Manusia Baru yang Dilihat dan Diterima
Diubahkan dan diterima
Renungan singkat untuk direnungkan dengan tenang, diambil dari bagian Alkitab dalam Kolose 3:9-10, Kolose 3:9-10, Roma 16:2 and Yohanes 1:42.
☀ Momen pagi
Jangan saling membohongi karena kamu telah menanggalkan manusia lamamu bersama dengan perbuatan-perbuatannya. Kenakanlah manusia baru, yang terus-menerus diperbarui dalam pengetahuan sesuai dengan gambar dari Penciptanya.
Kolose 3:9-10
Pagi ini, sebelum berangkat, kamu melepas piyama dan memilih baju kerja atau seragam sekolah. Ini kegiatan biasa, tapi setiap pagi kita sebenarnya membuat keputusan kecil, pakaian apa yang akan membungkus tubuh kita hari ini, dan tanpa sadar, sikap apa yang akan kita bawa keluar pintu.
Rasul Paulus menulis surat ini kepada jemaat di Kolose, kota yang sedang bergumul dengan ajaran-ajaran asing yang menggoyahkan iman mereka. Di tengah kebingungan itu, Paulus tidak menyuruh mereka berdebat lebih keras. Ia memakai gambaran sederhana, melepas baju lama, mengenakan baju baru. Baju lama itu penuh dusta dan kemarahan yang dipendam. Baju baru dikenakan karena manusia yang lama sudah ditinggalkan, diganti dengan yang terus diperbarui, dibentuk ulang menurut gambar Penciptanya sendiri.
Beberapa ayat sesudah ini, Paulus menyebut jemaat itu dengan sebutan hangat, orang-orang pilihan Allah, kudus dan dikasihi. Bukan karena mereka sudah sempurna, tapi karena itulah identitas yang sudah diberikan kepada mereka sejak awal. Mengenakan baju baru bukan usaha untuk menjadi layak dicintai. Itu baju yang dikenakan orang yang sudah dicintai lebih dulu.
Hari ini, mungkin kamu akan bertemu orang yang membuatmu ingin memakai baju lama lagi, sikap ketus, kata-kata tajam. Tuhan menawarkan pilihan lain setiap kali kamu bangun. Dia sudah membentuk manusia baru dalam dirimu, dan hari ini tinggal dikenakan.
Hari ini
Sebelum kamu selesai berpakaian pagi ini, berhentilah sejenak sambil mengancingkan baju, sebut dalam hati satu nama orang yang akan kamu temui hari ini, lalu putuskan satu sikap baik yang akan kamu kenakan khusus untuknya.
✦ Momen siang
Jangan saling membohongi karena kamu telah menanggalkan manusia lamamu bersama dengan perbuatan-perbuatannya. Kenakanlah manusia baru, yang terus-menerus diperbarui dalam pengetahuan sesuai dengan gambar dari Penciptanya.
Kolose 3:9-10
Jadilah dirimu sendiri, kata dunia kerja. Yang penting kamu autentik, setia pada reaksi pertamamu, pada kebiasaan lama yang sudah membentukmu. Tapi Paulus menulis sesuatu yang menggores anggapan itu: justru manusia lama itu yang harus ditanggalkan.
Surat ini ditulis untuk jemaat Kolose, kota kecil di lembah sungai Likus, yang sedang dibanjiri ajaran campuran, filsafat, aturan, mistik yang mencoba menambah-nambah Kristus. Di tengah semua itu Paulus turun ke hal yang sangat praktis: jangan berbohong seorang kepada yang lain. Mungkin ini soal dagang, soal utang, soal kata-kata yang dipermanis di depan atasan atau pelanggan, hal-hal yang biasa terjadi di tengah hari kerja seperti hari ini.
Kata yang dipakai Paulus untuk menanggalkan dan mengenakan adalah bahasa pakaian. Bukan perbaikan sedikit demi sedikit, tapi ganti baju: yang lama dilepas, yang baru dikenakan. Manusia baru ini sedang diperbarui dalam pengetahuan, menurut gambar Penciptanya, bukan menurut standar pasar atau kebiasaan kantor.
Di jam makan siang ini, di antara email yang belum dibalas dan percakapan yang tadi pagi mungkin agak kamu lebih-lebihkan demi terdengar baik, ada tawaran untuk berhenti sejenak dan memilih: baju mana yang kupakai sore ini.
Hari ini
Kirim satu pesan singkat hari ini untuk meluruskan satu hal yang tadi kamu lebih-lebihkan atau tutupi, kepada rekan kerja, atasan, atau klien. Lakukan sekarang, sebelum jam makan siang berakhir.
◐ Momen sore
Terimalah dia di dalam Tuhan selayaknya orang-orang kudus, dan tolonglah dia dalam segala sesuatu yang ia perlukan dari kamu sebab ia sendiri telah memberi bantuan kepada banyak orang dan juga kepada diriku.
Roma 16:2
Yang menulis surat itu duduk aman di Korintus. Yang membawanya berjalan sendirian menuju Roma, membawa gulungan yang isinya bisa membuatnya dicurigai, ditanyai, bahkan ditolak.
Phoebe adalah pelayan jemaat di Kenkrea, pelabuhan sibuk dekat Korintus tempat kapal-kapal berangkat ke seluruh Mediterania. Paulus menyebutnya diaken, sekaligus penolong banyak orang, termasuk dirinya sendiri. Kata itu bisa berarti ia punya sumber daya, relasi, bahkan rumah yang terbuka bagi orang-orang yang membutuhkan.
Kemungkinan besar Phoebe-lah yang membawa surat Roma ke tangan jemaat di sana. Bukan sekadar mengantar kertas. Ia harus berlayar sendiri, tiba di kota asing, lalu berdiri di depan orang-orang yang belum mengenalnya untuk membacakan isi surat itu, bahkan mungkin menjawab pertanyaan tentang ajaran yang bukan ia sendiri yang menulis.
Setelah dua ayat ini, namanya menghilang dari Alkitab. Kita tidak tahu apa yang terjadi padanya di Roma, apakah ia disambut baik, apakah ia pulang dengan selamat. Teks ini tidak memberi kita kelegaan itu, dan kita harus belajar hidup dengan yang tidak selesai itu.
Mungkin justru itu yang mau ia ajarkan. Tidak semua panggilan adalah menulis, berkhotbah, atau tercatat dalam sejarah. Sebagian panggilan adalah membawa, mengantar, membuat sesuatu sampai ke tangan yang membutuhkannya, bahkan ketika yang membawa tidak pernah disebut lagi sesudahnya.
Hari ini
Pikirkan satu orang yang selama ini diam-diam membawa sesuatu untukmu, sebuah pesan, bantuan, atau beban yang tak terlihat. Tuliskan namanya sekarang, lalu kirim satu pesan singkat hari ini untuk mengucapkan terima kasih padanya.
☾ Momen sore
Kemudian, Andreas membawa Simon kepada Yesus. Yesus memandang Simon dan berkata, “Kamu Simon, anak Yohanes. Kamu akan dipanggil Kefas (yang berarti ‘Petrus’ atau ‘Batu’).”
Yohanes 1:42
Kefas. Satu kata yang mudah terlewat karena langsung diterjemahkan oleh Yohanes sendiri, seolah penulis Injil ini tahu pembacanya tidak akan mengerti bahasa Aram. Tapi berhentilah sebentar di kata itu. Kefas bukan nama lazim orang Yahudi waktu itu. Itu kata benda biasa, batu, yang tiba-tiba dipakai sebagai nama orang, pada pertemuan pertama, sebelum Simon membuktikan apa pun.
Yohanes menambahkan terjemahannya ke bahasa Yunani, Petros, dari situlah kita mendapat nama Petrus. Kata itu menunjuk pada sebongkah batu, bukan gunung batu yang nanti disebut dalam Matius 16. Tapi gambarannya tetap sama, sesuatu yang keras, yang bisa dipijak, yang tidak gampang bergeser.
Padahal Simon, saat itu, bukan gambaran itu sama sekali. Dialah yang nanti tenggelam karena ragu di atas air, yang menyangkal Yesus tiga kali dalam satu malam, yang gampang meledak lalu menyesal. Yesus memandangnya dan memberinya nama itu bukan sebagai laporan tentang siapa dia hari itu, tapi sebagai pernyataan tentang siapa yang akan Dia bentuk.
Di penghujung hari seperti ini, ketika kau menimbang ulang apa yang kau katakan dan lakukan, ingatlah bahwa nama yang Kristus berikan tidak ditentukan oleh rapor harianmu. Dia memandang lebih jauh dari itu.
Hari ini
Malam ini, sebelum tidur, ucapkan namamu sendiri dengan pelan, lalu tambahkan kalimat ini dengan suara: 'Yang Kristus lihat dan panggil.' Lakukan ini satu kali saja, dengan sungguh-sungguh.
Baca perikop ini dalam Alkitab Yang Terbuka (AYT)
Ketuk sebuah bagian untuk membaca teks lengkapnya di sini.
9Jangan saling membohongi karena kamu telah menanggalkan manusia lamamu bersama dengan perbuatan-perbuatannya.
10Kenakanlah manusia baru, yang terus-menerus diperbarui dalam pengetahuan sesuai dengan gambar dari Penciptanya.
9Jangan saling membohongi karena kamu telah menanggalkan manusia lamamu bersama dengan perbuatan-perbuatannya.
10Kenakanlah manusia baru, yang terus-menerus diperbarui dalam pengetahuan sesuai dengan gambar dari Penciptanya.
2Terimalah dia di dalam Tuhan selayaknya orang-orang kudus, dan tolonglah dia dalam segala sesuatu yang ia perlukan dari kamu sebab ia sendiri telah memberi bantuan kepada banyak orang dan juga kepada diriku.
42Kemudian, Andreas membawa Simon kepada Yesus. Yesus memandang Simon dan berkata, “Kamu Simon, anak Yohanes. Kamu akan dipanggil Kefas (yang berarti ‘Petrus’ atau ‘Batu’).”
Ingin menggali lebih dalam?
Untuk setiap ayat dalam renungan ini, Anda bisa memperoleh penjelasan Alkitab yang mendalam beserta konteks, latar belakang, dan penerapannya.
Mulai penelusuran mendalam