YESAYA 42:6
Teks Itu Sendiri
TUHAN berbicara langsung kepada Hamba-Nya: "Aku, TUHAN, telah memanggilmu dalam kebenaran. Aku akan memegang tanganmu dan menjagamu." Lalu Ia menyebutkan untuk apa Hamba itu dipanggil: Allah akan menetapkan-Nya "sebagai satu perjanjian bagi umat manusia dan sebagai terang bagi bangsa-bangsa", yang berarti membuka mata yang buta dan mengeluarkan tawanan dari rumah tahanan. Panggilan, pegangan tangan, lalu misi yang jauh lebih luas daripada satu bangsa kecil yang sedang hancur.
Inti Pesannya
Yang mengejutkan di sini bukan bahwa Allah mengutus seseorang, melainkan bahwa Allah menjadikan seseorang sebagai perjanjian. Biasanya perjanjian adalah dokumen, sumpah, darah korban, dua pihak yang terikat. Di sini perjanjian itu berwujud pribadi. Hamba ini bukan pembawa pesan damai; Ia adalah damai itu sendiri, berjalan dan bernapas. Dan perhatikan jangkauannya: bukan hanya Israel, tetapi "umat manusia" dan "bangsa-bangsa". Allah tidak sedang memperbaiki satu bangsa yang rusak; Ia sedang memakai bangsa yang rusak itu untuk menerangi seluruh bumi. Kebenaran (tsedeq) di sini bukan sekadar sifat moral Allah, melainkan kesetiaan-Nya yang membuat Ia bertindak menyelamatkan ketika tidak ada satu pun alasan dalam diri umat-Nya untuk diselamatkan.
Benang Merah
Bayangkan telinga orang buangan mendengar kata "melepaskan para tawanan dari penjara". Mereka pasti berpikir: pulang ke Yerusalem. Dan memang itu terjadi. Tetapi nubuat ini terlalu besar untuk muat dalam satu rombongan pulang kampung. Berabad-abad kemudian, seorang tua bernama Simeon menggendong bayi di Bait Allah dan menyebut-Nya terang bagi bangsa-bangsa (Lukas 2:32). Ia mengutip ayat ini. Gereja mula-mula membaca Yesaya 42 dan melihat wajah Yesus Kristus: yang tidak mematahkan buluh terkulai, yang darah-Nya disebut darah perjanjian, yang membuka mata orang buta secara harfiah dan rohani. Benang merahnya bukan alegori yang dipaksakan; ini janji yang menunggu tubuh, dan akhirnya menemukannya.
Cermin
Mungkin Anda mengenal rasa itu: dipanggil untuk sesuatu yang jelas melampaui kapasitas Anda. Memimpin kelompok kecil padahal iman sendiri sedang tipis. Mengurus orang tua yang pikun sambil bekerja penuh waktu. Tetap jujur di kantor ketika semua orang menganggap Anda naif. Ayat ini tidak berkata, "Kuatkan dirimu." Ayat ini berkata, "Aku akan memegang tanganmu." Urutannya penting: panggilan datang lebih dulu, lalu pegangan tangan, baru tugas. Kita sering membalik urutannya dan mengira harus sanggup dulu sebelum layak dipanggil. Padahal yang menopang bukan genggaman kita pada Allah, melainkan genggaman-Nya pada kita. Hari ini, tuliskan di secarik kertas satu tanggung jawab yang paling membuat Anda lelah, lalu di bawahnya salin kalimat ini: "Aku akan memegang tanganmu dan menjagamu." Letakkan kertas itu di tempat Anda bekerja.
Detail yang Mudah Terlewat
"Aku akan memegang tanganmu." Di Babel, kalimat itu punya bobot politik yang tajam. Setiap tahun baru, raja Babel berjalan dalam prosesi besar dan menggenggam tangan patung dewa Marduk. Ritual itu adalah legitimasi: tanpa menggenggam tangan sang dewa, engkau bukan raja yang sah. Para buangan Yehuda menyaksikan itu dengan mata kepala sendiri, mencium asap dupa, mendengar sorak ribuan orang di jalan prosesi. Lalu nabi ini berkata: TUHAN-lah yang memegang tangan, bukan sebaliknya. Manusia tidak melegitimasi Allah dengan menggenggam patung-Nya; Allah yang meraih tangan hamba-Nya. Hal yang sama dikatakan tentang Koresh, raja Persia, dalam Yesaya 45:1. Allah Israel yang kalah perang ternyata memegang tangan kaisar-kaisar.
Sang Tokoh Utama
Yang berbicara di sini adalah Allah yang baru saja memperkenalkan diri-Nya sebagai pencipta langit dan pemberi napas (ayat 5). Lalu dalam ayat 8 Ia bersikeras: "Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain." Ada nada cemburu di situ, dan cemburu itu wajar bagi orang buangan yang setiap hari melihat kemegahan kuil asing. Namun kecemburuan Allah ini tidak berujung pada pengurungan diri. Justru sebaliknya: Ia membuka diri ke arah "bangsa-bangsa", ke arah orang-orang yang menyembah patung itu. Inilah potret Allah yang paling sulit dipahami sekaligus paling melegakan: begitu serius tentang kemuliaan-Nya sendiri sehingga Ia rela menyebarkannya sampai ke pesisir-pesisir terjauh, lewat seorang Hamba yang tidak berteriak di jalan-jalan.
Pertanyaan yang Tersisa
Jika Hamba ini ditetapkan sebagai terang bagi bangsa-bangsa, mengapa dunia masih begitu gelap? Para buangan yang mendengar nubuat ini memang pulang, tetapi mereka pulang ke kota yang reruntuhannya belum dibereskan, ke tembok yang baru dibangun satu setengah abad kemudian, ke kemiskinan dan perpecahan. Mata yang buta tidak serta-merta terbuka. Dan sejujurnya, kita pun belum melihat penjara-penjara dunia ini kosong. Yesaya tidak memberi kita jadwal. Ia memberi kita kepastian tentang siapa yang memegang tangan, bukan kapan tugas itu selesai. Mungkin itulah bentuk iman yang paling dewasa: hidup di antara janji dan penggenapannya, tanpa berpura-pura bahwa jarak itu tidak ada, dan tanpa menyimpulkan bahwa jarak itu berarti janji itu kosong.
Renungan
Di bagian hidup mana saya diam-diam percaya bahwa saya harus sanggup dulu sebelum Allah mau memegang tangan saya?
"Patung" apa yang hari ini saya genggam untuk merasa sah dan berharga, dan apa yang berubah jika saya percaya bahwa Allah yang justru menggenggam saya?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Isaiah 42:6
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YESAYA 42:6?
Tentang apakah YESAYA 42:6?
Apa konteks historis dari YESAYA 42:6?
Apa yang YESAYA 42:6 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YESAYA 42:6 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Isaiah 42
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Lihatlah, hal-hal yang dahulu telah terjadi, dan hal-hal yang baru akan Kuberitakan. Sebelum hal-hal itu bertumbuh, Aku memberitakannya kepadamu." Allah memberitahu sebelum benihnya muncul di permukaan tanah. Yang sudah terjadi menjadi bukti bahwa suara-Nya bisa dipercaya. Jadi kalau hidupmu terasa tak bergerak, mungkin sesuatu sedang tumbuh di tempat yang belum kelihatan matamu.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi