MATIUS 1:3
Teks
Satu baris saja, dan nama seorang perempuan menyelinap masuk ke dalam daftar laki-laki: "Yehuda adalah ayah dari Peres dan Zerah, dari Tamar." Matius sedang menderetkan nenek moyang Yesus dengan irama yang tenang, ayah demi ayah, lalu tiba-tiba ritme itu tersendat. Ada dua anak kembar sekaligus, dan ada sebuah nama yang tidak perlu disebut menurut aturan silsilah mana pun. Sesudah itu baris kembali rapi: Peres menurunkan Hezron, Hezron menurunkan Ram, tiga generasi dilangkahi dalam satu tarikan napas, seolah tidak terjadi apa-apa. Tetapi sesuatu memang terjadi. Di belakang kata "dari Tamar" berdiri sebuah kisah tentang janda yang ditelantarkan mertuanya, tentang jalan raya ke Timna, kerudung, dan cap meterai yang dijadikan jaminan. Matius tidak menceritakannya. Ia hanya membuka pintunya sedikit.
Inti
Yang mengejutkan bukan bahwa Tamar ada di sana, melainkan bahwa Matius menolak menyembunyikannya. Ia sedang menulis kartu identitas sang Mesias, surat kredensial untuk seorang Raja, dan justru di situ ia menyelipkan nama yang mengingatkan setiap pembaca Yahudi pada aib keluarga Yehuda. Allah tidak membangun garis keselamatan-Nya di atas rantai orang-orang terhormat. Ia membangunnya lewat seorang perempuan yang dirampas haknya dan terpaksa merebutnya kembali dengan cara yang membuat kita tidak nyaman, dan lewat seorang laki-laki yang akhirnya mengaku: perempuan itu lebih benar daripada aku. Di sinilah anugerah menunjukkan wataknya yang sesungguhnya. Anugerah bukan penghargaan bagi silsilah yang bersih; anugerah adalah kesetiaan Allah yang menembus kegagalan manusia tanpa pernah membenarkannya, dan tetap melahirkan Peres, dan pada akhirnya melahirkan Kristus.
Benang Merah
Empat perempuan muncul dalam silsilah ini, dan tiga di antaranya datang dengan cerita yang bermasalah: Tamar di sini, lalu "Salmon adalah ayah dari Boas, dari Rahab", lalu Rut sang perempuan Moab, lalu perempuan yang bahkan tidak disebut namanya, hanya "bekas istri Uria". Matius jelas sedang menyusun sebuah pola, dan pola itu mengarah ke satu titik: kelahiran yang tidak biasa pada ayat 18. Kalau garis Mesias sejak awal ditempuh lewat rahim-rahim yang membuat orang mengangkat alis, maka seorang perempuan muda di Nazaret yang hamil sebelum tinggal serumah dengan tunangannya bukanlah penyimpangan dari rencana Allah. Ia adalah kelanjutannya. Tamar berdiri di ayat 3 seperti rambu yang dipasang jauh di depan, supaya kita tidak tersandung ketika sampai di ayat 18.
Cermin
Ada bagian dalam riwayat kita yang kita harap tidak akan pernah ditanyakan orang. Perceraian orang tua. Uang yang didapat dengan cara yang tidak kita ceritakan di gereja. Anak yang lahir sebelum pernikahan. Kakek yang namanya tidak pernah disebut saat makan malam keluarga. Kita menyusun versi hidup kita yang rapi, seperti silsilah tanpa perempuan, dan kita menyajikannya kepada orang lain dan kepada Allah. Lalu Matius menulis "dari Tamar" dan merusak kerapian itu, bukan untuk mempermalukan, melainkan untuk menunjukkan di mana persisnya Allah bekerja. Yang Anda sembunyikan bukan penghalang bagi anugerah; justru di situlah anugerah terbukti anugerah. Hari ini, tulislah di secarik kertas satu nama dari riwayat keluarga Anda yang selama ini tidak pernah disebut, lalu ucapkan nama itu keras-keras di hadapan Allah dan mintalah belas kasihan atasnya.
Teks-Teks Lain
Kisah di balik ayat ini ada di Kejadian 38, pasal yang seolah menyelonong masuk di tengah cerita Yusuf dan sering dilewati pembaca karena terasa kotor. Matius justru mengambilnya dan menaruhnya di kalimat pembuka Injilnya. Lalu ada Rut 4, ketika para tua-tua di pintu gerbang memberkati Boas dengan menyebut "keturunan yang diberikan TUHAN kepadamu dari Tamar". Artinya, Israel sendiri tidak melupakan perempuan ini; mereka menjadikannya bagian dari doa berkat. Yang memalukan diubah menjadi rumusan berkat. Matius berdiri dalam tradisi itu ketika ia menulis, dalam bahasa Yunani, ek tēs Thamar, "dari Tamar", memakai kata "dari" yang biasanya dipakai untuk asal-usul darah. Tamar bukan catatan kaki. Ia sumber.
Detail
Mengapa Zerah disebut? Ia tidak menurunkan siapa-siapa dalam daftar ini. Garisnya berhenti di situ, dan Matius tidak pernah menyinggungnya lagi. Tetapi justru di sanalah letak pesannya. Zerahlah yang pertama menjulurkan tangan dari rahim, Zerahlah yang ditandai benang kirmizi oleh bidan sebagai yang sulung, dan Zerahlah yang kemudian tertinggal ketika saudaranya menerobos lebih dulu. Peres berarti "terobosan". Allah memilih yang menerobos, bukan yang ditandai lebih dulu, persis seperti Ishak atas Ismael, Yakub atas Esau, Daud atas semua kakaknya. Menyebut Zerah adalah cara Matius berkata: urutan yang tampak di permukaan bukan urutan yang menentukan. Kerajaan ini tidak berjalan menurut hak kesulungan.
Pertanyaan
Apakah Allah membenarkan apa yang Tamar lakukan? Ia menyamar, ia menipu, ia tidur dengan mertuanya. Teks tidak pernah memuji caranya. Yang dikatakan Yehuda adalah bahwa Tamar lebih benar daripada dirinya, dan itu adalah vonis atas Yehuda, bukan penobatan atas Tamar. Kita ingin kejelasan moral di sini, dan Alkitab tidak memberikannya. Yang diberikannya justru lebih mengganggu: Allah tidak menunggu tangan yang bersih untuk meneruskan janji-Nya. Ia bekerja melalui garis yang bengkok tanpa pernah meluruskan kebengkokannya menjadi kebajikan. Itu bukan izin untuk berbuat seenaknya; itu alasan untuk gemetar sekaligus bernapas lega. Sebab kalau Allah hanya memakai yang lurus, nama kita tidak akan pernah masuk daftar.
Refleksi
Bagian mana dari kisah hidup Anda yang selama ini Anda perlakukan sebagai penghalang bagi Allah, padahal mungkin justru di situ Ia sedang bekerja?
Jika Allah menuliskan silsilah Anda tanpa menyensor satu nama pun, apa yang paling ingin Anda hapus, dan apa yang hilang jika nama itu benar-benar dihapus?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Matthew 1:3
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MATIUS 1:3?
Tentang apakah MATIUS 1:3?
Apa konteks historis dari MATIUS 1:3?
Apa yang MATIUS 1:3 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MATIUS 1:3 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Matthew 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, dan Nahason memperanakkan Salmon." Nama nama ini hidup di zaman padang gurun, berjalan puluhan tahun tanpa pernah melihat tanah yang dijanjikan. Tak ada kisah besar mereka yang dicatat. Tapi garis itu tidak putus. Mungkin hidupmu pun terasa seperti satu baris yang terlewat, padahal Allah sedang menulis sesuatu lewat kesetiaanmu yang sunyi.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi