Penjelasan Alkitab

MATIUS 24:36

Alkitab

Teks

Setelah rentetan nubuat yang panjang tentang bait suci yang runtuh, nabi-nabi palsu, dan Anak Manusia yang datang di awan-awan, Yesus tiba-tiba menutup pintu. Semua yang baru saja Ia gambarkan dengan begitu rinci berakhir pada satu kalimat yang justru menolak kerincian: "mengenai hari dan waktunya, tidak ada satu pun yang tahu, malaikat-malaikat di surga juga tidak, Sang Anak pun tidak, tetapi Sang Bapa saja." Daftar yang tidak tahu itu disusun menaik, dari manusia, naik ke malaikat, lalu naik lagi sampai ke Sang Anak sendiri. Pengetahuan tentang tanggal itu bukan rahasia yang tersembunyi di suatu tempat dan menunggu ditemukan; ia disimpan di dalam Bapa saja. Dan Yesus mengatakannya tentang diri-Nya sendiri, tanpa malu, tanpa penjelasan tambahan.

Inti

Di sini ada sesuatu yang membuat banyak pembaca gelisah: Yesus, yang satu ayat sebelumnya berkata bahwa firman-Nya tidak akan pernah lenyap sekalipun langit dan bumi lenyap, dalam napas berikutnya mengaku ada hal yang tidak Ia ketahui. Kedua kalimat itu berdiri berdampingan tanpa didamaikan. Inilah yang dilakukan inkarnasi: Anak Allah sungguh-sungguh masuk ke dalam keterbatasan manusia, bukan berpura-pura, bukan memakai kostum tubuh sambil diam-diam tetap mahatahu. Ia hidup sebagai Anak yang mempercayakan waktu kepada Bapa-Nya. Dan kalau Sang Anak sendiri menjalani hidup-Nya tanpa memegang kalender akhir zaman, maka ketidaktahuan kita bukan kutukan atau cacat iman. Itu adalah bentuk hidup yang Ia tempuh lebih dulu: bekerja setia hari ini, menyerahkan hari terakhir kepada Bapa, dan menyebut penyerahan itu bukan kelemahan melainkan kepercayaan.

Benang Merah

Cerita Alkitab berulang kali tersandung pada soal waktu. Adam dan Hawa tidak sabar menunggu; mereka ingin tahu sekarang, ingin seperti Allah sekarang. Abraham mendahului janji dengan Hagar. Saul tidak tahan menunggu Samuel dan mempersembahkan korban sendiri. Dosa hampir selalu punya unsur ketergesaan: merebut apa yang seharusnya diterima pada waktunya. Lalu datang Sang Anak, yang justru tidak merebut. Sepanjang Injil Ia hidup dari "jam" yang ditentukan Bapa, dan di Getsemani Ia menyerahkan diri-Nya pada jam itu ketika jam itu berarti salib. Ayat 36 bukan catatan kaki tentang keterbatasan Yesus; ini potret Mesias yang menebus kita justru dengan cara tunduk pada waktu Bapa. Keselamatan kita lahir dari seorang Anak yang rela tidak memegang kalender.

Cermin

Kita punya versi halus dari keinginan tahu ini. Rencana pensiun yang dihitung sampai angka terakhir. Hasil pemeriksaan dokter yang kita cari sendiri di internet sebelum dokternya bicara. Kecemasan tentang anak yang belum jelas arah hidupnya. Dan di ruang gereja: perhitungan tanggal, tanda-tanda, video-video yang menjanjikan bahwa kali ini pasti sudah dekat. Semua itu punya akar yang sama, yaitu rasa bahwa hidup baru aman kalau kita tahu lebih dulu. Yesus memotong akar itu, bukan dengan menghibur, melainkan dengan mengaku bahwa Ia pun tidak tahu dan tetap bekerja dengan tenang. Hari ini, tuliskan pada secarik kertas satu hal tentang masa depan yang paling ingin kamu ketahui, lalu ucapkan dengan suara keras: "Bapa saja yang tahu," dan simpan kertas itu di laci.

Pertanyaan

Bagaimana mungkin Anak Allah tidak tahu sesuatu? Jawaban yang biasa diberikan, bahwa Ia tidak tahu dalam kodrat manusiawi-Nya tetapi tahu dalam kodrat ilahi-Nya, memang menolong menjaga pengakuan iman, tetapi jujur saja terasa seperti menambal lubang yang dibuat Yesus sendiri. Ia tidak berkata "Aku memilih untuk tidak memberitahukannya." Ia berkata Ia tidak tahu. Mungkin yang paling jujur adalah membiarkan kalimat itu berdiri. Di sini kita melihat sejauh mana Allah sungguh turun: bukan sekadar menyamar sebagai manusia, melainkan menerima hidup manusia dengan segala ketergantungannya, termasuk ketergantungan pada Bapa untuk hal yang paling ingin diketahui semua orang. Itu bukan cacat dalam Kristologi. Itu kedalaman kasih yang tidak sepenuhnya bisa kita ukur.

Konteks

Kalimat ini diucapkan di Bukit Zaitun, duduk berhadapan dengan bait suci Herodes yang megah, beberapa hari sebelum penyaliban. Para murid baru saja mengagumi batu-batu raksasa itu, dan Yesus menjawab bahwa tidak satu pun akan tetap tersusun. Pertanyaan mereka di ayat 3 menggabungkan tiga hal sekaligus: kapan bait suci runtuh, apa tanda kedatangan-Nya, dan kapan akhir zaman. Di dunia Yahudi abad pertama, di bawah tekanan Roma, spekulasi tentang akhir zaman adalah politik, bukan hobi rohani; menghitung tanggal berarti menentukan kapan angkat senjata. Dalam iklim seperti itu, seorang guru yang berkata "Aku tidak tahu" sedang melakukan sesuatu yang berani sekaligus melucuti seluruh industri ramalan di sekitarnya.

Gema Kitab Suci

Setelah kebangkitan, ketika para murid bertanya lagi tentang waktu pemulihan Israel, Yesus menolak dengan cara yang sama: waktu dan masa itu urusan Bapa. Jadi penolakan ini bukan hanya soal keterbatasan tubuh sebelum Paskah; itu memang bentuk hidup murid. Dan Paulus kemudian memakai gambar yang sama dengan ayat 43 di pasal ini, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam hari, bukan untuk menakut-nakuti jemaat Tesalonika melainkan untuk membuat mereka hidup terang-terangan. Ketidaktahuan tidak melahirkan kelumpuhan; ia melahirkan kesetiaan yang sederhana, seperti hamba di ayat 45 yang tugasnya cuma satu: memberi makan pada waktu yang tepat.

Refleksi

Hal apa tentang masa depanmu yang paling ingin kamu kendalikan, dan apa yang berubah kalau kamu tahu bahwa Yesus sendiri menjalani hidup-Nya tanpa kepastian semacam itu?

Kalau Tuhan datang pada jam kerjamu yang paling biasa besok, pekerjaan apa yang ingin kamu dapati sedang kamu lakukan?

Bagikan penjelasan ini

Bantu sebarkan Injil. Kirim penjelasan ini kepada seseorang yang dapat dikuatkan olehnya.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan yang sering diajukan tentang Matthew 24:36

Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.

Apa arti MATIUS 24:36?
Setelah rentetan nubuat yang panjang tentang bait suci yang runtuh, nabi-nabi palsu, dan Anak Manusia yang datang di awan-awan, Yesus tiba-tiba menutup pintu. Semua yang baru saja Ia gambarkan dengan begitu rinci berakhir pada satu kalimat yang justru menolak kerincian: "mengenai hari dan waktunya, tidak ada satu pun yang tahu, malaikat-malaikat di surga juga tidak, Sang Anak pun tidak, tetapi Sang Bapa saja.
Tentang apakah MATIUS 24:36?
Di sini ada sesuatu yang membuat banyak pembaca gelisah: Yesus, yang satu ayat sebelumnya berkata bahwa firman-Nya tidak akan pernah lenyap sekalipun langit dan bumi lenyap, dalam napas berikutnya mengaku ada hal yang tidak Ia ketahui. Kedua kalimat itu berdiri berdampingan tanpa didamaikan.
Apa konteks historis dari MATIUS 24:36?
Cerita Alkitab berulang kali tersandung pada soal waktu. Adam dan Hawa tidak sabar menunggu; mereka ingin tahu sekarang, ingin seperti Allah sekarang. Abraham mendahului janji dengan Hagar. Saul tidak tahan menunggu Samuel dan mempersembahkan korban sendiri. Dosa hampir selalu punya unsur ketergesaan: merebut apa yang seharusnya diterima pada waktunya.
Apa yang MATIUS 24:36 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Kita punya versi halus dari keinginan tahu ini. Rencana pensiun yang dihitung sampai angka terakhir. Hasil pemeriksaan dokter yang kita cari sendiri di internet sebelum dokternya bicara. Kecemasan tentang anak yang belum jelas arah hidupnya. Dan di ruang gereja: perhitungan tanggal, tanda-tanda, video-video yang menjanjikan bahwa kali ini pasti sudah dekat.
Bagaimana MATIUS 24:36 masih relevan hari ini?
Bagaimana mungkin Anak Allah tidak tahu sesuatu? Jawaban yang biasa diberikan, bahwa Ia tidak tahu dalam kodrat manusiawi-Nya tetapi tahu dalam kodrat ilahi-Nya, memang menolong menjaga pengakuan iman, tetapi jujur saja terasa seperti menambal lubang yang dibuat Yesus sendiri. Ia tidak berkata "Aku memilih untuk tidak memberitahukannya.
Terwujud berkat para mitra kami

Yang dibagikan komunitas tentang Matthew 24

Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.

Wawasan Editorial pada ayat 28

Sebab, di mana ada bangkai, di situ burung-burung nasar berkumpul." Yesus sedang menenangkan ketakutan kita: kedatangan-Nya tidak perlu diumumkan lewat bisikan orang dalam. Seperti burung yang berputar di langit, semuanya akan jelas dengan sendirinya. Jadi kalau ada yang berkata, "Ikut aku, aku tahu rahasianya," tenanglah. Kamu tidak akan ketinggalan.

Doa Editorial pada ayat 26

Bapa, banyak suara berseru bahwa Engkau ada di sini atau di sana, dan hatiku mudah ikut berlari. Ajar aku tenang dan tidak gampang percaya pada setiap kabar. Aku mau mengenal suara-Mu sendiri, dan menunggu-Mu dengan hati yang teguh.

Syukur Editorial pada ayat 25

Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau berkata, "Ketahuilah, Aku sudah mengatakannya kepadamu sebelumnya." Engkau tidak membiarkan kami ditipu tanpa peringatan. Terima kasih untuk firman yang lebih dahulu menyiapkan hati kami, supaya kami tidak panik saat penyesatan datang.

Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda

Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.

Buka di alat studi

Penafian: Faith.network menggunakan model bahasa otomatis untuk menyusun penjelasan Alkitab. Meskipun kami berupaya menjaga ketepatan teologis, perangkat lunak ini dapat membuat kesalahan. Gunakanlah sebagai pelengkap, bukan pengganti, bagi penelaahan Alkitab pribadi Anda dan kehidupan bersama dalam persekutuan gereja.

© 2026 Faith.Network. Hak cipta dilindungi.

Faith.network adalah pelayanan dari Faith.network · KvK 84972599 · connect@faith.network

Perusahaan?