MATIUS 13:47
Teks Itu Sendiri
Yesus menutup rangkaian perumpamaan-Nya di tepi danau dengan satu gambar yang diambil langsung dari pemandangan di depan mata para pendengar-Nya: "Kerajaan Surga adalah seperti jala yang ditebarkan ke dalam laut, dan mengumpulkan berbagai jenis ikan." Sebuah jala besar dilempar dari perahu atau ditarik dari pantai, dan yang masuk ke dalamnya bukan hasil seleksi, melainkan segala yang ada di air itu. Baru sesudah jala penuh dan diseret ke darat, para nelayan duduk dan memilah. Ayat 47 sendiri berhenti tepat sebelum pemilahan itu; yang ditekankan di sini adalah gerakan jala yang menyapu laut dan mengumpulkan tanpa pandang bulu.
Intinya
Kerajaan Surga bekerja dengan cara yang membuat kita gelisah: ia mengumpulkan dulu, memilah kemudian. Jala itu tidak selektif, dan itu bukan kelemahan melainkan watak dari kerajaan ini. Allah tidak menunggu laut menjadi jernih sebelum menebar jala; Ia menyapu seluruh perairan dunia, dengan ikan yang baik dan yang tidak, orang yang tulus dan yang setengah hati, yang datang karena lapar akan Allah dan yang datang karena penasaran. Artinya, komunitas yang terkumpul oleh pemberitaan Injil tidak akan pernah murni di dunia ini, dan usaha kita untuk memurnikannya lebih dahulu selalu merampas hak yang bukan milik kita. Perumpamaan ini menaruh kesabaran Allah dan penghakiman Allah dalam satu tarikan napas: keduanya nyata, tetapi keduanya punya waktunya sendiri, dan waktu itu ditentukan oleh-Nya.
Benang Merah
Yesus tidak sedang mengarang gambar baru. Para nabi sudah lama berbicara tentang Allah yang mengumpulkan kembali umat-Nya yang tercerai-berai dari segala penjuru, dan tentang bangsa-bangsa yang suatu hari akan berduyun-duyun datang. Kata "mengumpulkan" di ayat ini membawa gema itu. Yang baru adalah siapa yang memegang jala. Beberapa pasal sebelumnya Yesus memanggil nelayan-nelayan di danau yang sama ini dan menjanjikan bahwa mereka akan menjala manusia; di sini Ia menjelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi lewat pekerjaan mereka. Pemberitaan para murid bukan sekadar usaha keagamaan, melainkan jala Kerajaan yang sedang ditebar ke dalam sejarah. Dan pada ayat 49 topeng gambar itu dibuka: yang duduk memilah di akhir zaman adalah Anak Manusia lewat para malaikat-Nya. Yang menebar dan yang memilah adalah Pribadi yang sama.
Cermin
Ada kelegaan dan ada ketidaknyamanan di sini, dan keduanya perlu Anda rasakan. Kelegaan: Anda masuk ke dalam jala bukan karena Anda ikan pilihan, tetapi karena jala itu disapukan ke air tempat Anda berenang. Ketidaknyamanan: orang yang duduk tiga kursi dari Anda hari Minggu, yang pandangannya membuat Anda gerah, yang menurut Anda jelas-jelas tidak sungguh-sungguh, ada di dalam jala yang sama, dan penilaian Anda atas dirinya bukan penilaian yang menentukan. Kita gemar memilah lebih awal, di grup WhatsApp pelayanan, di percakapan sesudah ibadah, dalam hati ketika mendengar seseorang berdoa. Itu bukan ketegasan rohani; itu mengambil kursi di pantai yang belum diberikan kepada kita. Hari ini, tulislah satu nama orang di gereja yang diam-diam sudah Anda coret, lalu doakan nama itu selama dua menit.
Pertanyaan
Perumpamaan ini mengatakan ada ikan yang dibuang, dan Yesus sendiri menjelaskannya dengan bahasa tungku api. Yang tidak dikatakan-Nya adalah bagaimana ikan menjadi "tidak baik". Tidak ada penjelasan tentang proses, tidak ada daftar kriteria, tidak ada ukuran yang bisa kita pakai untuk menimbang diri sendiri atau orang lain dengan pasti. Itu membuat teks ini sulit ditelan, dan setiap usaha kita untuk melembutkannya justru mengkhianatinya. Yang bisa kita pegang hanyalah ini: pemilahan dilakukan oleh Dia yang rela ditolak di kampung-Nya sendiri, yang menanggung pembuangan supaya orang lain tidak mengalaminya. Itu tidak menghapus kegentaran, tetapi mengubah siapa yang kita bayangkan duduk di pantai itu. Kita tidak diberi kunci penghakiman; kita diberi wajah Hakimnya.
Detail
Perhatikan ke mana jala itu ditebarkan: "ke dalam laut". Dalam cara berpikir orang Israel, laut bukan tempat liburan melainkan wilayah kacau, gelap, tak terkendali, tempat asal bangsa-bangsa asing. Danau Galilea sendiri dikelilingi kota-kota kafir. Jadi gambar ini bukan tentang jala yang dilempar ke kolam yang tenang dan terkontrol, melainkan ke dalam kekacauan dunia sebagaimana adanya. Kerajaan Surga tidak menunggu dunia menjadi layak; ia menyelam ke tempat paling tidak layak dan menarik keluar apa yang ada di sana. Inilah pola inkarnasi dalam bentuk gambar: Allah yang turun ke dalam air keruh. Dan bila Injil hanya kita tebarkan di air yang sudah bersih, di lingkaran yang sudah nyaman, kita sebenarnya sedang memakai jala yang lain.
Tokoh Utama
Dua kali dalam pasal ini ada orang yang duduk. Di ayat 2, Yesus duduk di perahu dan mengajar orang banyak dari atas air. Di ayat 48, para nelayan duduk di pantai dan memilah. Sikap duduk itu bukan kebetulan: duduk adalah posisi guru dan posisi hakim, tenang, tidak tergesa, berwibawa. Yesus adalah keduanya. Ia tidak panik melihat jala-Nya penuh dengan campuran; Ia tidak buru-buru membersihkan; Ia juga tidak berpura-pura bahwa semua isi jala sama saja. Lanskap batin-Nya adalah kesabaran yang tahu ujungnya. Di situlah letak kelembutan sekaligus keseriusan-Nya: Ia memberi waktu yang panjang justru karena Ia tahu akan ada saat di mana waktu itu habis.
Kalau jala itu ditarik hari ini, apa yang membuat Anda berharap, dan apa yang membuat Anda gentar?
Di bagian hidup mana Anda sedang memilah sesuatu yang sebenarnya belum diserahkan ke tangan Anda?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Matthew 13:47
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MATIUS 13:47?
Tentang apakah MATIUS 13:47?
Apa konteks historis dari MATIUS 13:47?
Apa yang MATIUS 13:47 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MATIUS 13:47 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Matthew 13
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau berkata, "Tidak," saat lalang itu hendak dicabut. Kesabaran-Mu menjaga gandum yang lemah, termasuk aku. Aku bersyukur Engkau tidak buru buru mencabut, melainkan memberi waktu untuk bertumbuh sampai musim menuai.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi