KISAH PARA RASUL 19:14
Teks
Ayat ini sebenarnya hanya sebuah catatan identitas, semacam keterangan di pinggir halaman: "Tujuh anak laki-laki Skewa, salah seorang imam besar Yahudi, yang melakukannya." Lukas baru saja menyebut adanya "beberapa pengusir setan Yahudi yang berjalan berkeliling" yang mencoba memakai nama Yesus sebagai rumus pengusir roh, lengkap dengan tambahan yang terdengar seperti merek dagang: "dalam nama Yesus yang Paulus beritakan." Ayat 14 memberi nama dan wajah pada praktik itu. Bukan orang asing yang tak jelas asalnya, melainkan tujuh bersaudara dari keluarga yang mengaku keturunan imam besar, berkeliling di Efesus menjual jasa pembebasan. Satu ayat, tapi di dalamnya tersimpan aroma pasar ilmu gaib kota pelabuhan itu: jimat, gulungan mantra, nama-nama ilahi yang diperdagangkan seperti rempah.
Inti
Yang dibongkar ayat ini adalah sebuah asumsi yang sangat manusiawi: bahwa kuasa Allah dapat dilepaskan dari pribadi Allah. Anak-anak Skewa tidak menolak Yesus; mereka justru menghormati-Nya, dengan cara yang salah. Bagi mereka nama Yesus adalah tenaga, bukan Tuhan; sebuah kata yang bekerja, bukan Pribadi yang harus dipercayai. Dan di situ letak garis tajam yang ditarik Lukas: nama Yesus bukan teknologi rohani yang bisa dipinjam oleh siapa saja yang tahu cara melafalkannya. Nama itu terikat pada hubungan, pada iman, pada ketaatan kepada Dia yang memiliki nama itu. Kuasa yang bekerja melalui Paulus bukan milik Paulus, dan justru karena itu tidak dapat dicuri. Mukjizat di ayat 11 dan bencana di ayat 16 memancar dari satu kebenaran yang sama: Allah tidak dapat dipakai.
Benang Merah
Sejak Keluaran, nama Allah selalu menjadi ujian: diberikan kepada umat bukan supaya mereka menguasainya, melainkan supaya mereka mengenal Dia. Perintah untuk tidak menyebut nama Tuhan dengan sembarangan bukan sekadar larangan mengumpat; itu larangan memakai nama itu untuk kepentingan sendiri. Anak-anak Skewa melanggar perintah tua itu dalam bentuk barunya, kali ini dengan nama Yesus. Dan di sinilah Kristus berdiri sebagai puncak garis panjang tersebut: Ia bukan sekadar pemilik nama yang berkuasa, Ia adalah Allah yang datang mendekat sehingga nama itu boleh dipanggil dengan iman, bukan dilafalkan dengan teknik. Perbedaan antara Paulus dan tujuh bersaudara itu bukan soal kefasihan, melainkan soal kepada siapa mereka milik. Injil tidak memberi kita tuas untuk menggerakkan Allah; Injil memberi kita Tuhan yang memiliki kita.
Cermin
Kita jarang menjual jasa pengusiran setan, tetapi kita mahir memakai hal-hal rohani sebagai alat pengaman. Doa yang diucapkan sebelum penerbangan karena rasanya lebih aman begitu. Ayat yang ditempel di dompet atau dashboard mobil, bukan untuk direnungkan, melainkan untuk berjaga-jaga. Kebiasaan memberi persembahan dengan harapan diam-diam bahwa usaha tidak akan bangkrut. Nama Yesus yang diselipkan di akhir doa seperti tanda tangan yang mengesahkan permintaan. Semua itu bisa tumbuh dari iman yang tulus, tapi juga bisa menjadi versi halus dari apa yang dilakukan anak-anak Skewa: memperlakukan Allah sebagai tenaga yang bisa diarahkan, bukan Pribadi yang harus dipercayai. Roh jahat itu bertanya, "siapa kamu?" Pertanyaan itu masih menusuk. Hari ini, tuliskan pada secarik kertas satu hal rohani yang diam-diam Anda perlakukan sebagai jaminan, lalu katakan dengan suara keras kepada Tuhan: "Ini bukan kuasaku, Engkaulah Tuhanku," dan buang kertas itu.
