MATIUS 16:19
Teks
Setelah Petrus mengakui Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup, Yesus tidak hanya memuji dia, tetapi menyerahkan sesuatu ke tangannya: "Aku akan memberimu kunci-kunci Kerajaan Surga." Lalu menyusul kalimat yang bunyinya nyaris terlalu besar untuk seorang nelayan Galilea: "apa saja yang kamu ikat di bumi akan terikat di surga. Dan, apa saja yang kamu lepaskan di bumi akan terlepas di surga." Satu ayat, dua gambar: kunci dan simpul. Yang satu berbicara tentang pintu yang dibuka atau ditutup, yang lain tentang beban yang diletakkan atau diangkat. Keduanya diberikan bukan kepada malaikat, bukan kepada imam besar di Bait Allah, melainkan kepada seorang murid yang beberapa ayat kemudian akan disebut "batu sandungan".
Inti
Perhatikan siapa yang memegang gantungan kuncinya. Yesus berkata "Aku akan memberimu"; kunci itu milik-Nya, dipinjamkan, bukan dipindahtangankan. Petrus tidak menjadi pemilik rumah, ia menjadi pelayan yang membukakan pintu bagi tamu-tamu Sang Pemilik. Inilah sebabnya urutan dalam perikop ini penting: pengakuan tentang siapa Yesus mendahului pemberian wewenang. Otoritas dalam Kerajaan selalu lahir dari pengenalan akan Kristus, bukan dari jabatan, karisma, atau pengalaman rohani. Dan isi dari wewenang itu bukan pertama-tama kekuasaan menghukum, melainkan kuasa membuka: memberitakan pengampunan sedemikian rupa sehingga orang tahu pintu Kerajaan sungguh terbuka baginya. Yang mengikat pun sama seriusnya. Bila Injil diberitakan dan ditolak, simpul itu nyata. Gereja tidak menciptakan keputusan surga; ia menyuarakan keputusan yang sudah dijatuhkan di dalam Kristus.
Benang Merah
Gambar kunci itu bukan ciptaan baru. Dalam Yesaya 22 Allah mencabut jabatan dari Sebna dan menaruh kunci rumah Daud di bahu Elyakim: yang ia buka tak seorang pun menutup. Kunci selalu berarti otoritas atas rumah, dan rumah itu adalah umat Allah. Ketika Yesus berbicara tentang "kunci-kunci Kerajaan Surga", Ia sedang menempatkan diri-Nya sebagai Anak Daud yang berhak menunjuk kepala rumah tangga-Nya. Tetapi perhatikan ke mana perikop ini bergerak. Dua ayat setelah janji kunci, Yesus mulai berbicara tentang Yerusalem, penderitaan, kematian, dan kebangkitan pada hari ketiga. Kunci itu belum ditempa saat diucapkan; ia ditempa di kayu salib. Tidak ada pintu Kerajaan yang terbuka tanpa tubuh yang dipecahkan, dan tidak ada simpul dosa yang terlepas kecuali karena Ia sendiri diikat lebih dahulu.
Cermin
Kita gemar memegang kunci untuk alasan yang salah. Ada kesenangan halus dalam menentukan siapa yang pantas masuk dan siapa yang sebaiknya tetap di luar: menantu yang tidak seiman, rekan kerja yang mulutnya kotor, anak yang berhenti ke gereja, orang yang dulu menipu uangmu. Diam-diam kita sudah mengikat mereka, dan kita menyebutnya penilaian yang sehat. Sementara itu, terhadap diri sendiri kita justru menahan kunci pelepasan: dosa yang sudah kita akui sepuluh tahun lalu masih kita seret ke tempat tidur setiap malam, seolah pengampunan Kristus perlu kita ratifikasi ulang. Kunci di tangan Petrus terutama adalah kunci pembuka. Hari ini juga, kirim pesan kepada satu orang yang kepadanya kamu masih menyimpan utang batin, dan tulis satu kalimat saja: perkara di antara kita sudah selesai dari pihakku.
Ayat Sejajar
Wahyu 3 menyebut Yesus sebagai Dia yang memegang kunci Daud, yang membuka dan tidak seorang pun menutup. Kalimat itu menutup kemungkinan salah paham: kunci di tangan Petrus tetap kunci milik Kristus, dipegang atas nama-Nya, dan sewaktu-waktu dapat Ia tuntut pertanggungjawabannya. Bandingkan pula dengan kecaman Yesus di pasal ini terhadap orang Farisi dan Saduki, yang "tahu bagaimana membedakan rupa langit, tetapi tidak mampu membedakan tanda-tanda zaman". Mereka pun memegang kunci semacam itu; mereka mengatur siapa yang layak dan siapa yang najis. Tetapi karena mereka tidak mengenali Mesias yang berdiri di depan mata mereka, kunci di tangan mereka hanya berfungsi mengunci. Otoritas tanpa pengenalan akan Kristus selalu berubah menjadi palang pintu.
Tokoh Utama
Yang paling mengejutkan dalam ayat ini adalah keberanian Yesus mempercayakan. Ia tahu persis siapa Simon anak Yunus. Ia tahu bahwa dalam beberapa kalimat lagi mulut yang sama akan menolak salib dan harus mendengar "Enyahlah dari hadapan-Ku". Ia tahu tentang api unggun di halaman imam besar dan tiga kali penyangkalan. Namun bukan malaikat yang menerima kunci itu, melainkan orang ini. Di sinilah watak Sang Raja terbaca: Ia tidak menunggu bahan yang layak sebelum mempercayakan pekerjaan-Nya. Anugerah bukan hanya isi pesan yang harus diberitakan Petrus, tetapi juga metode Yesus memilih pemberitanya. Gereja berdiri bukan karena kualitas pemegang kunci, melainkan karena kesetiaan Pemilik rumah yang menyerahkannya.
Detail
Bahasa "mengikat" dan "melepaskan" adalah istilah teknis para rabi: menetapkan apa yang terlarang dan apa yang diperbolehkan, serta mengeluarkan atau menerima kembali seseorang dalam persekutuan. Yang mudah terlewat adalah bentuk kata kerjanya dalam bahasa Yunani. Terjemahan "akan terikat di surga" sesungguhnya menyiratkan keadaan yang sudah berlaku: apa yang kamu ikat di bumi ternyata telah terikat di surga. Urutannya terbalik dari yang kita duga. Surga tidak menunggu keputusan gereja lalu menyetujuinya seperti atasan yang membubuhkan tanda tangan. Gereja justru diberi telinga untuk mendengar apa yang sudah diputuskan di dalam Kristus, dan mulut untuk mengumumkannya di bumi. Karena itu pemberitaan pengampunan bukan harapan yang kita lemparkan ke atas, melainkan berita yang kita terima dari atas.
Refleksi
Kepada siapa dalam hidupmu kamu diam-diam sudah memutar kunci dan menguncinya, dan atas dasar apa kamu merasa berhak melakukannya?
Jika pengampunan yang diumumkan gereja adalah gema dari keputusan yang sudah dijatuhkan di salib, mengapa kamu masih memperlakukan pengampunanmu sendiri sebagai perkara yang belum selesai?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Matthew 16:19
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MATIUS 16:19?
Tentang apakah MATIUS 16:19?
Apa konteks historis dari MATIUS 16:19?
Apa yang MATIUS 16:19 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MATIUS 16:19 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Matthew 16?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi