Nya, melainkan sebuah tubuh baru, dihidupkan oleh Roh, tempat budak dan tuan minum dari sumber yang sama. Keselamatan tidak pernah bersifat perorangan saja; ia selalu memasukkan orang ke dalam satu kehidupan bersama.
The Mirror
Ada dua cara menolak ayat ini, dan keduanya terasa sangat wajar. Yang pertama: "jemaat ini jalan terus tanpa aku." Anda hadir, duduk di belakang, pulang lebih dulu, dan diam-diam yakin tidak ada yang berubah kalau Anda absen setahun. Paulus sudah mendengar suara itu: kaki yang berkata ia bukan bagian tubuh. Yang kedua justru kebalikannya: Anda yang memegang banyak pelayanan, yang lelah tetapi bangga, dan dalam hati berkata seperti mata kepada tangan, "Aku tidak membutuhkanmu!" Keduanya sama-sama memotong urat nadi tubuh. Dan keduanya biasanya tidak diucapkan, hanya dijalani lewat jadwal, lewat siapa yang Anda ajak makan siang, lewat nama siapa yang Anda lupa. Hari ini, sebutlah satu nama dari jemaat Anda yang jarang terlihat, lalu kirimkan pesan singkat kepadanya: katakan bahwa Anda membutuhkan dia dalam jemaat ini, dengan alasan yang konkret.
Context
Korintus pada pertengahan tahun lima puluhan adalah kota pelabuhan yang berisik dan baru kaya, dibangun ulang oleh Roma di atas reruntuhan kota lama. Dua pelabuhan, barang dari Asia dan Italia, kuil-kuil, pertandingan atletik, dan masyarakat yang obsesif pada status karena banyak penduduknya adalah bekas budak yang baru naik kelas. Jemaat berkumpul di rumah orang berada, di ruang makan yang muat belasan orang; sisanya duduk di halaman dalam. Tuan rumah menjamu tamu terhormat dengan porsi lebih baik, persis seperti kebiasaan kota. Lalu masuklah budak-budak yang baru selesai bekerja, bau pelabuhan masih melekat. Di ruangan itulah surat Paulus dibacakan keras-keras. Ketika kalimat ayat 27 jatuh, semua orang di ruang makan dan semua orang di halaman mendengar kata yang sama: kamu, bersama-sama, adalah tubuh Kristus.
The Detail
Perhatikan "masing-masing". Paulus tidak berhenti pada pernyataan kolektif yang nyaman, lalu membiarkan setiap orang bersembunyi di balik kata "kita". Ia menukik: kamu, satu per satu, adalah anggota. Kata Yunaninya "melos", yang berarti bagian tubuh, potongan anggota badan. Itu kata yang sangat konkret, bukan kiasan halus. Bagi seorang warga merdeka di Korintus yang menjaga kehormatannya, disebut "sepotong anggota badan" bukan pujian; itu menempatkan dia sebagai sesuatu yang tidak berarti apa-apa bila terlepas. Namun justru di situ letak martabat yang diberikan Injil: sebuah tangan yang terpisah hanyalah benda mati, tetapi tangan yang tersambung ikut melakukan segala sesuatu yang dikerjakan seluruh tubuh. Anda kecil dan Anda mutlak, dalam kalimat yang sama.
The Profile
Pendengar pertama surat ini sudah akrab dengan potongan tubuh. Di Korintus ada kuil penyembuhan Asklepios, dan orang-orang menggantungkan di sana tiruan tangan, kaki, telinga, mata dari tanah liat, sebagai permohonan atau ucapan syukur atas kesembuhan. Bagian tubuh yang terpisah, tergantung di dinding, menunggu dewa yang bisu. Sebagian jemaat pernah berjalan ke sana sebelum mereka mengenal Kristus; Paulus sendiri mengingatkan bahwa dulu mereka "disesatkan kepada berhala bisu". Maka ketika mereka mendengar tentang anggota-anggota tubuh, yang terbayang bukan diagram anatomi, melainkan ruang kuil itu. Dan Paulus berkata: potongan-potongan itu kini disatukan, bukan oleh dewa bisu, melainkan oleh Kristus yang hidup dan berbicara. Mereka tidak lagi tergantung sendiri-sendiri di dinding; mereka tersambung, bernapas, berfungsi.
Reflection
Siapa di jemaat Anda yang diam-diam Anda anggap "tidak terlalu dibutuhkan", dan apa yang berubah bila Paulus benar bahwa justru merekalah yang paling diperlukan?
Bila satu anggota menderita, seluruh tubuh ikut menderita. Penderitaan siapa yang sebenarnya sudah Anda ketahui, tetapi belum Anda izinkan menyentuh Anda?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 1 Corinthians 12:27
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 1 KORINTUS 12:27?
Tentang apakah 1 KORINTUS 12:27?
Apa konteks historis dari 1 KORINTUS 12:27?
Apa yang 1 KORINTUS 12:27 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 1 KORINTUS 12:27 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 1 Corinthians 12
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau memberi penghormatan lebih besar justru kepada anggota tubuh yang dianggap kurang terhormat. Aku bersyukur untuk saudara-saudara yang jarang terlihat, yang melayani diam-diam, dan untuk tempatku sendiri yang berharga di mata-Mu.
Perhatikan akhir ayat ini: "demikian juga dengan Kristus." Paulus tidak menutupnya dengan "demikian juga jemaat", padahal itu yang kita duga. Jemaat di Korintus yang saling membanding karunia itu disebutnya tubuh Kristus sendiri. Jadi saat kamu menyingkirkan seorang saudara yang kaupikir tidak penting, siapa sebenarnya yang sedang kaulukai?
Bapa, Engkau yang membagikan hikmat dan pengertian lewat Roh-Mu. Aku sering merasa tak punya apa-apa untuk diberikan. Tolong aku melihat apa yang sudah Kautaruh dalam diriku, dan memakainya untuk menolong orang lain, bukan untuk menonjolkan diri.
Jemaat Korintus sibuk membandingkan karunia, siapa yang paling rohani. Paulus justru menunjuk hal yang paling sederhana: "Tidak ada orang yang dapat berkata, 'Yesus adalah Tuhan,' selain oleh Roh Kudus." Kalau kalimat itu hidup di hatimu pagi ini, Roh sudah bekerja di dalammu. Kamu tidak perlu membuktikan apa-apa lagi.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi