KOLOSE 3:12
Teks Itu Sendiri
Bayangkan ruangan itu: sebuah rumah di Kolose, lampu minyak, orang-orang berdiri berdesakan, dan seseorang membaca surat Paulus dengan suara keras. Sampailah ia pada ayat 12, dan sebelum ada satu pun perintah, jatuh tiga sebutan ke atas kepala mereka: "orang-orang pilihan Allah, yang kudus dan yang dikasihi." Baru sesudah itu datang kata kerjanya, satu kata saja, seperti seseorang yang menyodorkan jubah: "kenakanlah." Dan yang harus dikenakan bukan jabatan, bukan kuasa, melainkan lima helai yang di dunia itu dianggap pakaian orang kecil: belas kasih, keramahan, kerendahan hati, kelembutan, kesabaran. Kalimatnya dimulai dengan "Jadi," artinya ini bukan awal, melainkan kelanjutan dari sesuatu yang sudah terjadi pada mereka.
Inti
Perhatikan urutannya, sebab di situlah seluruh bobot teologisnya. Paulus tidak berkata: berbelaskasihanlah, supaya kamu menjadi orang pilihan. Ia berkata: karena kamu sudah pilihan, kudus, dikasihi, karena itu kenakanlah. Identitas lebih dulu, perilaku menyusul. Tiga sebutan itu dulunya milik Israel di padang gurun, dan sekarang diletakkan tanpa ragu di atas sekumpulan orang Yunani di kota provinsi yang tidak penting. Mereka tidak sedang melamar posisi itu; mereka sudah berdiri di dalamnya. Inilah anugerah yang bekerja seperti pakaian: diberikan dari luar, lalu dipakai sampai menjadi bentuk tubuh. Dan karena pakaian itu harus dikenakan setiap pagi, teks ini sekaligus jujur: belas kasih tidak tumbuh otomatis dari status baru. Ia harus diambil, diangkat, dipakai, berulang kali, dengan sadar.
Benang Merah
Ketiga sebutan itu punya sejarah panjang. Di Ulangan, ketika Israel berdiri di tepi Tanah Perjanjian, Musa menyebut mereka umat pilihan, umat kudus, umat yang dikasihi, dan alasannya bukan karena mereka besar atau layak, melainkan karena Allah memang mengasihi mereka. Bahasa itulah yang Paulus ambil dan pakaikan kepada jemaat di Kolose. Bukan sebagai kiasan sopan, melainkan sebagai klaim: apa yang dahulu berlaku bagi satu bangsa kini berlaku bagi siapa pun yang ada di dalam Kristus. Ayat 11 baru saja merobohkan temboknya, "Kristus adalah segalanya dan dalam semuanya." Maka ayat 12 adalah kelanjutan logis dari pembuangan Israel, kelahiran di Betlehem, kayu salib, dan kubur yang kosong. Jalan panjang itu berujung pada satu hal yang tampak kecil: orang-orang yang akhirnya sanggup bersabar satu sama lain.
Cermin
Lima helai itu terdengar lembut sampai Anda mencoba memakainya pada orang tertentu. Rekan kerja yang selalu memotong kalimat Anda dalam rapat. Saudara ipar yang mengungkit soal warisan setiap Lebaran. Anak remaja yang membanting pintu dan Anda sudah menyiapkan khotbah di balik pintu itu. Belas kasih mudah untuk orang asing di berita; kelembutan sulit untuk orang yang tidur di kamar sebelah. Dan kerendahan hati, di dunia Paulus maupun dunia kita, selalu terasa seperti kerugian: kalau saya mengalah, siapa yang membela saya? Teks ini tidak menjanjikan Anda akan menang. Ia hanya berkata bahwa Anda sudah dikasihi, sehingga Anda tidak lagi perlu menang. Hari ini, sebutkan satu nama yang paling sulit Anda sabari, tulis nama itu di kertas kecil, lalu ucapkan dengan suara keras: "Aku orang pilihan Allah, yang kudus dan yang dikasihi; kepadanya aku mengenakan kesabaran."
Konteks
Kolose adalah kota kecil di lembah Sungai Lykus, sudah lewat masa jayanya, kalah pamor dari Laodikia di dekatnya. Paulus sendiri belum pernah datang ke sana; jemaat itu lahir dari pelayanan Epafras, dan Paulus menulis dari tahanan. Di dalam ruangan tempat surat ini dibacakan berdiri orang-orang yang menurut hukum Romawi tidak setara: tuan dan budak, orang merdeka dan orang yang tubuhnya milik orang lain, orang Yunani yang terdidik dan orang yang disebut "Barbar" karena bahasanya terdengar seperti bunyi tanpa arti. Dalam masyarakat seperti itu, kerendahan hati bukan kebajikan melainkan aib; itu sikap orang yang memang tidak punya apa-apa. Paulus mengambil kata yang dipakai untuk mengejek dan menjadikannya seragam resmi umat Allah. Itu bukan nasihat sopan santun. Itu penjungkirbalikan tatanan sosial di ruang tamu seseorang.
Detail
Kata "kenakanlah" bukan bahasa moral, melainkan bahasa kamar ganti. Di ayat 9 mereka sudah "menanggalkan manusia lama", dan di ayat 10 "kenakanlah manusia baru". Jadi ayat 12 melanjutkan satu gambar yang sama: seseorang yang pakaian lamanya sudah dilepas dan kini berdiri di depan pakaian yang disediakan untuknya. Perhatikan apa artinya. Pakaian datang dari luar, bukan dari dalam; Anda tidak menumbuhkannya, Anda menerimanya. Tetapi pakaian juga harus dipakai sendiri, tidak ada yang memakaikannya untuk Anda. Dan yang paling jujur: pakaian bisa tergantung rapi tanpa pernah disentuh. Banyak orang Kristen hidup dengan lemari penuh dan tubuh telanjang, hafal bahwa mereka dikasihi, tetapi berjalan keluar rumah dengan tabiat lama yang sudah dinyatakan mati.
Tokoh Utama
Yang sesungguhnya berdiri di tengah ayat ini bukan jemaat Kolose, melainkan Allah yang memilih, menguduskan, dan mengasihi. Ketiga kata itu semuanya pasif bagi manusia: ada yang memilih, ada yang mengkhususkan, ada yang mengasihi, dan bukan mereka pelakunya. Allah di sini bukan hakim yang menunggu hasil, melainkan Pribadi yang sudah memutuskan lebih dulu. Dan karakter-Nya menentukan isi lemari pakaian itu: belas kasih, keramahan, kesabaran. Lima sifat itu bukan daftar acak; itu potret Allah sendiri sebagaimana Ia memperkenalkan diri kepada Musa, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Ayat 13 menutup lingkarannya dengan telanjang: "Sama seperti Tuhan telah mengampunimu, maka kamu juga harus saling mengampuni." Ukurannya bukan kelayakan orang itu, melainkan pengalaman Anda sendiri sebagai orang yang diampuni.
Jalinan Ayat
Dua gema penting. Pertama, Ulangan 7: Israel disebut umat pilihan, kudus, dan dikasihi bukan karena jumlah atau jasa, melainkan semata karena Allah mengasihi mereka dan memegang janji-Nya. Paulus memindahkan seluruh kalimat itu ke jemaat non-Yahudi tanpa menurunkan bobotnya, dan di situlah letak kejutannya bagi pendengar pertama. Kedua, Filipi 2, di mana Yesus yang setara dengan Allah mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba. Kerendahan hati di Kolose 3:12 bukan sikap psikologis, melainkan meniru gerakan Kristus sendiri: turun, bukan naik. Kedua teks ini menjelaskan mengapa Paulus berani menyusun ayat ini sebagai perintah. Yang diminta dari jemaat adalah mengenakan watak Allah yang sudah mereka lihat berjalan di atas bumi dalam diri Yesus.
Profil
Dengarkan ayat ini dengan telinga seorang budak yang berdiri di belakang ruangan. Ia baru saja mendengar bahwa di dalam Kristus tidak ada lagi budak atau orang merdeka, dan sebelum ia sempat menelan kalimat itu, ia mendengar dirinya disebut pilihan Allah, kudus, dikasihi. Kata-kata yang seumur hidup tidak pernah dilekatkan pada namanya. Lalu dengarkan dengan telinga tuannya, yang berdiri beberapa langkah di depan, dan yang diminta mengenakan kerendahan hati dan kelembutan, termasuk terhadap orang di belakangnya itu. Surat ini dibacakan kepada keduanya sekaligus, dalam satu ruangan, tanpa pembedaan. Itulah yang sering luput dari kita yang membaca sendirian di meja makan: ayat ini tidak pernah dimaksudkan sebagai renungan pribadi, melainkan sebagai pakaian seragam sebuah komunitas yang seharusnya tidak mungkin ada.
Pertanyaan
Tetapi apa yang Anda lakukan kalau pakaian itu tidak kunjung pas? Kalau Anda sudah bertahun-tahun percaya, dan kelembutan masih terasa seperti jubah pinjaman yang jatuh melorot setiap kali Anda lelah? Paulus tidak menjawabnya dengan menurunkan standar, dan jujur saja, ia juga tidak menjanjikan bahwa suatu hari ini akan menjadi mudah. Yang ia berikan hanyalah satu kata di ayat 10: manusia baru itu "terus-menerus diperbarui". Artinya proses ini belum selesai dan tidak akan selesai di sisi ini. Ada ketegangan yang teks ini biarkan terbuka: Anda sudah mati dan hidup Anda tersembunyi bersama Kristus, namun tabiat lama masih punya suara. Teks ini tidak menyelesaikan ketegangan itu; ia hanya menunjuk ke ayat 4, pada hari ketika Kristus dinyatakan dan apa yang tersembunyi akhirnya terlihat.
Refleksi
Sebutan mana dari ketiganya, pilihan, kudus, dikasihi, yang paling sulit Anda percaya tentang diri Anda sendiri, dan mengapa justru yang itu?
Dari lima helai itu, mana yang paling sering Anda tinggalkan tergantung di lemari, dan terhadap siapa secara khusus?
Di mana dalam hidup Anda kerendahan hati masih terasa sebagai kekalahan, bukan sebagai kebebasan?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Colossians 3:12
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti KOLOSE 3:12?
Tentang apakah KOLOSE 3:12?
Apa konteks historis dari KOLOSE 3:12?
Apa yang KOLOSE 3:12 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana KOLOSE 3:12 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Colossians 3
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih untuk satu kata kecil yang mengubah segalanya: "dahulu". Dulu aku hidup di dalam hal-hal itu, tetapi Engkau tidak membiarkanku tinggal di sana. Hidupku yang lama sudah Kautinggalkan di belakang, dan aku bersyukur Engkau memberiku hidup yang baru di dalam Kristus.
Terima kasih, Tuhan, karena setiap pekerjaan yang kulakukan tidak pernah sia-sia di hadapan-Mu. Engkau menjanjikan warisan sebagai upah bagi mereka yang melayani Kristus. Aku bersyukur boleh bekerja untuk-Mu, bukan sekadar untuk manusia.
Jadi, jika kamu telah dibangkitkan bersama Kristus, carilah perkara-perkara yang di atas, di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah." Perhatikan: carilah. Kata kerja yang terus berjalan, bukan sekali selesai. Hatimu akan selalu mencari sesuatu hari ini. Pertanyaannya cuma satu: ke arah mana?
Hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan." Perhatikan, Paulus berbicara langsung kepada para istri, bukan lewat suami mereka. Mereka diperlakukan sebagai pribadi yang sanggup memilih sendiri. Dan ukurannya bukan selera suami, melainkan "di dalam Tuhan". Penyerahanmu selalu punya alamat yang lebih tinggi.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi