HAKIM-HAKIM 1
Teks
Sesudah Yosua meninggal, Israel menanyakan kepada TUHAN siapa yang harus maju lebih dahulu, dan jawabannya jelas: Yehuda. Yehuda pun maju bersama Simeon, menang di Bezek, merebut Yerusalem, Hebron, Debir, dan pasal ini menyelipkan kisah kecil tentang Kaleb, Otniel, dan Akhsa yang meminta mata air. Lalu nadanya berubah: mulai dari ayat 19 kata "tidak mengusir" muncul berulang-ulang, suku demi suku, sampai pasal ini berakhir bukan dengan kemenangan melainkan dengan daftar kegagalan yang rapi dan dingin.
Inti
Pasal ini dibuka dengan pertanyaan yang benar kepada Pribadi yang benar, dan Allah menjawab tanpa ragu: "Suku Yehuda akan maju. Lihatlah, Aku menyerahkan negeri itu ke dalam tangannya." Perhatikan bentuk kalimatnya. Penyerahan itu sudah selesai dari pihak Allah; yang belum selesai adalah keberanian Israel untuk memercayainya. Karena itu ayat 19 begitu menyakitkan: "TUHAN menyertai orang Yehuda", tetapi kalimat yang sama berlanjut dengan "mereka tidak dapat mengusir penduduk yang tinggal di lembah, sebab orang-orang ini memiliki kereta-kereta besi." Penyertaan Allah tidak berkurang; perhitungan manusia yang mengambil alih. Inilah inti teologisnya: kegagalan umat Allah biasanya bukan kalah perang, melainkan menghitung ulang janji Allah dengan kalkulator besi.
Benang Merah
Bahwa Yehuda yang maju lebih dahulu bukan kebetulan susunan. Yakub sudah menubuatkan bahwa tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda, dan di padang gurun Yehuda selalu berjalan paling depan. Jadi pasal pertama Hakim-hakim membuka dengan benar arahnya: dari Yehuda datang pemimpin. Tetapi Yehuda dalam pasal ini hanya separuh berhasil. Ia merebut Yerusalem lalu kehilangannya kembali, sebab ayat 21 mencatat orang Yebus masih tinggal di sana. Baru Daud, anak Yehuda, yang benar-benar mengambil Yerusalem, dan baru Anak Daud yang benar-benar menuntaskan pekerjaan yang selalu kita tinggalkan setengah jalan. Hakim-hakim 1 adalah janji yang terlalu besar untuk digenapi oleh tangan yang memegangnya saat itu.
Cermin
Bacalah lagi daftar panjang "tidak mengusir" itu dan tanyakan di mana Anda mengenalinya. Ayat 28 paling telanjang: ketika Israel menjadi kuat, mereka tidak mengusir orang Kanaan, tetapi menjadikan mereka pekerja rodi. Artinya: begitu ada keuntungan ekonomi dari kompromi, ketaatan berhenti terasa penting. Kita melakukan hal yang sama dengan kebiasaan yang seharusnya dibuang tetapi ternyata berguna, dengan relasi yang merusak tetapi menguntungkan karier, dengan cara berbisnis yang kita tahu tidak jujur tetapi menghidupi keluarga. Kanaan tidak diusir; Kanaan dipekerjakan. Dan yang tinggal di dalam rumah, cepat atau lambat, akan menentukan suasana rumah. Pasal berikutnya akan mengatakannya dengan keras: mereka menjadi jerat.
Pertanyaan
Sulit membaca ayat 6 tanpa merasa tidak nyaman. Ibu jari tangan dan kaki Adoni-Bezek dipotong, dan raja itu sendiri yang menafsirkannya: "Seperti yang telah aku lakukan, demikianlah Allah membalas kepadaku." Apakah Alkitab menyetujui mutilasi itu? Teks tidak berkata begitu. Yang dikatakan hanyalah bahwa korbannya mengenali keadilan di dalamnya, tujuh puluh raja yang dulu memungut remah-remah di bawah mejanya kini terbalas dalam dirinya sendiri. Kitab Hakim-hakim penuh dengan tindakan yang dilaporkan tanpa dipuji. Kita ingin narator memberi penilaian moral yang rapi; ia menolak. Mungkin justru itu maksudnya: kekerasan yang dipakai Israel di sini adalah kekerasan Kanaan, dan mereka sedang belajar dari tetangga yang tidak mereka usir.
Detail
Akhsa. Di tengah daftar perang, muncul seorang perempuan yang turun dari keledainya dan berkata kepada ayahnya: "Berikanlah aku berkat. Sebab, engkau memberikan tanah yang kering kepadaku, berikanlah juga mata air kepadaku." Ia tidak menuntut lebih banyak tanah, ia menuntut air. Ia tahu bahwa tanah tanpa mata air adalah warisan yang mati. Dan ia mendapatkannya, dua-duanya, hulu dan hilir. Di pasal yang mencatat begitu banyak suku yang berhenti sebelum selesai, satu perempuan muda menolak menerima setengah berkat. Kontrasnya sengaja: sepuluh suku puas dengan pegunungan tanpa lembah, sementara Akhsa berkeras sampai warisannya benar-benar bisa hidup. Iman kadang berbentuk permintaan yang tidak sopan.
Intertekstualitas
Kitab ini dibuka dengan "Setelah kematian Yosua", persis meniru pembukaan Kitab Yosua, "sesudah matinya Musa". Tetapi setelah Musa, Allah mengangkat Yosua; setelah Yosua, tidak ada siapa-siapa, hanya sebuah pertanyaan. Kekosongan itulah tema seluruh kitab.
Dua gema lain menusuk. Pertama, kisah Otniel dan Akhsa hampir sama kata demi kata dengan Yosua 15, tempat kisah itu berdiri sebagai contoh iman yang tuntas. Di sini kisah yang sama dipakai sebagai kontras terhadap kegagalan di sekitarnya. Kedua, kereta besi: dalam Yosua, Yosua justru menjanjikan bahwa Israel akan mengalahkan orang Kanaan yang berkereta besi. Hakim-hakim 1 mengutip halangan itu sebagai alasan. Janji yang sama, kesimpulan yang berlawanan. Dan "pekerja rodi" akan kembali di zaman Salomo, ketika kompromi ini dilembagakan sebagai kebijakan negara.
Refleksi
Di bagian hidup mana Anda sudah berhenti berperang dan mulai "mempekerjakan" apa yang seharusnya diusir, karena ternyata menguntungkan?
Akhsa meminta mata air, bukan hanya tanah. Apa yang selama ini Anda terima sebagai setengah berkat, padahal seharusnya Anda minta seluruhnya kepada Bapa?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Judges 1
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti HAKIM-HAKIM 1?
Tentang apakah HAKIM-HAKIM 1?
Apa konteks historis dari HAKIM-HAKIM 1?
Apa yang HAKIM-HAKIM 1 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana HAKIM-HAKIM 1 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Judges 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, karena ketika bani Dan didesak orang Amori ke pegunungan dan tidak dibiarkan turun ke lembah, Engkau tetap tidak meninggalkan mereka. Terima kasih Engkau menyertai kami juga di tempat sempit yang bukan pilihan kami, dan tetap memberi kami tanah untuk berpijak.
Tuhan, Engkau yang menentukan siapa maju lebih dulu dan kapan saatnya. Aku sering ragu melangkah karena takut gagal, padahal Engkau sudah lebih dulu menyiapkan jalan di depanku. Beri aku keberanian untuk taat hari ini, dan hati yang percaya bahwa hasilnya ada di tangan-Mu.
Bapa, seperti seorang anak yang turun dari tunggangannya dan berani meminta kepada ayahnya, aku datang kepada-Mu. Sering aku ragu, takut permintaanku terlalu besar atau terlalu kecil. Ajar aku percaya bahwa Engkau senang mendengar, dan mau memberi yang terbaik.
Terima kasih, Tuhan, karena meski suku Naftali tinggal di tengah orang Kanaan yang tidak mereka usir, Engkau tetap menyertai umat-Mu. Aku bersyukur, di tengah kelemahan dan ketidaktaatanku, Engkau tidak meninggalkanku, melainkan tetap setia menuntunku hari demi hari.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