Profil
Pembaca pertama Lukas tahu persis apa itu "pengusir setan yang berjalan berkeliling". Mereka pernah melihatnya di sudut pasar: seorang pria dengan gulungan kecil, membacakan deretan nama ilahi dari berbagai bangsa sekaligus, karena semakin banyak nama semakin besar peluang salah satunya bekerja. Nama Allah orang Yahudi termasuk yang paling dicari di dunia mantra kuno, dianggap kuno, misterius, dan karena itu kuat. Maka klaim sebagai anak "imam besar" adalah modal dagang yang luar biasa: seolah-olah mereka punya akses langsung ke nama yang paling ditakuti. Angka tujuh pun bukan kebetulan bagi telinga zaman itu; tujuh adalah angka kesempurnaan magis. Pembaca pertama merasakan ironinya sebelum kisahnya selesai: semua perlengkapan kesaktian lengkap, dan justru itu yang akan hancur berantakan.
Konteks
Efesus sekitar tahun 53 sampai 55, kota pelabuhan terbesar di Asia, ramai, panas, penuh bau ikan, dupa, dan keringat peziarah. Di atasnya menjulang kuil Artemis, salah satu keajaiban dunia, dan di sekelilingnya beredar industri kepercayaan: patung perak, jimat, dan rumus-rumus tertulis yang begitu terkenal sehingga orang menyebutnya "tulisan Efesus". Ayat 19 memberi ukurannya: buku-buku sihir yang dibakar bernilai lima puluh ribu keping perak, setara upah puluhan ribu hari kerja. Di kota seperti inilah Paulus berbicara dua tahun di sekolah Tiranus, dan Allah melakukan "banyak mukjizat yang luar biasa" melalui tangannya. Anak-anak Skewa melihat pasar baru terbuka. Mereka menambahkan satu nama lagi ke daftar mereka, tanpa sadar bahwa nama itu tidak mau berdiri sejajar dengan nama-nama lain.
Teks Terkait
Kisah ini bersaudara dekat dengan Simon di Samaria, tukang sihir yang bertobat lalu menawarkan uang untuk membeli kuasa Roh Kudus, dan mendapat teguran keras dari Petrus. Keduanya menunjukkan penyakit yang sama: kekaguman pada kuasa tanpa penyerahan kepada Sang Pemilik kuasa. Bayangan yang lebih menakutkan datang dari khotbah Yesus di bukit, ketika Ia berbicara tentang orang-orang yang pada hari penghakiman menyebut mukjizat dan pengusiran setan yang mereka lakukan demi nama-Nya, dan mendengar jawaban bahwa Ia tidak pernah mengenal mereka. Roh jahat di Efesus itu, secara ganjil, mengucapkan versi awal dari kalimat tersebut. Pengenalan yang menyelamatkan selalu dua arah; mengenal tentang Yesus tidak pernah cukup.
Refleksi
Di bagian mana hidup rohani saya lebih mirip teknik daripada hubungan: apa yang saya lakukan terutama karena "biasanya berhasil"?
Kalau pertanyaan "siapa kamu?" diajukan kepada saya hari ini, jawaban apa yang paling jujur, dan apakah jawaban itu berakar pada Kristus atau pada reputasi saya?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Acts 19:14
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti KISAH PARA RASUL 19:14?
Tentang apakah KISAH PARA RASUL 19:14?
Apa konteks historis dari KISAH PARA RASUL 19:14?
Apa yang KISAH PARA RASUL 19:14 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana KISAH PARA RASUL 19:14 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Acts 19
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Aleksander didorong maju oleh orang lain, lalu berdiri di depan massa yang marah. "Dan, Aleksander memberi isyarat dengan tangannya, ingin membuat pembelaan kepada orang banyak itu." Tangannya terangkat, tetapi suaranya tenggelam. Ada orang yang mendorongmu ke depan, tetapi tidak ikut berdiri di sampingmu. Berhati-hatilah kepada siapa kamu mau bersuara.
Tuhan, ada saatnya aku ingin maju sendiri, padahal Engkau menahanku lewat orang orang yang mengasihiku. Ajar aku mendengar mereka tanpa merasa kalah. Beri aku keberanian yang tahu waktunya, dan kerendahan hati untuk menunggu.
Terima kasih, Tuhan, untuk sahabat sahabat seperti para pejabat Asia yang mengirim pesan kepada Paulus supaya ia tidak menyerahkan diri ke gedung pertunjukan. Engkau memakai orang orang di sekitar kami untuk memperingatkan dan menahan kami dari bahaya, bahkan mereka yang tak kami sangka.
Terima kasih, Tuhan, karena melalui pelayanan Paulus, banyak orang di Efesus dan hampir seluruh Asia disadarkan bahwa allah-allah buatan tangan manusia bukanlah allah. Kami bersyukur untuk kuasa Injil yang membuka mata hati orang dari penyembahan berhala kepada Engkau, Allah yang hidup.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi