YOHANES 19:39
Teks
Sesudah Yusuf dari Arimatea mendapat izin Pilatus untuk mengambil tubuh Yesus, muncul satu nama lagi yang tidak kita duga: Nikodemus. Yohanes tidak membiarkan kita lupa siapa dia; ia menuliskannya dengan sengaja, "orang yang dahulu menemui Yesus pada malam hari." Dan orang ini datang bukan dengan tangan kosong, melainkan membawa "campuran minyak mur dan gaharu, yang beratnya sekitar lima puluh kati." Itu bukan sekantong rempah untuk penguburan sederhana, melainkan beban yang harus dipikul, jumlah yang biasanya disiapkan untuk pemakaman seorang raja. Seorang anggota Sanhedrin yang dahulu datang dalam gelap kini berjalan di siang hari, di dekat kayu salib, menangani tubuh seorang terhukum yang baru saja dibunuh oleh keputusan lembaganya sendiri.
Inti
Ayat ini memperlihatkan bagaimana salib bekerja pada hati manusia. Dalam Yohanes 3, Nikodemus datang malam-malam, penuh sopan santun dan pertanyaan yang aman, dan ia tersandung ketika Yesus berbicara tentang dilahirkan kembali dan tentang Anak Manusia yang harus ditinggikan. Sekarang Anak Manusia sudah ditinggikan, dan Nikodemus ada di sana, bukan lagi sebagai penanya melainkan sebagai orang yang menyentuh tubuh yang mati itu dengan tangannya sendiri. Perhatikan urutannya: bukan kebangkitan yang membuatnya berani, bukan mukjizat, bukan kemenangan yang kelihatan. Justru kekalahan total Yesus yang menarik dia keluar dari persembunyian. Inilah kuasa aneh dari kematian Kristus: ia tidak merekrut orang dengan kehebatan, tetapi melumerkan orang dengan kasih yang sampai habis. Keselamatan datang kepada orang yang lambat, yang penakut, yang butuh bertahun-tahun.
Benang Merah
Mur dan gaharu bukan rempah sembarangan. Dalam Mazmur 45, nyanyian pernikahan untuk seorang raja, pakaian sang raja harum oleh mur dan gaharu; itu wangi istana, wangi penobatan, bukan wangi kamar mayat. Dan Yohanes baru saja menghabiskan dua puluh ayat untuk menekankan satu tema: Pilatus menulis "Yesus Orang Nazaret, Raja Orang Yahudi" dalam tiga bahasa dan menolak menghapusnya. Mahkota duri, jubah ungu, papan tulisan, lalu rempah seharga kerajaan. Seluruh pasal ini adalah upacara penobatan yang dipentaskan oleh orang-orang yang tidak tahu bahwa mereka sedang menobatkan. Dan Yesaya sudah lama mengatakan bahwa Hamba yang menderita itu akan dikuburkan bersama orang kaya. Nikodemus, tanpa merencanakannya, menjadi tangan yang menggenapi kalimat tua itu. Rencana keselamatan Allah berjalan bahkan melalui rempah-rempah yang dibeli seorang penakut.
Cermin
Ada bagian hidup Anda yang masih malam hari. Rekan kerja yang tahu segalanya tentang Anda kecuali yang paling menentukan. Keluarga besar di mana iman Anda menjadi topik yang dilewati dengan sopan. Kelompok di mana posisi Anda terlalu berharga untuk dipertaruhkan demi sebuah kalimat pengakuan. Nikodemus punya semua alasan bagus: ia orang Sanhedrin, ia bisa lebih berguna dari dalam, ia perlu waktu. Semua itu benar, dan semua itu tetap membuatnya bersembunyi bertahun-tahun. Yang membongkarnya bukan argumen yang lebih baik, melainkan melihat harga yang dibayar Yesus sementara ia sendiri diam. Kalau Anda sudah lama menunda, teks ini tidak mempermalukan Anda; ia hanya memberi tahu bahwa masih ada siang hari. Hari ini juga, kirimkan satu pesan singkat kepada satu orang yang mengenal Anda tetapi tidak tahu Anda mengikut Yesus, dan katakan itu dalam satu kalimat, tanpa penjelasan panjang.
Detail
"Sekitar lima puluh kati." Kira-kira tiga puluh kilogram. Itu terlalu banyak. Untuk satu jenazah, jumlah sebesar itu tidak masuk akal secara praktis; harus diangkut, dibayar mahal, dan sebagian besar akan terbuang. Yohanes tidak perlu menyebut angkanya, tetapi ia menyebutnya, karena angka itulah pengakuan Nikodemus. Orang yang dulu berhati-hati dengan setiap kata kini tidak berhati-hati sama sekali dengan uangnya. Dan ironinya tajam: semua rempah itu disiapkan untuk mengawetkan tubuh yang tidak akan tinggal di sana sampai Minggu pagi. Kasih yang terlambat sering berlebihan, dan justru itu tandanya kasih. Allah tidak menolak persembahan yang salah hitung. Ia menerima tiga puluh kilogram kesetiaan yang datang terlambat seperti Ia menerima perempuan yang memecahkan buli-buli.
Konteks
Ini Jumat sore, "hari persiapan," dan matahari terbenam mendekat. Sesudah itu Sabat dimulai, dan bukan Sabat biasa melainkan "hari besar" di tengah Paskah. Tubuh orang yang disalib biasanya dibiarkan membusuk sebagai peringatan bagi penduduk jajahan, atau dilempar ke liang bersama. Diperlukan izin gubernur untuk mengambilnya, dan yang meminta izin itu justru dua anggota lembaga yang baru saja menyerahkan Yesus kepada Pilatus. Menyentuh mayat membuat mereka najis secara ritual pada puncak perayaan. Mereka kehilangan Paskah untuk mengurus Dia yang adalah Paskah itu sendiri. Bayangkan tatapan para prajurit, tergesa-gesa, darah, aroma rempah yang menyengat, dua pria terhormat berlumur tanah. Keberanian dalam Injil Yohanes hampir selalu terlihat tidak heroik; ia terlihat seperti orang yang terlambat dan kotor.
Pertanyaan
Apakah Nikodemus percaya? Perhatikan: ia mengurbankan tiga puluh kilogram rempah untuk pengawetan. Itu tindakan orang yang yakin bahwa semuanya sudah berakhir. Ia mengasihi Yesus, tetapi ia menguburkan-Nya; tidak ada tanda ia mengharapkan Minggu pagi. Dan sesudah ayat ini, Alkitab diam tentang dia selamanya. Kita tidak diberi tahu apakah ia berdiri di antara murid-murid sesudah kebangkitan. Yohanes membiarkan kita menggantung. Mungkin itu justru jujur: iman yang nyata sering terlihat seperti kesetiaan yang tidak mengerti apa-apa, tangan yang tetap merawat ketika harapan sudah habis. Jangan buru-buru memberi Nikodemus akhir yang manis. Cukuplah ini: ia datang, di siang hari, dengan tangannya sendiri. Sisanya ada pada Allah yang lebih setia daripada iman kita.
Refleksi
Di mana dalam hidup Anda iman masih "malam hari", dan apa sebenarnya yang Anda takut kehilangan bila hal itu terbuka?
Nikodemus membawa jauh lebih banyak dari yang diperlukan; kapan terakhir kali kasih Anda kepada Kristus terlihat tidak masuk akal secara hitungan?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang John 19:39
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YOHANES 19:39?
Tentang apakah YOHANES 19:39?
Apa konteks historis dari YOHANES 19:39?
Apa yang YOHANES 19:39 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YOHANES 19:39 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang John 19
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tuhan, di hadapan orang yang merasa memegang hidup dan mati-Nya, Yesus memilih diam. Aku sering panik saat orang lain seolah menentukan nasibku. Ajari aku percaya bahwa tidak ada kuasa yang lebih besar dari tangan-Mu, dan tenang di dalamnya.
Para imam kepala tidak meminta Yesus diturunkan. Mereka hanya minta satu kata diubah: "Jangan menulis, 'Raja orang Yahudi', tetapi bahwa Orang itu mengatakan, 'Aku adalah Raja orang Yahudi.'" Ubah fakta jadi klaim, maka salib itu terasa lebih nyaman. Kadang aku juga begitu. Aku tidak menyangkal Dia Raja, aku cuma menggeser sedikit kalimatnya supaya tidak perlu tunduk.
Terima kasih, Tuhan Yesus, karena tuduhan itu ternyata benar: Engkau memang Anak Allah. Engkau tidak menyangkal jati diri-Mu meski itu berarti hukuman mati. Aku bersyukur Engkau rela dianggap bersalah karena kebenaran, supaya aku yang bersalah dinyatakan benar.
Kemudian, Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan." Pilatus tahu Yesus tidak bersalah, tapi ia memilih aman. Ia tidak menghukum, ia hanya menyerahkan, seolah tangannya tetap bersih. Ada kalanya kita pun begitu: tidak menolak Yesus terang-terangan, hanya menyerahkan Dia pada suara terbanyak. Hari ini, di mana kamu diam supaya tetap aman?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi