YEHEZKIEL 14
Teks Itu
Para tua-tua Israel duduk di lantai rumah Yehezkiel di Tel-Abib, menunggu firman. Allah menjawab, tetapi bukan jawaban yang mereka cari: Ia menyingkap bahwa mereka menjunjung berhala di dalam hati sambil meminta petunjuk, dan Ia sendiri akan "menjawab" mereka, yaitu dengan menghadapkan wajah-Nya melawan mereka. Lalu datang bagian kedua: sekalipun Nuh, Daniel, dan Ayub berdiri di negeri yang berdosa itu, mereka hanya menyelamatkan nyawa mereka sendiri. Yerusalem akan jatuh, tetapi sisa yang selamat akan datang ke pembuangan, dan dari cara hidup mereka para buangan akan mengerti bahwa Allah tidak bertindak tanpa alasan.
Inti
Bayangkan keheningan itu. Orang-orang tua duduk, mungkin bersila, tangan di lutut, menanti. Mereka datang dengan sopan santun yang sempurna. Dan Allah berkata kepada nabi-Nya: lihat apa yang mereka bawa masuk. Bukan patung di tangan, melainkan "berhala-berhala mereka di dalam hati mereka." Inilah yang membuat pasal ini begitu tajam: Allah menolak memisahkan ibadah dari kesetiaan. Doa yang dinaikkan dengan hati yang sudah terikat pada hal lain bukanlah doa netral; itu penghinaan yang berpakaian saleh. Dan perhatikan betapa mengerikan belas kasihan-Nya: Ia tetap menjawab, tetapi jawaban-Nya adalah pembongkaran. Ia menjawab "supaya Aku dapat memikat hati keturunan Israel, yang telah mengasingkan dirinya sendiri dari-Ku." Allah melukai agar hati kembali.
Benang Merah
Tiga nama itu, Nuh, Daniel, Ayub, dipilih bukan sembarangan: tiga orang benar yang hidup di tengah dunia yang runtuh, dan yang lewat mereka orang lain pernah luput. Nuh menyelamatkan satu keluarga di dalam bahtera; Ayub berdoa bagi sahabat-sahabatnya. Tetapi di sini Allah menutup pintu itu: "mereka hanya akan menyelamatkan nyawa mereka sendiri dengan kebenaran mereka." Kebenaran seseorang tidak dapat dipinjamkan. Dan justru di situlah terbuka jurang yang hanya dapat diisi oleh Satu. Perjanjian Baru berbicara tentang kebenaran yang justru dapat diberikan, yang dihitungkan kepada orang lain, karena Yang Benar itu tidak hanya berdiri di tengah negeri yang dihukum melainkan memikul hukuman itu. Yehezkiel 14 adalah ruang kosong berbentuk salib.
Cermin
Kita jarang menyembah patung. Tetapi kita datang kepada Allah sambil tetap memegang hal-hal yang sebenarnya mengatur hidup kita: angka di rekening yang menentukan apakah kita merasa aman, penilaian atasan yang menentukan harga diri, anak yang prestasinya menjadi bukti bahwa hidup kita berhasil. Lalu kita berdoa, "Tuhan, tunjukkan kehendak-Mu," padahal kita hanya ingin stempel untuk keputusan yang sudah diambil. Allah melihat "batu sandungan kejahatan" yang kita letakkan di hadapan wajah kita sendiri, benda yang kita pandang setiap hari sebelum memandang Dia. Dan Ia tidak berpura-pura tidak melihat. Hari ini, tuliskan di selembar kertas satu hal yang paling sering Anda pikirkan sebelum tidur, lalu ucapkan dengan suara keras: "Ini bukan Allahku," dan berikan kertas itu kepada Tuhan dalam doa singkat.
Sang Tokoh Utama
Tokoh utama pasal ini bukan Yehezkiel dan bukan para tua-tua, melainkan Allah yang menolak menjadi sumber informasi. Ia bisa saja diam, seperti yang Ia lakukan terhadap Saul. Sebaliknya Ia berbicara, dan setiap kalimat-Nya menembus. Ia bersumpah dengan diri-Nya sendiri, "demi Aku yang hidup," tiga kali, seperti orang yang berdiri dan mengangkat tangan karena yang dikatakan terlalu penting untuk diucapkan sambil duduk. Namun di tengah kemarahan itu terdengar kalimat yang nyaris lembut: "Bertobatlah dan berbaliklah dari berhala-berhalamu." Dan tujuan akhirnya diucapkan dengan bahasa pernikahan perjanjian: "supaya mereka dapat menjadi umat-Ku, dan Aku dapat menjadi Allah mereka." Ini bukan Allah yang ingin menghancurkan. Ini Allah yang ingin dimiliki dan memiliki.
Konteks
Kita berada sekitar tahun 591 sebelum Masehi, di tepi kanal Kebar di Babel. Yehezkiel dan ribuan orang Yehuda sudah diangkut pada gelombang pembuangan pertama, enam tahun sebelumnya. Yerusalem masih berdiri, Bait Suci masih berfungsi, dan itulah persoalannya: para buangan hidup dari harapan bahwa pembuangan ini singkat, bahwa Allah tidak mungkin membiarkan kota-Nya jatuh. Para tua-tua adalah pemimpin komunitas yang kehilangan segalanya kecuali wibawa sosial. Mereka datang kepada nabi seperti orang mendatangi penasihat: beri kami kabar baik, beri kami tanggal pulang. Mereka tidak datang sebagai orang berdosa. Mereka datang sebagai klien. Dan Allah menolak transaksi itu secara total, lalu menghancurkan harapan palsu mereka dengan empat hukuman atas Yerusalem.
Detailnya
Ayat 22 dan 23 adalah penutup yang aneh dan hampir tidak enak dibaca. Akan ada orang-orang yang selamat, dibawa keluar dari reruntuhan ke Babel. Tetapi mereka bukan bukti bahwa Allah terlalu keras; justru sebaliknya. "Kamu akan melihat jalan-jalan mereka dan perbuatan-perbuatan mereka, kamu akan dihibur." Penghiburan yang pahit: ketika para buangan melihat betapa bobroknya hidup saudara-saudara mereka yang baru tiba, mereka akan berhenti menuduh Allah. Kata yang dipakai untuk "dihibur" dalam bahasa Ibrani, nacham, biasanya berarti dihibur setelah kematian. Jadi penghiburan di sini bukan "semuanya baik-baik saja," melainkan ketenangan yang datang setelah kita berhenti bertengkar dengan keadilan Allah. Kadang damai sejahtera dimulai justru di titik itu.
Refleksi
Apa yang terakhir kali saya minta kepada Tuhan dalam doa, dan apakah saya sungguh terbuka pada jawaban yang membongkar, bukan hanya jawaban yang membenarkan?
Jika kebenaran orang lain tidak dapat menyelamatkan saya, pada kebenaran siapa sebenarnya saya bersandar hari ini?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Ezekiel 14
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YEHEZKIEL 14?
Tentang apakah YEHEZKIEL 14?
Apa konteks historis dari YEHEZKIEL 14?
Apa yang YEHEZKIEL 14 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YEHEZKIEL 14 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Ezekiel 14
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, Engkau tidak mengusir para tua-tua Israel yang datang dan duduk di hadapan nabi-Mu, walau hati mereka masih menyimpan berhala. Engkau tetap berbicara, tetap menyingkapkan apa yang tersembunyi, dan tetap memanggil kami pulang kepada-Mu.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
