YESAYA 43
Teks
Terdengar sebuah suara di tengah reruntuhan sebuah bangsa yang sudah kalah perang: "Jangan takut karena Aku telah menebusmu, Aku telah memanggilmu dengan namamu; kamu adalah milik-Ku." Dari situ pasal ini bergerak seperti gelombang: janji penyertaan lewat air dan api, perintah kepada empat penjuru bumi untuk memulangkan anak-anak yang tercerai-berai, lalu sebuah sidang pengadilan di mana bangsa-bangsa disuruh menghadirkan saksi dan ternyata tidak punya apa-apa untuk dikatakan. Tuhan mengumumkan sesuatu yang belum pernah ada, jalan di padang belantara dan sungai di padang gurun. Dan ketika kita menyangka pasal ini akan berakhir dengan pujian, nadanya berbalik tajam: "Akan tetapi, kamu tidak berseru kepada-Ku, hai Yakub." Umat yang dinamai dan ditebus itu ternyata lelah terhadap Allahnya.
Inti
Perhatikan urutannya, karena di situlah seluruh bobot teologis pasal ini terletak. Allah tidak berkata: perbaiki dirimu, lalu Aku akan menebusmu. Ia berkata: Aku telah menebusmu, karena itu jangan takut. Penebusan mendahului perbaikan, kepemilikan mendahului ketaatan. Dan ketika akhirnya dosa dibicarakan secara terbuka, dengan daftar yang memalukan tentang kurban yang tidak dibawa dan kemenyan yang tidak dibeli, pengampunan itu tidak digantungkan pada penyesalan yang cukup dalam, melainkan pada alasan yang mengejutkan: "Aku, Akulah Dia yang menghapuskan pelanggaran-pelanggaranmu, demi diri-Ku sendiri." Demi diri-Nya sendiri. Anugerah di sini tidak berakar pada nilai kita, tetapi pada kesetiaan Allah terhadap nama-Nya sendiri. Itulah sebabnya ia tidak bisa dibatalkan oleh kegagalan kita, dan itulah satu-satunya alasan mengapa seorang pendosa bisa tidur nyenyak.
Benang Merah
Pasal ini menoleh ke belakang dan ke depan sekaligus. Ke belakang: "yang membuat jalan di laut" dan menenggelamkan kereta serta kuda, itu jelas Laut Teberau, memori paling suci yang dimiliki Israel. Lalu, tanpa jeda, datang perintah yang nyaris menghujat: "Jangan mengingat hal-hal yang dahulu." Bukan karena Keluaran tidak penting, melainkan karena Allah hendak melakukan sesuatu yang akan membuat Keluaran terlihat seperti sketsa pertama. Jalan di padang belantara itu dipakai lagi berabad-abad kemudian, ketika Yohanes berdiri di gurun dan menyiapkan jalan bagi Seseorang. Dan kalimat "selain Aku, tidak ada juru selamat" menjadi sangat tajam ketika seorang anak di Nazaret diberi nama yang artinya persis itu: Tuhan menyelamatkan. Ketika Yesus mengampuni dosa orang lumpuh dan para ahli Taurat tersinggung, mereka tidak salah membaca Yesaya 43:25. Mereka hanya salah menilai siapa yang sedang berdiri di depan mereka.
Cermin
Ada dua kalimat di pasal ini yang mungkin mengenai Anda hari ini, dan keduanya tidak nyaman. Yang pertama: "Ketika kamu menyeberangi perairan." Bukan kalau, tetapi ketika. Allah tidak menjanjikan pernikahan yang tidak pernah retak, hasil biopsi yang selalu bersih, atau anak yang tidak pernah menjauh. Ia menjanjikan diri-Nya sendiri di tengah air itu. Yang kedua lebih menusuk: "Kamu merasa lelah terhadap Aku, hai Israel." Ini bukan tentang orang yang meninggalkan iman, melainkan tentang orang yang masih hadir setiap Minggu namun doanya sudah lama menjadi gumaman kewajiban. Lelah terhadap Allah adalah penyakit orang beragama, bukan orang kafir. Hari ini, tuliskan di secarik kertas satu hal lama yang terus Anda putar ulang, dosa atau luka, lalu bacalah dengan suara keras ayat 25 atas kertas itu, dan buanglah kertasnya.
Detail
"Aku memberikan Mesir sebagai tebusanmu, Etiopia dan Syeba sebagai gantimu." Kalimat ini jarang dikutip di kartu ucapan, dan memang menggores. Kata yang dipakai, kofer, adalah uang tebusan yang dibayarkan untuk menebus nyawa seseorang yang seharusnya hilang. Allah berkata: Aku membayar dengan bangsa-bangsa. Secara historis ini menunjuk pada penaklukan Koresh atas Mesir dan sekitarnya; secara teologis ini menggemakan Keluaran, ketika Mesir kehilangan anak sulungnya agar Israel bebas. Yang mengganggu adalah logikanya: pembebasan satu pihak punya harga yang ditanggung pihak lain. Keselamatan tidak pernah gratis, ia hanya gratis bagi yang menerimanya. Dan itulah sebabnya salib bukan penyimpangan dari Perjanjian Lama, melainkan kelanjutannya yang paling jujur.
Konteks
Latarnya adalah Babel, kira-kira setengah abad setelah 587 SM. Yerusalem rata, Bait Allah terbakar, raja Daud terakhir dibutakan dan digiring pergi. Bagi dunia kuno, perang antarbangsa adalah perang antardewa, dan hasilnya tampak jelas: Marduk menang, TUHAN kalah. Setiap tahun orang Babel mengarak patung dewa mereka dalam prosesi megah menyusuri jalan raya kota, sementara orang Yahudi menyaksikan dari tepi jalan tanpa bait, tanpa kurban, tanpa tanah. Di situlah nabi ini bersuara, dan ia tidak memulai dengan pembelaan diri. Ia memanggil seluruh bangsa ke ruang sidang: "Siapakah di antara mereka yang dapat memberitahukan hal ini?" Satu-satunya bukti yang diajukan Allah adalah sejarah yang Ia ucapkan sebelum terjadi, dan satu-satunya saksi yang Ia panggil adalah sekelompok tawanan.
Profil
Bayangkan siapa yang mendengar ini. Sebagian besar lahir di Babel, tidak pernah melihat Yerusalem, bicara dengan logat Aram, punya nama dagang dan catatan utang di tablet tanah liat. Bagi mereka, Mesir dan Keluaran adalah cerita kakek. Dan kini mereka disebut "saksi-Ku" dan sekaligus "bangsa yang buta, sekalipun memiliki mata". Keduanya benar, dan mereka tahu itu. Yang mereka dengar dalam kalimat "Aku telah memanggilmu dengan namamu" bukanlah sentimen hangat, melainkan klaim kepemilikan yang melawan negara: kalian bukan milik Babel, bukan properti kekaisaran, kalian milik-Ku. Dan ketika Allah menyebut diri "Rajamu" di hadapan orang-orang yang tidak lagi punya raja, itu bukan penghiburan. Itu deklarasi perang.
Refleksi
Di bagian hidup mana saya sedang berada "di tengah perairan", dan apa yang sesungguhnya saya harapkan dari Allah di sana: jalan keluar, atau penyertaan-Nya?
"Kamu merasa lelah terhadap Aku." Kapan terakhir kali saya berseru kepada Tuhan bukan karena kewajiban, melainkan karena benar-benar menginginkan Dia?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Isaiah 43
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YESAYA 43?
Tentang apakah YESAYA 43?
Apa konteks historis dari YESAYA 43?
Apa yang YESAYA 43 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YESAYA 43 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Isaiah 43
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Perhatikan urutannya: Allah lebih dulu menyebut mereka saksi, lalu berkata "supaya kamu mengetahui dan memercayai Aku". Jadi saksi-saksi-Nya adalah orang yang masih sedang belajar percaya. Israel waktu itu di pembuangan, bukan contoh iman yang hebat. Tetapi mereka punya satu hal: pengalaman hidup bersama Allah. Kamu juga.
Terima kasih, TUHAN, Allahku, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatku. Engkau rela membayar harga yang mahal untuk menebus aku, seolah bangsa-bangsa pun Kauberikan sebagai gantiku. Betapa berharganya aku di mata-Mu, padahal aku sering merasa tak layak. Hatiku tenang karena Engkau memegangku.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
