Penjelasan Alkitab

1 KORINTUS 12:7

Alkitab

Teks

Di tengah jemaat yang ribut soal siapa paling rohani, Paulus menaruh satu kalimat yang memotong semua perdebatan: "Kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kebaikan bersama." Tidak ada yang dilewati, dan tidak ada yang menerima untuk dirinya sendiri. Apa yang Roh perlihatkan melalui seseorang, entah lewat kata-kata hikmat, iman yang kokoh, atau pelayanan yang tak kelihatan, diberikan sebagai milik bersama jemaat. Ayat ini berdiri persis di antara penegasan bahwa Roh, Tuhan, dan Allah yang satu bekerja dalam keberagaman (ayat 4 sampai 6) dan daftar panjang karunia yang menyusul. Jadi ayat 7 adalah engsel: dari Allah yang satu, melalui banyak orang, untuk satu tubuh.

Inti

Kata yang Paulus pakai untuk "penyataan" adalah phanerosis, penampakan, sesuatu yang tadinya tersembunyi lalu menjadi kelihatan. Itu bahasa penyataan diri Allah. Dulu kemuliaan-Nya turun atas kemah suci dan Bait Allah, terpusat di satu tempat yang dijaga ketat oleh aturan kekudusan. Sekarang Paulus berkata bahwa Roh yang sama menjadi kelihatan pada "tiap-tiap orang" di sebuah jemaat kota pelabuhan yang penuh masalah moral dan pertengkaran. Ini bukan promosi manusia, melainkan radikalnya anugerah: Allah memilih memperlihatkan diri-Nya melalui orang-orang yang baru saja Ia tarik keluar dari penyembahan berhala bisu (ayat 2). Dan tujuannya bukan pengalaman pribadi yang hangat, melainkan "kebaikan bersama". Dalam Kerajaan Allah, karunia tidak pernah menjadi milik pribadi; ia selalu titipan bagi orang lain.

Benang Merah

Dalam Perjanjian Lama, Roh Allah turun atas orang-orang tertentu untuk tugas tertentu: pengrajin kemah suci, hakim, raja, nabi. Selalu terbatas, selalu sementara. Musa pernah mengeluh dan sekaligus berharap, kiranya seluruh umat TUHAN menjadi nabi dan Roh-Nya hinggap pada mereka semua (Bilangan 11:29). Harapan itu kelihatan mustahil sampai Yesus Kristus datang, menerima Roh tanpa batas, mati, bangkit, dan mencurahkan Roh itu ke atas umat-Nya. Maka ketika Paulus menulis "kepada tiap-tiap orang", ia sedang mencatat bahwa kerinduan Musa sudah terjadi, dan terjadi di Korintus dari segala tempat. Karunia bukan prestasi rohani; ia adalah buah Paskah dan Pentakosta. Itu sebabnya ayat 3 menjadi ujian: Roh yang sama yang menyatakan diri dalam karunia selalu membawa pengakuan "Yesus adalah Tuhan". Tidak ada pekerjaan Roh yang berputar jauh dari Kristus.

Cermin

Ayat ini menyentuh dua ketakutan sekaligus. Yang pertama: takut tidak punya apa-apa. Anda melihat orang yang bisa mengajar, melayani konseling, memimpin pujian, dan diam-diam menyimpulkan bahwa Anda hanya pelengkap. Paulus menutup pintu itu: tiap-tiap orang. Yang kedua, lebih halus: memiliki karunia lalu memperlakukannya sebagai identitas pribadi, sesuatu yang membuat Anda dihitung, diundang, dipuji. Ukurannya sederhana dan menyakitkan, yaitu "kebaikan bersama". Kemampuan Anda menganalisis khotbah berguna untuk siapa? Uang, waktu luang, keahlian di tempat kerja, kesabaran menghadapi orang sulit, semuanya titipan, bukan koleksi. Hari ini, tuliskan satu nama dari jemaat atau kelompok kecil Anda yang jarang diperhatikan, lalu kirimkan pesan kepadanya yang menyebut secara konkret satu hal yang Roh kerjakan melalui dia dan yang menolong Anda.

Tokoh Utama

Yang bertindak dalam ayat ini bukan manusia. Manusia hanya menerima. Yang membagi adalah Roh Kudus, dan ayat 11 menegaskan bahwa Ia membagi "seperti yang Ia kehendaki". Roh bukan tenaga rohani yang bisa dipompa dengan teknik atau kesungguhan, melainkan Pribadi yang punya kehendak, yang memilih siapa mendapat apa. Di satu sisi itu menutup mulut orang yang sombong: Anda tidak memilih karunia Anda. Di sisi lain itu melegakan orang yang merasa tertinggal: penempatan Anda bukan kecelakaan. Dan perhatikan watak-Nya. Roh yang kudus justru memilih menyatakan diri lewat jemaat yang bertengkar soal siapa paling hebat. Allah tidak menunggu kita rapi dulu. Ia bekerja di dalam kekacauan kita, dan dengan itu Ia sedang membentuk satu tubuh.

Detail

Perhatikan bentuk pasif dalam kalimat ini: "dikaruniakan". Paulus tidak menulis bahwa setiap orang mengembangkan, menemukan, atau mencapai sesuatu. Ada Pemberi yang sengaja disembunyikan di balik kata kerja pasif itu, dan di seluruh perikop ini Pemberi itu jelas Allah sendiri. Akibatnya tajam: tidak ada satu pun karunia di gereja yang bisa diklaim sebagai hasil usaha. Pengkhotbah berbakat, perawat yang sabar, bendahara yang teliti, semuanya sedang memegang barang titipan. Bentuk pasif ini juga menghapus dasar perbandingan. Orang yang menerima tidak punya posisi untuk menilai pemberian orang lain terlalu kecil atau terlalu mencolok. Satu kata kerja, dan seluruh ekonomi gengsi di Korintus runtuh.

Intertekstual

Di Kisah Para Rasul 2, Petrus menjelaskan Pentakosta dengan nubuat Yoel: Roh dicurahkan atas segala manusia, anak-anak lelaki dan perempuan, hamba-hamba, tua dan muda. Yang di Korintus terasa seperti kekacauan sebenarnya adalah kelanjutan dari hari itu, hanya kini membumi dalam kehidupan jemaat sehari-hari. Bandingkan juga dengan ujung pasal ini. Setelah daftar karunia, Paulus menulis, "Jika satu anggota menderita, semua anggota menderita bersamanya" (ayat 26). Itulah wujud nyata dari "kebaikan bersama": bukan rapat yang mengesankan, melainkan jemaat yang ikut merasakan sakit anggotanya. Lalu ayat 31 mengarahkan kita ke pasal 13. Jalan yang jauh lebih baik itu bukan karunia yang lebih spektakuler, melainkan kasih, satu-satunya cara agar penyataan Roh benar-benar sampai kepada orang lain.

Refleksi

Karunia apa yang Allah titipkan kepada Anda yang selama ini Anda perlakukan sebagai milik pribadi, dan siapa yang seharusnya ikut menikmatinya?

Siapa di jemaat Anda yang paling mudah dianggap tidak memberi kontribusi apa-apa, dan apa yang berubah jika ayat ini benar mengenai dia juga?

Bagikan penjelasan ini

Bantu sebarkan Injil. Kirim penjelasan ini kepada seseorang yang dapat dikuatkan olehnya.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan yang sering diajukan tentang 1 Corinthians 12:7

Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.

Apa arti 1 KORINTUS 12:7?
Di tengah jemaat yang ribut soal siapa paling rohani, Paulus menaruh satu kalimat yang memotong semua perdebatan: "Kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kebaikan bersama." Tidak ada yang dilewati, dan tidak ada yang menerima untuk dirinya sendiri.
Tentang apakah 1 KORINTUS 12:7?
Dalam Perjanjian Lama, Roh Allah turun atas orang-orang tertentu untuk tugas tertentu: pengrajin kemah suci, hakim, raja, nabi. Selalu terbatas, selalu sementara. Musa pernah mengeluh dan sekaligus berharap, kiranya seluruh umat TUHAN menjadi nabi dan Roh-Nya hinggap pada mereka semua (Bilangan 11:29).
Apa konteks historis dari 1 KORINTUS 12:7?
Yang bertindak dalam ayat ini bukan manusia. Manusia hanya menerima. Yang membagi adalah Roh Kudus, dan ayat 11 menegaskan bahwa Ia membagi "seperti yang Ia kehendaki". Roh bukan tenaga rohani yang bisa dipompa dengan teknik atau kesungguhan, melainkan Pribadi yang punya kehendak, yang memilih siapa mendapat apa.
Apa yang 1 KORINTUS 12:7 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Di Kisah Para Rasul 2, Petrus menjelaskan Pentakosta dengan nubuat Yoel: Roh dicurahkan atas segala manusia, anak-anak lelaki dan perempuan, hamba-hamba, tua dan muda. Yang di Korintus terasa seperti kekacauan sebenarnya adalah kelanjutan dari hari itu, hanya kini membumi dalam kehidupan jemaat sehari-hari.
Bagaimana 1 KORINTUS 12:7 masih relevan hari ini?
Siapa di jemaat Anda yang paling mudah dianggap tidak memberi kontribusi apa-apa, dan apa yang berubah jika ayat ini benar mengenai dia juga?
Terwujud berkat para mitra kami

Yang dibagikan komunitas tentang 1 Corinthians 12

Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.

Syukur Editorial pada ayat 21

Terima kasih, Tuhan, karena mata tidak dapat berkata kepada tangan, "Aku tidak membutuhkanmu." Aku bersyukur untuk saudara seiman yang menolong di titik aku lemah, dan untuk tempat yang Engkau beri bagiku melayani mereka. Ajar aku tidak merasa cukup sendiri.

Syukur Editorial pada ayat 23

Terima kasih, Tuhan, karena Engkau memberi penghormatan lebih besar justru kepada anggota tubuh yang dianggap kurang terhormat. Aku bersyukur untuk saudara-saudara yang jarang terlihat, yang melayani diam-diam, dan untuk tempatku sendiri yang berharga di mata-Mu.

Wawasan Editorial pada ayat 12

Perhatikan akhir ayat ini: "demikian juga dengan Kristus." Paulus tidak menutupnya dengan "demikian juga jemaat", padahal itu yang kita duga. Jemaat di Korintus yang saling membanding karunia itu disebutnya tubuh Kristus sendiri. Jadi saat kamu menyingkirkan seorang saudara yang kaupikir tidak penting, siapa sebenarnya yang sedang kaulukai?

Doa Editorial pada ayat 8

Bapa, Engkau yang membagikan hikmat dan pengertian lewat Roh-Mu. Aku sering merasa tak punya apa-apa untuk diberikan. Tolong aku melihat apa yang sudah Kautaruh dalam diriku, dan memakainya untuk menolong orang lain, bukan untuk menonjolkan diri.

Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda

Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.

Buka di alat studi