LUKAS 1
Teks
Lukas membuka dengan kata pengantar yang terdengar seperti seorang sejarawan: ia menyelidiki, menyusun, dan menulis untuk Teofilus supaya ia tahu kebenarannya. Lalu ceritanya mulai di tempat yang paling tua di Israel: seorang imam tua tanpa anak, membakar ukupan di Bait Allah, disergap malaikat Gabriel yang menjanjikan seorang anak bernama Yohanes. Enam bulan kemudian Gabriel muncul lagi, kali ini di kampung tak terkenal di Galilea, kepada seorang perawan bernama Maria. Dua kehamilan yang mustahil bertemu di pegunungan Yehuda, dan dari pertemuan itu meledak dua nyanyian: Maria memuji Allah yang menjungkirbalikkan takhta, Zakharia memberkati Allah yang mengingat sumpah-Nya kepada Abraham.
Intinya
Lukas ingin Anda mendengar gema. Perempuan mandul yang sudah lanjut usia, malaikat yang berkata "Jangan takut", anak perjanjian yang lahir di luar kemungkinan biologis: itu bukan motif baru, itu cara Allah bekerja sejak Sara. Yang dikatakan pasal ini tentang Allah adalah bahwa Ia setia pada pola-Nya sendiri. Ia tidak memulai sesuatu yang lain; Ia melanjutkan. Zakharia menyebutnya dengan tepat: "karena mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus." Keselamatan di sini bukan ide yang tiba-tiba turun dari langit, melainkan janji lama yang akhirnya menagih penggenapannya. Dan penggenapan itu datang lewat rahim, bukan lewat tentara; lewat orang-orang yang tidak punya kuasa apa-apa atas hidup mereka sendiri.
Benang Merah
Nyanyian Maria hampir tidak bisa dibaca tanpa mendengar Hana di 1 Samuel 2. Perempuan yang tertutup rahimnya bernyanyi tentang Allah yang menurunkan yang kuat dan meninggikan yang rendah, dan anak yang lahir dari doanya mengurapi raja Daud. Maria mengambil melodi itu dan menaikkannya satu oktaf: "Ia menurunkan para penguasa dari takhta mereka, dan meninggikan orang-orang yang rendah hati." Bedanya, Anak yang ia kandung tidak akan mengurapi raja; Ia sendiri menerima "takhta Daud, nenek moyang-Nya", persis janji yang diberikan kepada Daud melalui Natan bahwa kerajaannya akan kokoh selamanya. Dan Yohanes? Ia adalah Elia yang dijanjikan Maleakhi di baris terakhir Perjanjian Lama. Empat abad senyap berakhir dengan mengutip kalimat penutup itu.
Cermin
Zakharia dan Elisabet "hidup tak bercela sesuai dengan semua hukum dan perintah Tuhan", dan tetap tidak punya anak. Ketaatan tidak membeli apa pun. Mungkin Anda tahu rasanya: bertahun-tahun setia dalam pernikahan yang dingin, dalam pekerjaan yang tidak pernah diakui, dalam doa untuk anak yang menjauh, dan tidak ada yang bergerak. Elisabet menyebutnya dengan kata yang jujur: "aib". Ia bersembunyi lima bulan, mungkin karena sukacita, mungkin karena ia belum berani percaya. Yang mengganggu dari pasal ini adalah bahwa Allah menunggu sampai segala kemungkinan alami habis. Ia tidak datang untuk mempercepat apa yang bisa Anda usahakan sendiri; Ia datang ketika Anda sudah berhenti mengusahakannya. Itu menghibur dan menyakitkan sekaligus.
Detail
"Sinar Matahari akan menyinari kita dari tempat tinggi." Kata yang dipakai Zakharia, anatolē, berarti terbitnya matahari, tetapi juga tunas yang muncul dari tanah. Kedua arti itu hidup dalam nubuat: Yeremia menjanjikan Tunas adil dari keturunan Daud, dan Maleakhi menutup kitabnya dengan surya kebenaran yang terbit dengan kesembuhan pada sayapnya. Zakharia, imam yang baru saja mendapatkan kembali lidahnya, memilih satu kata yang memuat keduanya. Anaknya akan berjalan mendahului fajar itu. Dan perhatikan ke mana cahaya itu diarahkan: bukan kepada yang saleh, melainkan kepada "mereka yang tinggal dalam kegelapan dan yang berada dalam bayang-bayang maut". Kalimat itu diambil dari Yesaya, tentang Galilea, daerah yang paling diremehkan. Tempat tinggal Maria.
Konteks
Herodes memerintah Yudea sebagai raja boneka Roma, seorang pembangun besar yang paranoid. Bait Allah yang ia renovasi adalah pusat ekonomi dan politik, bukan hanya rohani. Ada sekitar delapan belas ribu imam yang dibagi dalam dua puluh empat rombongan; masing-masing bertugas dua minggu setahun, dan membakar ukupan di Ruang Kudus adalah undian sekali seumur hidup. Hari itu adalah puncak karier Zakharia, dan ia keluar tanpa suara. Maria di ujung lain spektrum: perempuan muda, bertunangan, di desa Galilea yang tidak pernah disebut dalam Perjanjian Lama, tanpa status hukum maupun sosial. Gabriel, yang dalam kitab Daniel menjelaskan penglihatan tentang akhir zaman, kali ini diutus ke sana.
Pertanyaan
Zakharia bertanya, "Bagaimanakah aku akan mengetahui tentang hal ini?" dan menjadi bisu. Maria bertanya, "Bagaimana hal ini akan terjadi sedangkan aku belum bersuami?" dan mendapat penjelasan plus tanda. Abraham pernah bertanya nyaris kata demi kata seperti Zakharia dan justru diberi perjanjian. Di mana letak keadilannya? Teks tidak menjelaskan; ia hanya menyebut "karena kamu tidak percaya pada perkataanku". Mungkin bedanya ada di posisi: Zakharia berdiri di jantung Bait Allah, telah membaca nubuat itu sepanjang hidupnya, dan tetap menuntut bukti; Maria hanya menanyakan mekanismenya, lalu menyerahkan diri. Tapi jangan buru-buru menutupnya. Sembilan bulan diam bukan hukuman yang manis. Dan yang keluar dari mulut itu ketika akhirnya terbuka bukan keluhan, melainkan pujian. Barangkali diam itulah yang mengajarnya.
Refleksi
Di bagian hidup mana Anda masih menuntut tanda sebelum mau percaya, dan apa yang sebenarnya Anda takutkan di balik tuntutan itu?
Nyanyian Maria menempatkan Anda di salah satu sisi: yang lapar atau yang kaya, yang rendah atau yang di atas takhta. Jujur saja, Anda berdiri di sisi mana, dan apa artinya kabar baik ini bagi Anda di sana?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Luke 1
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti LUKAS 1?
Tentang apakah LUKAS 1?
Apa konteks historis dari LUKAS 1?
Apa yang LUKAS 1 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana LUKAS 1 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Luke 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Bapa, ajar aku hidup lurus di hadapan-Mu, bukan supaya dilihat orang, tapi karena aku mengasihi-Mu. Ada doa yang belum Kaujawab, dan aku lelah menunggu. Tolong aku tetap setia dalam hal-hal kecil hari ini, percaya Engkau melihat.
Beberapa waktu kemudian, Maria bersiap-siap dan pergi dengan segera ke daerah pegunungan, ke sebuah kota di Yehuda." Maria tidak menunggu sampai semuanya masuk akal. Ia bangkit dan menempuh jalan panjang menuju satu orang yang bisa mengerti. Ketika hidupmu berubah tiba-tiba, siapa yang kamu tuju? Tuhan sering menyiapkan seseorang lebih dulu.
Bapa, Engkau mengirim kabar-Mu ke kota kecil yang tak diperhitungkan siapa pun, kepada seorang gadis biasa. Itu menenangkan aku. Kalau Engkau memilih tempat sesederhana itu, mungkin Engkau juga melihat hidupku yang biasa ini. Buat aku siap mendengar saat Engkau datang.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
