MATIUS 16
Teks Itu Sendiri
Orang Farisi dan Saduki, dua kelompok yang biasanya saling bermusuhan, bersatu untuk menuntut sebuah tanda dari langit; Yesus menolak, menyebut mereka generasi yang jahat dan pezina, dan pergi begitu saja. Di seberang danau Ia memperingatkan murid-murid-Nya tentang "ragi orang-orang Farisi dan para Saduki," dan mereka, yang lupa membawa roti, mengira Ia sedang menegur soal bekal. Lalu di Kaisarea Filipi datang pertanyaan yang membelah pasal ini menjadi dua: "Menurutmu, siapakah Aku ini?" Petrus menjawab tepat, dipuji, diberi kunci Kerajaan Surga; beberapa kalimat kemudian ia menarik Yesus ke samping untuk menegur-Nya soal salib dan mendengar, "Enyahlah dari hadapan-Ku, hai Setan!" Pasal ini ditutup dengan syarat yang tidak bisa ditawar: menyangkal diri, memikul salib, mengikut Dia.
Intinya
Pasal ini menunjukkan bahwa mengenal Yesus dengan benar dan menginginkan Yesus dengan benar adalah dua hal yang berbeda, dan yang kedua jauh lebih sulit. Petrus mengucapkan pengakuan yang paling tepat dalam seluruh Injil, dan Yesus berkata bahwa itu bukan hasil "daging dan darah" melainkan pemberian Bapa. Wahyu, bukan kecerdasan. Tetapi wahyu tentang identitas Yesus langsung disusul wahyu tentang jalan Yesus: Ia "harus pergi ke Yerusalem dan menderita banyak hal." Di titik itu Petrus, yang baru saja menjadi batu, menjadi batu sandungan. Karena Mesias yang ia akui ternyata Mesias yang mati. Inilah jantung pasal ini: Allah menyelamatkan melalui kekalahan yang tampak, dan pikiran manusia, bahkan pikiran murid yang tulus, secara naluriah menolak itu. Menyebut Yesus Tuhan itu mudah; membiarkan Dia menentukan arah adalah pertobatan seumur hidup.
Benang Merah
Kaisarea Filipi bukan tempat netral. Di kaki gunung itu berdiri kuil-kuil bagi dewa-dewa, gua yang orang sebut pintu dunia orang mati, dan kuil marmer untuk Kaisar. Persis di sana Yesus berkata, "di atas batu ini, Aku akan membangun gereja-Ku dan gerbang-gerbang Hades tidak akan menguasainya." Itu klaim yang berdiri dalam garis panjang: Allah yang membangun umat bagi diri-Nya sendiri, dari Abraham sampai sisa Israel yang pulang dari pembuangan, kini membangun ulang di atas seorang nelayan yang mengaku. Dan "tanda Nabi Yunus" menunjuk ke depan, ke tiga hari dalam kegelapan sebelum kehidupan. Seluruh alur keselamatan bergerak melalui kematian, bukan mengelilinginya. Salib bukan kecelakaan dalam rencana; salib adalah rencananya, dan pasal ini adalah momen ketika murid-murid pertama kali mendengarnya dengan jelas.
Cermin
Petrus tidak menegur Yesus karena ia jahat. Ia menegur karena ia sayang, dan karena ia punya gambaran sendiri tentang bagaimana hidup yang baik seharusnya berjalan. Persis di situ teks ini menatap Anda. Anda mengaku Yesus Tuhan pada hari Minggu, lalu Senin pagi Anda menghitung: pekerjaan yang tidak boleh goyah, anak yang harus berhasil, tubuh yang harus tetap sehat, nama baik yang tidak boleh tergores. Semua itu wajar. Tetapi ketika Yesus mulai mengarahkan hidup Anda ke tempat yang menyakitkan, ke percakapan yang Anda hindari, ke uang yang harus dilepas, ke maaf yang mahal, terdengar suara dalam diri Anda: "Hal ini tidak akan pernah terjadi pada-Mu." Menyelamatkan nyawa sendiri adalah naluri, bukan dosa yang eksotis. Hari ini juga: tulis di selembar kertas satu hal yang Anda diam-diam anggap tidak boleh Allah sentuh, lalu ucapkan keras-keras di hadapan-Nya, "Ini milik-Mu, bukan milikku."
Pertanyaan
Ayat 28 mengganjal: "ada beberapa orang yang berdiri di sini yang tidak akan mengalami kematian sampai mereka melihat Anak Manusia datang dalam Kerajaan-Nya." Mereka semua sudah mati, dan Yesus belum datang dalam kemuliaan seperti yang digambarkan ayat 27. Ada yang menunjuk ke peristiwa di gunung pada pasal berikutnya, ada yang menunjuk ke kebangkitan, ada yang ke kehancuran Yerusalem. Semuanya masuk akal sebagian, tidak ada yang menutup rapat. Saya tidak mau menambalnya dengan kepastian palsu. Yang jelas: Yesus tidak mengizinkan murid-murid-Nya berpikir bahwa Kerajaan itu urusan jauh yang aman di masa depan. Kerajaan itu mendesak, dekat, dan sudah menuntut sesuatu dari orang yang berdiri di depan-Nya. Ketidakjelasan waktunya justru menutup pintu bagi penundaan.
Detail
Perhatikan kata "harus" di ayat 21: Yesus "harus pergi ke Yerusalem dan menderita banyak hal." Bukan "akan," bukan "mungkin." Kata itu menyiratkan keharusan yang datang dari Allah sendiri, bukan dari tekanan politik atau nasib buruk. Yesus tidak terseret ke Yerusalem oleh musuh yang lebih kuat; Ia berjalan ke sana karena begitulah kehendak Bapa berjalan. Dan justru kata "harus" itulah yang Petrus serang. Ia tidak sekadar menolak penderitaan; ia menolak keharusan ilahi, dan karena itu Yesus menjawab dengan bahasa sekeras itu. Menegur "harus"-nya Allah berarti berdiri di pihak pencobaan yang sama yang dulu menawarkan kerajaan tanpa salib di padang gurun. Setiap kali kita mencari jalan pintas ke kemuliaan, kita sedang mengulang teguran Petrus.
Gema Alkitab
Yunus menjadi kunci di ayat 4. Nabi yang tenggelam, tiga hari dalam perut ikan, lalu dimuntahkan hidup untuk memberitakan pertobatan kepada bangsa yang tidak layak: itulah satu-satunya tanda yang akan diberikan kepada generasi yang menuntut bukti. Bukan kembang api dari langit, melainkan kubur yang terbuka. Dan bandingkan Petrus di sini dengan Petrus di halaman rumah imam besar beberapa pasal kemudian, ketika ia menyangkal bahwa ia mengenal Yesus. Orang yang sama, yang menerima wahyu dari Bapa, tetap bisa runtuh. Itu bukan alasan untuk putus asa; itu alasan untuk berhenti bersandar pada kekuatan pengakuan kita sendiri. Gereja berdiri bukan karena Petrus kokoh, tetapi karena Kristus yang membangunnya.
Refleksi
Di bagian hidup mana Anda sedang berkata kepada Yesus, tanpa kata-kata, "Hal ini tidak akan pernah terjadi pada-Mu"?
Jika pengakuan yang benar tentang Yesus adalah pemberian Bapa dan bukan prestasi Anda, apa yang berubah dalam cara Anda memandang orang yang belum sampai di sana?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Matthew 16
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MATIUS 16?
Tentang apakah MATIUS 16?
Apa konteks historis dari MATIUS 16?
Apa yang MATIUS 16 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MATIUS 16 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Matthew 16?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi