MATIUS 18
Teks
Murid-murid bertanya siapa yang terbesar dalam Kerajaan Surga, dan Yesus menjawab bukan dengan definisi melainkan dengan seorang anak kecil yang Ia tempatkan di tengah-tengah mereka: bertobatlah dan jadilah seperti anak itu, atau kamu sama sekali tidak masuk. Dari situ pasal ini bergerak seperti satu tarikan napas panjang: peringatan keras terhadap siapa pun yang menyesatkan "anak-anak kecil" ini, sampai-sampai tangan, kaki, dan mata pun lebih baik dibuang; gambaran gembala yang meninggalkan sembilan puluh sembilan demi satu yang tersesat; langkah-langkah konkret ketika seorang saudara berdosa, dari percakapan berdua sampai keputusan jemaat; janji bahwa di mana dua atau tiga berkumpul dalam Nama-Nya, Ia hadir; dan akhirnya pertanyaan Petrus tentang batas pengampunan, yang dijawab dengan perumpamaan seorang hamba yang diampuni sepuluh ribu talenta lalu mencekik temannya karena seratus dinar.
Intinya
Yang membuat pasal ini menggigit bukanlah nasihat tentang kerukunan, melainkan cara Yesus membalik seluruh ukuran kebesaran. Pertanyaan murid-murid mengandaikan tangga; jawaban Yesus meniadakan tangganya. Anak kecil di dunia Yesus bukan lambang kepolosan melainkan lambang ketiadaan status: tanpa hak, tanpa nama, tanpa daya tawar. Masuk Kerajaan Surga berarti melepaskan klaim, dan itu disebut "bertobat", bukan sekadar berubah pikiran melainkan berbalik arah dari ambisi menuju ketergantungan. Dari sini mengalir semua yang lain. Jemaat bukan perkumpulan orang kuat yang saling menjaga posisi, melainkan kawanan yang seluruh keberadaannya bersandar pada Gembala yang mencari satu yang tersesat. Karena itu menyesatkan "anak kecil" bukan pelanggaran ringan, dan menolak mengampuni bukan kelemahan karakter, melainkan penyangkalan terhadap dasar hidup jemaat itu sendiri: anugerah yang lebih dulu diterima. Utang sepuluh ribu talenta tidak pernah bisa dibayar; itulah posisi kita semua di hadapan Allah.
Benang Merah
Gambar gembala yang meninggalkan sembilan puluh sembilan bukan ciptaan baru. Dalam Yehezkiel 34 Allah marah kepada para gembala Israel yang menggemukkan diri sendiri sementara domba tercerai-berai, dan Ia bersumpah akan turun sendiri mencari yang hilang. Yesus memakai gambar itu untuk menjelaskan hati Bapa, lalu berjalan ke Yerusalem untuk melakukannya dengan tubuh-Nya sendiri. Dan angka "70 kali 7" pun bergema jauh ke belakang: Lamekh dalam Kejadian 4 membual bahwa ia akan membalas tujuh puluh tujuh kali lipat. Sejarah manusia dimulai dengan dendam yang berlipat; Yesus membalik hitungan yang sama menjadi pengampunan yang berlipat. Antara kedua kutub itu berdiri salib, tempat utang sepuluh ribu talenta betul-betul dibayar, bukan dihapus dengan enteng.
Cermin
Kita jarang bertengkar soal talenta. Kita bertengkar soal seratus dinar: kalimat sinis dari saudara ipar tiga tahun lalu, rekan kerja yang mengambil kredit atas pekerjaanmu, orang tua yang tidak pernah minta maaf, anggota kelompok yang membuatmu malu di depan orang lain. Utang-utang kecil itu nyata, dan justru karena nyata kita merasa berhak menagihnya. Perhatikan bahwa hamba pertama tidak menyangkal anugerah dengan mulutnya; ia hanya keluar dan bertindak seolah anugerah itu tidak pernah terjadi. Di situlah cermin ini paling tajam: bukan pada apa yang kita percayai tentang salib, melainkan pada apa yang kita lakukan lima menit setelah rapat yang menyakitkan. Hari ini juga, tulis di kertas satu nama beserta "utang" orang itu kepadamu, lalu ucapkan dengan suara keras: "Ini seratus dinar. Utangku sepuluh ribu talenta sudah dihapus," dan robek kertas itu.
Konteks
Pasal ini jatuh pada titik yang canggung. Yesus baru saja untuk kedua kalinya memberitahu murid-murid bahwa Ia akan dibunuh, dan reaksi mereka adalah berdebat tentang peringkat. Mereka hidup dalam budaya kehormatan, di mana tempat duduk di perjamuan, gelar, dan pengakuan publik menentukan siapa kamu. Anak kecil di dunia itu tidak punya suara hukum dan tidak menambah kehormatan siapa pun. Aturan dua atau tiga saksi diambil langsung dari hukum Musa; jemaat mula-mula memakai prosedur sinagoge yang mereka kenal. Sepuluh ribu talenta adalah jumlah yang mustahil, mendekati pendapatan tahunan sebuah provinsi; pendengar pertama pasti tertawa getir mendengarnya. Penjualan istri dan anak sebagai budak utang bukan hiperbola bagi mereka, melainkan berita yang bisa terjadi di kampung sebelah.
Tokoh Utama
Allah muncul di pasal ini dengan wajah yang sulit disatukan kalau kita malas berpikir. Ia adalah Bapa yang tidak menghendaki satu pun dari anak-anak kecil ini binasa, Gembala yang bersukacita berlebihan atas satu domba, Raja yang "berbelas kasihan" ketika hambanya tersungkur. Kata Yunani di balik belas kasihan itu, splanchnizomai, menunjuk pada isi perut yang tergerak: bukan keputusan administratif melainkan reaksi tubuh terhadap penderitaan. Tetapi Raja yang sama berakhir dengan kemarahan dan penyiksa. Yesus sendiri, yang duduk berlutut memanggil seorang anak, adalah juga Dia yang berbicara tentang batu kilangan dan neraka api. Kelembutan-Nya bukan kelemahan, dan justru karena Ia sungguh mengasihi yang kecil, Ia sungguh murka terhadap yang menginjaknya.
Pertanyaan
Lalu ayat terakhir itu: Bapa akan memperlakukan kita sama, jika kita tidak mengampuni saudara kita dari dalam hati. Apakah anugerah ditarik kembali? Kalau pengampunan bergantung pada kemampuanku mengampuni, apa jadinya dengan orang yang luka batinnya begitu dalam sehingga kata "aku mengampuni" terasa seperti dusta di mulutnya? Aku tidak mau memuluskan ini. Perumpamaan itu tidak mengatakan bahwa hamba itu gagal mencapai standar; ia mengatakan bahwa hamba itu hidup seolah pembebasannya tidak pernah terjadi, dan pada akhirnya memilih dunia hitung-hitungan yang telah ia tinggalkan. Anugerah yang tidak mengubah cara kita memperlakukan orang lain mungkin memang belum pernah kita terima. Tetapi teks ini tetap berdiri sebagai ancaman, bukan sebagai penjelasan yang menenangkan, dan barangkali memang harus begitu. Yang tidak dikatakan Yesus: bahwa pengampunan harus selesai hari ini. Yang dikatakan-Nya: jangan berhenti berjalan ke arah sana.
Refleksi
Siapa "anak kecil" dalam lingkaranmu, orang yang tidak menambah kehormatanmu sedikit pun, dan bagaimana kamu memperlakukannya minggu ini?
Kalau kamu jujur, di mana kamu masih hidup dengan buku catatan utang yang sebenarnya sudah dibakar oleh Allah?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Matthew 18
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MATIUS 18?
Tentang apakah MATIUS 18?
Apa konteks historis dari MATIUS 18?
Apa yang MATIUS 18 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MATIUS 18 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Matthew 18
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Bapa, Engkau sudah menghapus utang yang tidak mungkin kubayar, tetapi aku masih menghitung kesalahan orang lain. Lembutkan hatiku. Ajar aku memberi belas kasihan sebesar yang sudah kuterima dari-Mu, bahkan saat rasanya sulit.
Sebab, Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang." Kalimat ini terjepit di antara dua hal: peringatan supaya jangan meremehkan salah satu dari anak-anak kecil ini, dan cerita gembala yang meninggalkan sembilan puluh sembilan ekor demi satu. Jadi "yang hilang" bukan label hinaan, itu alasan Yesus datang. Adakah orang yang diam-diam kamu anggap terlalu jauh untuk dicari?
Petrus datang dengan angka di tangannya: "Tuhan, berapa kali aku harus mengampuni saudaraku yang berdosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Ia merasa sudah murah hati. Tetapi orang yang masih menghitung sebenarnya belum benar-benar melepaskan. Ia hanya menunda kemarahannya sampai kuota habis. Berapa nomor yang sedang kamu simpan untuk seseorang hari ini?
Bagaimana pendapatmu?" Yesus tidak langsung menjelaskan, Dia bertanya lebih dulu. Dan perhatikan satu hal kecil: yang sembilan puluh sembilan ditinggalkan di pegunungan, bukan di kandang yang aman. Mencari yang satu itu ada harganya. Kalau hari ini kamu merasa jadi yang tersesat, Dia tidak sedang menunggumu pulang. Dia sedang berjalan mencarimu.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
