1 TESALONIKA 5:12
Teks
Paulus beralih dari nubuat tentang hari Tuhan kepada sesuatu yang jauh lebih sehari-hari: orang-orang biasa di Tesalonika yang bekerja keras di tengah jemaat, yang memimpin "dalam Tuhan," dan yang berani menegur. Terhadap mereka Paulus tidak memerintah dengan nada atasan, tetapi meminta: hormatilah mereka. Tiga kata kerja dipakai untuk satu kelompok yang sama, bukan tiga jabatan berbeda, dan ketiganya menggambarkan pekerjaan yang melelahkan, bukan kedudukan yang nyaman. Menarik bahwa ayat ini datang tepat setelah perintah "kuatkanlah satu dengan yang lainnya dan saling membangunlah." Jemaat yang saling membangun tidak berarti jemaat tanpa pemimpin; justru sebaliknya, saling membangun itu berjalan karena ada orang-orang yang memikul beban lebih berat dan karena jemaat mau menghormati beban itu.
Inti
Yang dipertaruhkan di sini bukan hierarki, melainkan cara Kristus yang bangkit hadir di tengah umat-Nya. Perhatikan frasa "yang memimpinmu dalam Tuhan." Otoritas mereka bukan milik sendiri; ia dipinjamkan, bersandar sepenuhnya pada Tuhan yang "telah mati bagi kita" (ayat 10). Karena itu kepemimpinan di gereja tidak pernah bisa berbentuk penguasaan, sebab sumbernya adalah Dia yang memberikan diri-Nya. Dan karena itu pula jemaat tidak boleh meremehkannya, sebab meremehkan pekerja berarti bersikap acuh terhadap cara Allah bekerja. Tiga kata kerja itu, bekerja keras, memimpin, menegur, adalah bentuk konkret dari kasih yang diperintahkan ayat 13. Teguran termasuk di dalamnya, dan itu mengganggu selera kita: kasih yang tidak pernah berani mengatakan hal yang tidak enak bukanlah kasih yang menjaga keselamatan seseorang sampai hari kedatangan Tuhan.
Benang Merah
Yang Paulus minta di sini bukan penemuan baru; itu pola lama yang akhirnya menemukan wujudnya dalam Kristus. Di Perjanjian Lama, umat selalu dipimpin oleh orang-orang yang memikul beban sampai letih: Musa yang hampir hancur di bawah keluhan bangsanya, para nabi yang menegur dan dibenci karenanya, gembala-gembala Israel yang justru dikecam Allah ketika mereka menggembalakan diri sendiri. Semua itu menunjuk ke depan, kepada satu Gembala yang memimpin dengan cara memberikan nyawa-Nya. Ketika Paulus menulis "memimpinmu dalam Tuhan," ia menempatkan para pekerja Tesalonika di dalam gerakan itu: mereka bukan pengganti Kristus, melainkan tanda bahwa Kristus masih menggembalakan umat-Nya, sekarang melalui tangan manusia yang lelah. Menghormati mereka, karena itu, adalah cara sangat praktis untuk mengakui bahwa Yesus hidup dan masih bekerja.
Cermin
Kita cepat curiga terhadap otoritas, dan sering tidak tanpa alasan. Tetapi kecurigaan itu gampang berubah menjadi kenyamanan: selama saya menilai pemimpin dari kursi belakang, saya tidak perlu memikul apa pun. Ayat ini membongkar sikap itu. Ia juga membongkar hal lain: keberatan kita terhadap teguran. Kita ingin gereja yang hangat, bukan gereja yang menyentuh kebiasaan belanja kita, cara kita berbicara tentang istri atau suami kita, tahun-tahun kepahitan yang kita rawat diam-diam. Dan bagi yang memimpin, teks ini justru melegakan: Paulus tidak menuntut Anda berkarisma, hanya bekerja keras dan berani berkata benar. Hari ini, kirimkan satu pesan kepada seseorang yang bekerja keras di jemaatmu, dan sebutkan secara spesifik pekerjaan yang kamu lihat, bukan sekadar "terima kasih untuk pelayananmu."
Detail
Kata "bekerja keras" di sini menerjemahkan kopiaō, kata Yunani untuk kerja yang membuat badan remuk: pekerja upahan di ladang, tukang yang pulang dengan punggung nyeri. Paulus memakai kata yang sama untuk pelayanannya sendiri dan untuk beberapa perempuan di Roma yang berjerih lelah bagi Injil. Artinya, gambaran pemimpin jemaat di sini bukan orang yang duduk di depan, melainkan orang yang paling cepat kehabisan tenaga. Dan pada kata yang sama Paulus menggantungkan alasan penghormatan: "karena pekerjaan mereka" (ayat 13). Bukan karena gelar, bukan karena suara mereka merdu, bukan karena mereka menyenangkan. Karena keletihan itu nyata dan karena keletihan itu memantulkan keletihan Kristus sendiri.
Intertekstualitas
Markus 10 menempatkan hal ini pada dasarnya: Yesus menolak model penguasa bangsa-bangsa dan mengatakan bahwa yang ingin menjadi besar harus menjadi pelayan, sebab Anak Manusia datang bukan untuk dilayani. Setiap kepemimpinan "dalam Tuhan" hanya sah kalau berbentuk demikian. Ibrani 13 menambahkan sisi jemaat: taatlah kepada mereka yang berjaga-jaga atas jiwamu, sebab mereka akan memberi pertanggungjawaban. Dua teks itu menutup dua jalan keluar yang kita sukai. Pemimpin tidak boleh menuntut hormat sebagai hak, karena Kristus meletakkan otoritas di lantai. Jemaat tidak boleh menahan hormat sebagai alat tekanan, karena di balik kerja para pemimpin ada jiwa-jiwa yang dipertanggungjawabkan kepada Tuhan yang akan datang.
Pertanyaan
Bagaimana kalau pemimpin itu melukai? Teks ini tidak memberi jalan pintas, dan kita tidak boleh membuatnya. Paulus menulis kepada jemaat muda yang tampaknya justru meremehkan para pekerjanya, bukan kepada jemaat yang ditindas oleh mereka. Namun frasa "dalam Tuhan" tetap menjadi batu ujinya: otoritas yang dipakai untuk membangun diri sendiri sudah keluar dari sumbernya, dan penghormatan tidak pernah berarti tunduk pada kejahatan; ayat 15 dan 22 masih berlaku. Yang tetap sulit adalah bahwa Allah rela mempercayakan pekerjaan-Nya kepada manusia yang bisa mengecewakan berat, dan Ia tidak menarik kembali kepercayaan itu. Kita hidup dengan risiko itu sampai hari Tuhan datang, dan pada hari itu bukan hanya jemaat, tetapi para pemimpin juga akan berdiri di terang yang sama.
Refleksi
Siapa di jemaatmu yang bekerja sampai letih tanpa pernah kamu sebut namanya dalam doa?
Teguran terakhir yang kamu terima: kamu tolak karena tidak benar, atau karena tidak enak?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 1 Thessalonians 5:12
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 1 TESALONIKA 5:12?
Tentang apakah 1 TESALONIKA 5:12?
Apa konteks historis dari 1 TESALONIKA 5:12?
Apa yang 1 TESALONIKA 5:12 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 1 TESALONIKA 5:12 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 1 Thessalonians 5
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Akan tetapi, Saudara-saudara, tentang waktu dan masa, kamu tidak perlu dituliskan apa-apa kepadamu." Paulus tidak memberi kalender. Ia justru berhenti bicara soal tanggal. Seolah ia berkata: kamu sudah tahu yang perlu kamu tahu, sekarang hiduplah. Mungkin rasa ingin tahumu tentang masa depan sedang menunda ketaatanmu hari ini.
Paulus menaruh iman dan kasih sebagai baju zirah, dan pengharapan akan keselamatan sebagai ketopong. Perhatikan: dadamu dijaga, kepalamu dijaga. Yang paling rapuh dalam dirimu justru yang paling dilindungi. Hari ini, apa yang sebenarnya menutupi pikiranmu? Kecemasan, atau pengharapan yang Tuhan berikan?
Berdoalah tanpa henti." Tiga kata saja, dan Paulus menulisnya kepada jemaat muda yang sedang ditekan, bukan kepada orang yang punya banyak waktu luang. Jadi doa yang dia maksud bukan jam khusus yang sempurna, melainkan hati yang dibiarkan terbuka sepanjang hari. Di antara pekerjaan, di perjalanan, saat kau lelah. Kapan terakhir kali kau bicara dengan Dia bukan sebagai acara, tapi seperti menarik napas?
Aku memerintahkanmu demi Tuhan supaya surat ini dibacakan kepada semua saudara seiman." Paulus tidak menitipkan suratnya pada segelintir orang pintar. Semua harus dengar, termasuk yang tidak bisa membaca, yang paling kecil di jemaat itu. Firman bukan milik orang dalam. Siapa di sekitarmu yang belum kaubagi?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi