LUKAS 1:68
Teksnya
Setelah berbulan-bulan membisu, hal pertama yang keluar dari mulut Zakharia bukanlah keluhan atau penjelasan, melainkan pujian: "Terpujilah Tuhan, Allah Israel sebab Ia telah melawat dan menebus umat-Nya." Ia tidak memulai dengan bayinya sendiri, padahal bayi itulah yang baru saja dinamainya di hadapan para tetangga yang keheranan. Ia memulai dengan Allah, dan dengan dua kata kerja yang sudah selesai: Allah telah datang, Allah telah membebaskan. Yang menarik, Mesias itu sendiri saat ini masih berada dalam kandungan Maria, belum lahir, belum terlihat siapa pun. Namun Zakharia berbicara seolah seluruh pekerjaan itu sudah rampung.
Intinya
Ada dua gambaran besar yang bertumpuk dalam satu kalimat ini. "Melawat" dalam Alkitab bukan sekadar mampir bertamu; kata Yunaninya, episkeptomai, dipakai untuk Allah yang turun tangan, yang mendatangi umat-Nya untuk bertindak, entah menyelamatkan atau menghakimi. Dan "menebus" berasal dari dunia pasar budak dan hukum keluarga: seseorang membayar agar yang terikat menjadi bebas. Gabungkan keduanya dan Anda mendapatkan inti Injil Lukas sebelum Yesus sempat lahir. Allah tidak menyelamatkan dari kejauhan, dengan dekrit dari takhta yang aman. Ia datang sendiri, masuk ke dalam situasi, dan membayar harganya. Zakharia memakai bentuk lampau bukan karena keliru menghitung waktu, melainkan karena ia tahu: begitu Allah bergerak, perkaranya sudah diputuskan.
Benang Merah
Ketika Israel di Mesir mendengar bahwa Allah "melawat" mereka, bangsa itu sujud menyembah, padahal belum satu bata pun diangkat dari pundak mereka. Kata itu membawa memori panjang: Allah yang mengingat, turun, dan membebaskan. Zakharia menyalakan kembali memori itu, tetapi kini dengan isi yang jauh lebih radikal. Pelawatan ini tidak berbentuk tulah atau laut yang terbelah, melainkan seorang bayi di dalam rahim seorang gadis Nazaret. Dan penebusan itu tidak dibayar dengan domba Paskah, melainkan dengan darah Anak itu sendiri. Perhatikan ke mana nyanyian ini bergerak: "tanduk keselamatan untuk kita dari keturunan Daud" (ayat 69), lalu "sinar Matahari akan menyinari kita dari tempat tinggi" (ayat 78). Satu garis lurus dari Abraham ke Daud ke palungan. Ayat 68 adalah judul di atas garis itu.
Cermin
Perhatikan betapa sulitnya kita memuji sebelum hasilnya kelihatan. Kita bersyukur setelah hasil biopsi keluar bersih, setelah kontrak diperpanjang, setelah anak yang menjauh akhirnya menelepon. Sebelum itu kita menahan diri, seolah pujian adalah tanda terima yang baru boleh ditandatangani setelah barangnya sampai. Zakharia melakukan yang sebaliknya, dan ia bukan orang naif; ia pernah ragu di depan malaikat dan kehilangan suaranya sembilan bulan. Justru pria yang pernah salah hitung itulah yang kini berani memakai bentuk lampau untuk sesuatu yang belum terlihat. Imannya bukan optimisme, melainkan pengenalan akan karakter Allah yang mengikat diri pada janji. Ambil selembar kertas sekarang, dan tulis satu kalimat dengan tangan, seperti Zakharia di papan tulisnya: "Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah…" lalu isi dengan satu perkara yang masih Anda tunggu.
Tokoh Utama
Zakharia sudah tua, seorang imam dari rombongan yang tidak terkenal, dengan rumah yang sunyi karena tanpa anak. Selama berbulan-bulan ia hidup dalam disiplin paling keras yang bisa diberikan kepada seorang pelayan Firman: diam. Ia tidak bisa memberkati jemaat, tidak bisa membela diri, tidak bisa menjelaskan apa yang dilihatnya. Ia hanya bisa menyaksikan perut istrinya membesar bulan demi bulan, bukti yang bertumbuh dari kebenaran yang pernah ia ragukan. Dan ketika mulutnya akhirnya terbuka, tidak ada secuil pun kepahitan di sana. Yang keluar adalah teologi, bukan trauma. Inilah potret orang yang didisiplin dan bukan dihukum: Allah menutup mulutnya agar ketika terbuka kembali, mulut itu berisi hal yang benar.
Profil Pendengar
Pembaca pertama Lukas adalah Teofilus dan orang-orang seperti dia, yang sudah mendengar pengajaran tentang Yesus dan ingin tahu apakah semuanya benar-benar berdiri kokoh (ayat 4). Banyak di antara mereka kemungkinan bukan Yahudi, dan bagi mereka pertanyaannya tajam: apakah iman baru ini sekadar sekte kecil yang muncul dari kampung perbukitan Yudea, atau kelanjutan sah dari cerita Allah yang sudah berjalan ribuan tahun? Ayat 68 menjawabnya dengan satu kalimat berbau Mazmur: "Terpujilah Tuhan, Allah Israel." Yesus bukan ide baru. Ia adalah kedatangan Allah yang sejak dahulu dijanjikan kepada Abraham, dinubuatkan para nabi, dan kini akhirnya menepati kata-Nya.
Konteks
Kita berada di perbukitan Yudea, sekitar tahun-tahun terakhir pemerintahan Herodes, raja yang dipasang oleh Roma dan terkenal paranoid. Bagi orang Yahudi saat itu, rasanya Allah sudah lama tidak berbicara: tidak ada nabi, ada penjajah, ada bait suci megah yang dibangun oleh raja yang tidak mereka percayai. Dalam suasana itu, para tetangga berkumpul untuk upacara sunat hari kedelapan, sebuah acara keluarga biasa, lengkap dengan perdebatan soal nama. Lalu imam tua yang bisu itu mendadak bersuara. Nyanyiannya meledakkan sekat antara yang domestik dan yang kosmis: di dapur sebuah desa, dengan bayi menangis di ruang sebelah, Allah dinyatakan telah melawat umat-Nya.
Refleksi
Perkara apa dalam hidup Anda yang belum selesai, tetapi sudah bisa Anda syukuri karena Allah yang berjanji tidak pernah berbalik?
Jika Allah menutup mulut Anda selama sembilan bulan, kata-kata apa yang Anda harap keluar pertama kali setelahnya?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Luke 1:68
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti LUKAS 1:68?
Tentang apakah LUKAS 1:68?
Apa konteks historis dari LUKAS 1:68?
Apa yang LUKAS 1:68 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana LUKAS 1:68 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Luke 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Aku adalah Gabriel yang berdiri di hadapan Allah, dan aku diutus untuk berbicara kepadamu dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu."
Perhatikan jarak yang ditempuh. Dari hadapan takhta Allah, turun ke ruang kecil di Bait Allah, untuk satu imam tua yang doanya sudah lama ia hentikan. Surga tidak mengirim Gabriel kepada kaisar, melainkan kepada Zakharia. Dan yang dibawanya bukan teguran lebih dulu, melainkan kabar baik.
Doamu yang kaupikir sudah lewat masanya, masih dicatat di sana.
Bapa, ajar aku hidup lurus di hadapan-Mu, bukan supaya dilihat orang, tapi karena aku mengasihi-Mu. Ada doa yang belum Kaujawab, dan aku lelah menunggu. Tolong aku tetap setia dalam hal-hal kecil hari ini, percaya Engkau melihat.
Beberapa waktu kemudian, Maria bersiap-siap dan pergi dengan segera ke daerah pegunungan, ke sebuah kota di Yehuda." Maria tidak menunggu sampai semuanya masuk akal. Ia bangkit dan menempuh jalan panjang menuju satu orang yang bisa mengerti. Ketika hidupmu berubah tiba-tiba, siapa yang kamu tuju? Tuhan sering menyiapkan seseorang lebih dulu.
Bapa, Engkau mengirim kabar-Mu ke kota kecil yang tak diperhitungkan siapa pun, kepada seorang gadis biasa. Itu menenangkan aku. Kalau Engkau memilih tempat sesederhana itu, mungkin Engkau juga melihat hidupku yang biasa ini. Buat aku siap mendengar saat Engkau datang.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi