HOSEA 2:20
Teks
Di padang belantara, jauh dari pasar dan mezbah dan mata orang banyak, seorang suami berdiri di hadapan perempuan yang telah meninggalkannya. Ia tidak menuntut penjelasan. Ia mengucapkan janji nikah. Ayat ini adalah kalimat terakhir dari rangkaian ikrar itu: "Aku akan menjadikanmu istri-Ku dalam kesetiaan sehingga kamu akan mengenal TUHAN." Setelah kebenaran, keadilan, kasih setia dan belas kasih disebut satu per satu pada ayat sebelumnya, kesetiaan menjadi meterai terakhir. Dan janji itu tidak berhenti pada status hukum. Ada tujuan di ujungnya: perempuan itu akan mengenal Dia. Bukan mengenal tentang Dia, melainkan mengenal Dia sebagaimana seorang istri mengenal suaminya, dengan pengenalan yang tumbuh dari hidup bersama, bukan dari keterangan pihak ketiga.
Inti
Perhatikan siapa yang berbicara dan siapa yang diam. Sepanjang ayat ini hanya ada satu subjek yang bertindak: "Aku akan menjadikanmu." Perempuan itu tidak menawar, tidak berjanji memperbaiki diri, tidak menyodorkan bukti pertobatan yang meyakinkan. Ia hanya menerima. Inilah anugerah dalam bentuknya yang paling telanjang: Allah mengikat diri kembali kepada umat yang track record-nya justru membuktikan bahwa mereka tidak layak diikat. Dan yang menjamin ikatan itu bukan kesetiaan Israel, melainkan kesetiaan Allah sendiri; kata itulah yang Ia bawa sebagai mas kawin. Lalu muncul akibatnya, bukan syaratnya: "sehingga kamu akan mengenal TUHAN." Pengenalan akan Allah bukan tiket masuk ke dalam perjanjian, melainkan buah yang tumbuh di dalamnya. Kita tidak mengenal Dia lebih dahulu lalu dipeluk; kita dipeluk, dan di dalam pelukan itu barulah kita mulai mengenal siapa yang memeluk.
Benang Merah
Janji ini menggantung di udara selama berabad-abad tanpa mempelai yang menjemput. Israel pulang dari pembuangan, tetapi pengenalan yang dijanjikan itu tidak kunjung merata; nabi demi nabi masih harus menegur umat yang tahu banyak tentang Allah dan mengenal Dia sedikit. Lalu datang seorang Pria yang menyebut diri-Nya mempelai laki-laki, yang makan bersama pelacur dan pemungut cukai, dan yang pada malam sebelum kematian-Nya mengangkat cawan dan berbicara tentang perjanjian dalam darah-Nya. Di situ mas kawin Hosea akhirnya dibayar tunai. Kesetiaan yang menjamin pernikahan itu bukan lagi sekadar sifat Allah yang diucapkan lewat nabi, melainkan tubuh yang tergantung dan tidak menarik diri. Salib adalah harga sebuah ikatan yang tidak bisa dibatalkan oleh perzinaan pihak kedua.
Cermin
Pertanyaan yang ditinggalkan ayat ini bukan "sudah berapa banyak yang kamu tahu tentang Allah," melainkan "seberapa dekat kamu berani tinggal." Banyak dari kita hidup seperti Gomer setelah dijemput: secara hukum kembali ke rumah, tetapi hati masih menghitung-hitung kemungkinan lain. Kita menyimpan cadangan. Kalau pekerjaan ini hilang, kalau anak itu tidak berubah, kalau tabungan itu habis, kita diam-diam sudah tahu ke pintu siapa kita akan mengetuk. Itulah sebabnya pengenalan akan Tuhan tumbuh lambat pada orang yang rajin beribadah: kita hadir tanpa menyerahkan diri. Ayat ini menolak logika itu dengan keras dan lembut sekaligus. Hari ini, tulislah kelima kata mas kawin itu di secarik kertas, kebenaran, keadilan, kasih setia, belas kasih, kesetiaan, lalu ucapkan dengan suara terdengar: "Ini yang Engkau janjikan kepadaku."
Konteks
Hosea bernubuat di Kerajaan Utara pada masa yang, dari luar, tampak cemerlang. Perdagangan lancar, perbatasan aman, panen melimpah. Justru kemakmuran itulah masalahnya. Di Kanaan, Baal adalah dewa hujan dan kesuburan; ibadah kepadanya menjanjikan gandum, anggur, dan minyak, dan sering melibatkan pelacuran kultus di bukit-bukit pengorbanan. Israel tidak meninggalkan TUHAN secara resmi; mereka hanya menambahkan asuransi. Dalam masyarakat itu, seorang suami yang istrinya berzina berhak mempermalukannya di depan umum dan mengusirnya tanpa apa-apa, persis seperti ancaman pada ayat-ayat awal pasal ini. Maka ketika Allah malah membawa perempuan itu ke padang belantara untuk berbicara lemah lembut dan membayar mas kawin baru, Ia sedang melanggar setiap kode kehormatan yang dipahami pendengarnya.
Gema Kitab Suci
Yeremia kemudian mengambil benang yang sama ketika ia berbicara tentang perjanjian baru: hukum tertulis di hati, dan tidak seorang pun lagi perlu mengajar sesamanya untuk mengenal TUHAN, sebab semua akan mengenal Dia. Hosea menjanjikan pengenalan itu kepada seorang istri; Yeremia memperluasnya kepada seluruh umat, dari yang terkecil sampai yang terbesar. Dan dalam doa-Nya menjelang penyaliban, Yesus mendefinisikan hidup yang kekal bukan sebagai durasi melainkan sebagai pengenalan akan Allah yang benar dan akan Dia yang diutus-Nya. Ketiganya menunjuk ke arah yang sama: tujuan akhir keselamatan bukanlah keamanan, bukan pula kemakmuran yang dulu dikejar Israel dari Baal, melainkan mengenal Pribadi yang mengikat diri kepada kita.
Detail
Kata "mengenal" di sini menerjemahkan kata Ibrani yada, kata yang sama yang dipakai untuk keintiman suami istri. Tetapi yang lebih tajam adalah gemanya di dalam pasal ini sendiri. Pada ayat 8 Allah mengeluh: "Dia tidak tahu bahwa Akulah yang memberinya gandum, air anggur, dan minyak." Itulah luka yang sesungguhnya. Bukan bahwa Israel kekurangan, melainkan bahwa ia menikmati pemberian tanpa mengenali tangan pemberinya, lalu berterima kasih kepada alamat yang salah. Dan di ayat 20 luka itu disembuhkan bukan dengan pelajaran, melainkan dengan pernikahan. Ketidaktahuan yang dilahirkan oleh perselingkuhan hanya bisa dipulihkan oleh kedekatan yang dipulihkan. Kita mulai mengenal Pemberi pada saat kita berhenti hidup di luar rumah-Nya.
Refleksi
Pemberian apa dalam hidupmu yang belakangan ini kamu nikmati tanpa mengenali tangan yang memberikannya, dan kepada siapa diam-diam kamu berterima kasih?
Jika pengenalan akan Tuhan tumbuh dari tinggal dekat, bukan dari menambah informasi, bagian mana dari hidupmu yang selama ini kamu jaga tetap berada di luar jangkauan-Nya?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Hosea 2:20
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti HOSEA 2:20?
Tentang apakah HOSEA 2:20?
Apa konteks historis dari HOSEA 2:20?
Apa yang HOSEA 2:20 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana HOSEA 2:20 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Hosea 2
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Setelah semua pengkhianatan itu, Allah tidak berkata, "Cukup." Dia justru melamar ulang, dan janji-Nya berakhir di satu kalimat: "engkau akan mengenal TUHAN." Perhatikan urutannya. Kesetiaan-Nya lebih dulu, baru pengenalanmu akan Dia. Kamu tidak mengenal Allah karena berhasil setia, tetapi karena Dia setia duluan. Hari ini mungkin yang kamu butuhkan bukan usaha yang lebih keras, melainkan keberanian percaya bahwa Dia masih mau mengikat janji denganmu.
Aku akan merusak pohon anggurnya dan pohon aranya, yang telah dikatakannya, 'Ini adalah upahku yang diberikan kepadaku oleh para kekasihku.'" Yang Allah ambil bukan sesuatu yang asing, melainkan pemberian-Nya sendiri yang salah kauberi nama. Mungkin ada hal baik dalam hidupmu yang kausebut hasil usahamu. Apa jadinya jika itu hilang? Siapa yang kaucari lebih dulu?
Sebab itu, ketahuilah, Aku akan membujuknya dan membawanya ke padang belantara, lalu berbicara kepada hatinya." Istri yang berkhianat itu tidak diusir, tetapi diajak pergi berdua. Padang gurun memang sunyi, tanpa hiburan, tanpa kekasih lain yang bisa dikejar. Mungkin kekeringan yang kamu rasakan sekarang bukan tanda Dia membuangmu, melainkan cara-Nya merebut kembali hatimu.
Aku akan pergi mengikuti para kekasihku, yang memberiku roti dan air, bulu domba dan lenanku, minyak dan minumanku." Perhatikan daftar itu: semuanya pemberian Tuhan, tetapi dicatat atas nama orang lain. Di situlah luka-Nya. Bukan hanya kau pergi, tetapi kau berterima kasih kepada yang salah. Hari ini, siapa yang kausebut sumber berkatmu?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi