MATIUS 13:49
Teks
Sebuah jala diseret ke pantai, berat oleh segala macam ikan, dan para nelayan duduk untuk memilah: yang baik masuk keranjang, yang tidak baik dibuang. Lalu Yesus melepaskan gambaran itu dari danau Galilea dan melemparkannya ke ujung sejarah: "Jadi, itulah yang akan terjadi pada akhir zaman. Para malaikat akan keluar dan memisahkan yang jahat dari orang-orang benar." Jala itu bukan gereja yang bersih, melainkan dunia yang tercampur; dan pemilahan yang kita harapkan terjadi sekarang ternyata ditunda sampai hari terakhir. Ayat 49 adalah kalimat penafsir: gambar nelayan tadi bukan cerita tentang perikanan, melainkan tentang penghakiman Allah yang pasti datang, dilakukan bukan oleh tangan manusia melainkan oleh utusan-utusan surga.
Inti
Yang mengguncang dari ayat ini bukan adanya penghakiman, melainkan siapa yang melakukannya. Bukan hamba-hamba yang ingin mencabut lalang (ayat 28), bukan orang saleh yang gatal memilah tetangganya, melainkan para malaikat. Allah menahan tangan kita justru karena Ia sendiri kudus dan tidak mungkin membiarkan kejahatan berdiri selamanya di hadapan-Nya. Kerajaan Surga yang Yesus bawa ternyata datang dalam dua tahap: sekarang ia menyebar seperti ragi dan tumbuh seperti biji sesawi, tercampur dengan yang jahat; kelak ia dimurnikan tuntas. Kesabaran Allah di masa ini bukan kelemahan moral, melainkan ruang anugerah yang sengaja dibuka. Dan kata "orang-orang benar" di sini bukan label bagi yang tanpa cela, melainkan bagi mereka yang mendengar firman, memahaminya, dan berbuah, artinya mereka yang dibentuk oleh benih yang ditabur Anak Manusia sendiri.
Benang Merah
Pemisahan pada akhir zaman bukan gagasan baru yang Yesus ciptakan; itu adalah janji lama yang akhirnya diberi wajah. Sejak Kejadian, Allah memisahkan: terang dari gelap, air dari daratan, satu umat dari bangsa-bangsa. Memisahkan adalah pekerjaan Pencipta, dan kekudusan-Nya selalu berarti bahwa yang rusak tidak akan dibiarkan bercampur selamanya dengan yang baik. Perjanjian dengan Abraham dan Musa pun selalu berbicara tentang berkat dan kutuk, dua jalan, dua akhir. Yang membuat ayat ini menjadi Injil dan bukan sekadar ancaman adalah identitas Sang Penabur: "Orang yang menaburkan benih yang baik adalah Anak Manusia" (ayat 37). Hakim di akhir zaman adalah Dia yang lebih dahulu datang sebagai penabur, yang menghambur-hamburkan benih ke pinggir jalan dan tanah berbatu, yang mati bagi tanah yang tidak layak. Penghakiman tidak menghapus anugerah; ia justru membuktikan bahwa anugerah itu sungguh-sungguh serius.
Cermin
Kita hidup dengan dua naluri yang sama-sama keliru. Yang pertama: ingin memilah sekarang. Kita menyortir rekan kerja menjadi orang "beres" dan "tidak beres", menilai saudara ipar yang jarang ke gereja, mencoret nama-nama dari daftar harapan kita diam-diam. Yesus melarang itu bukan karena perbedaan tidak nyata, melainkan karena mata kita terlalu buruk untuk membedakan gandum dari lalang sebelum berbuah. Naluri kedua justru sebaliknya: karena pemisahan ditunda, kita menyimpulkan bahwa ia tidak akan datang, lalu hidup seolah pilihan-pilihan kecil hari ini, cara kita memakai uang, cara kita berbicara tentang orang yang tidak hadir, tidak akan pernah disentuh terang. Ayat ini memotong keduanya. Ada hari pemilahan, dan bukan Anda yang memegang keranjangnya. Hari ini, tuliskan satu nama orang yang sudah diam-diam Anda coret, lalu doakan nama itu dengan suara terdengar selama dua menit.
Konteks
Yesus duduk di perahu, di tepi Danau Galilea, berbicara kepada orang banyak yang berdiri di pantai (ayat 1-2). Di antara mereka pasti ada nelayan. Jala seret yang Ia gambarkan, jaring panjang yang ditarik dua perahu lalu ditarik ke darat, memang menangkap segalanya: ikan bersirip yang halal, ikan tanpa sisik yang najis menurut Taurat, juga sampah dan batu. Memilah di pantai adalah pekerjaan rutin, bukan drama. Di sinilah letak ketajamannya. Para pendengar hidup di bawah pendudukan Roma dan merindukan Mesias yang segera membersihkan tanah mereka dari orang jahat, orang Romawi, para pemungut cukai, siapa pun yang tidak masuk hitungan. Yesus mengakui kerinduan itu benar, tetapi menolak jadwalnya. Pembersihan akan datang; bukan sekarang, bukan lewat pedang orang saleh.
Detail
Perhatikan kata kerja "memisahkan" dan urutannya: "memisahkan yang jahat dari orang-orang benar". Dalam perumpamaan lalang, urutannya terasa terbalik, lalang dikumpulkan lebih dahulu (ayat 30), tetapi intinya sama: yang diangkat keluar adalah yang jahat, bukan yang benar. Orang benar tidak dipindahkan ke tempat lain; mereka tetap tinggal, dan justru dunialah yang dibersihkan di sekeliling mereka. Ini penting bagi kita yang terbiasa membayangkan keselamatan sebagai evakuasi. Gambar Yesus lebih dekat kepada pembersihan ladang daripada pengungsian: bumi dipulihkan, bukan ditinggalkan. Karena itu ayat 43 bisa berkata bahwa orang benar "akan bersinar seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka", bukan di tempat asing, melainkan di rumah yang akhirnya bersih.
Tokoh Utama
Sesungguhnya tokoh di balik ayat ini adalah Allah yang menunggu. Ia melihat lalang tumbuh di ladang-Nya sendiri dan tidak segera mencabutnya. Bukan karena Ia acuh, melainkan karena Ia menghitung risiko: "jangan-jangan kamu juga mencabut gandum itu bersamanya" (ayat 29). Ada kelembutan yang hampir mengejutkan di sana, kesediaan menanggung kehadiran kejahatan demi tidak kehilangan satu bulir pun. Tetapi kesabaran itu punya batas yang Ia tetapkan sendiri, dan ketika jala penuh, Ia duduk untuk memilah. Allah yang sama yang menabur dengan boros adalah Allah yang memisahkan dengan tuntas. Siapa yang hanya mau setengahnya akan mendapat Allah yang setengah nyata: terlalu lunak untuk dipercaya, atau terlalu keras untuk dicintai.
Refleksi
Di bagian mana hidup saya menunjukkan bahwa saya sungguh percaya akan ada hari pemilahan, dan di bagian mana saya hidup seolah tidak ada?
Kesabaran Allah terhadap siapa yang paling sulit saya terima, dan apa yang hal itu ungkapkan tentang gambaran saya mengenai anugerah?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Matthew 13:49
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MATIUS 13:49?
Tentang apakah MATIUS 13:49?
Apa konteks historis dari MATIUS 13:49?
Apa yang MATIUS 13:49 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MATIUS 13:49 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Matthew 13
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau berkata, "Tidak," saat lalang itu hendak dicabut. Kesabaran-Mu menjaga gandum yang lemah, termasuk aku. Aku bersyukur Engkau tidak buru buru mencabut, melainkan memberi waktu untuk bertumbuh sampai musim menuai.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi