EFESUS 2:12
The Text
Paulus menyuruh jemaat di Efesus mengingat sesuatu yang tidak nyaman: ada masa ketika mereka hidup "tanpa Kristus, terpisah dari kewargaan Israel dan orang-orang asing bagi ikatan perjanjian yang dijanjikan." Lima hal disebut berturut-turut, dan semuanya negatif: tanpa Mesias, di luar bangsa perjanjian, asing terhadap janji-janji, tanpa pengharapan, tanpa Allah di dunia ini. Ini bukan deskripsi orang yang kurang beragama; kota Efesus justru penuh kuil, ritus, dan dewa-dewi. Maksudnya lebih tajam: mereka berdiri di luar cerita yang membuat hidup punya arah. Dan Paulus tidak menuliskan ini sebagai penghinaan, melainkan sebagai perintah: ingatlah. Jangan lupakan dari mana kamu diangkat, sebab lupa itulah yang melahirkan kesombongan rohani yang baru.
The Core
Yang dibongkar ayat ini adalah anggapan bahwa keselamatan terutama soal perasaan batin. Paulus berbicara tentang kewargaan, perjanjian, ikatan: istilah-istilah publik, hukum, komunal. Kata yang dipakai untuk "pengharapan" di sini bukan harapan samar bahwa nasib akan membaik, melainkan pegangan pada janji yang sudah diucapkan Allah. Tanpa janji itu, yang tersisa hanyalah mengelola hidup sebaik mungkin sampai habis. "Tanpa Allah dalam dunia ini" (dalam bahasa Yunani: atheoi) tidak berarti mereka tidak percaya apa-apa, tetapi tidak ada Pribadi yang terikat kepada mereka dan mereka kepada-Nya. Etikanya langsung terasa: kalau keselamatan berarti dimasukkan ke dalam satu kewargaan baru, maka cara saya memperlakukan sesama warga, termasuk yang dulu saya anggap orang luar, bukan tambahan opsional. Itu isi keselamatan itu sendiri.
The Common Thread
Perhatikan kata "perjanjian" di ayat ini: Paulus memakai bentuk jamak, ikatan-ikatan janji. Dia sedang menunjuk ke rangkaian panjang yang dimulai dengan Abraham, lewat Musa, sampai Daud: janji tanah, keturunan, kehadiran Allah di tengah umat, dan di dalamnya selalu tersembunyi kalimat bahwa segala bangsa akan ikut diberkati. Orang Efesus berdiri di luar rangkaian itu bukan karena kurang saleh, tetapi karena secara historis mereka memang bukan ahli waris. Lalu datang ayat 13: "kamu yang dahulu sangat jauh telah dibawa menjadi dekat oleh darah Kristus." Jarak itu tidak diperkecil dengan usaha menjadi lebih Yahudi, melainkan dihapus oleh kematian Mesias. Garis besar seluruh Alkitab menyempit di satu titik ini: Allah memperluas keluarga-Nya bukan dengan melonggarkan syarat, tetapi dengan membayar harga.
The Mirror
Ayat ini menyerang satu kebiasaan yang nyaris tak terasa: menyusun manusia dalam kategori dalam dan luar. Orang bersunat dan tidak bersunat punya versi modern yang rapi. Di gereja: mereka yang hafal istilah rohani dan mereka yang baru datang tiga minggu. Di kantor: tim inti dan orang baru yang pertanyaannya dianggap merepotkan. Di keluarga besar: menantu yang "belum sepenuhnya masuk". Di lingkungan: tetangga yang ibadahnya berbeda. Paulus menutup pintu itu dengan satu kata, ingatlah. Kamu dulu di luar. Kamu tidak pernah melewati pemeriksaan apa pun; kamu digendong masuk. Orang yang betul-betul ingat hal itu kehilangan selera untuk menjaga pintu.
Hari ini juga: tuliskan satu nama orang yang diam-diam Anda anggap "orang luar", lalu ucapkan dengan suara keras, "Dulu aku juga jauh," dan doakan nama itu selama dua menit.
The Detail
Frasa "tidak memiliki pengharapan" berdiri di tempat yang aneh, setelah tiga istilah hukum dan sebelum "tanpa Allah". Paulus seolah ingin menunjukkan akibat berantai: tanpa kewargaan, tanpa janji, maka tanpa pengharapan. Di dunia Yunani-Romawi, batu-batu nisan sering memuat kalimat pahit bahwa setelah mati tidak ada apa-apa, hanya tidur tanpa akhir. Orang Efesus tahu persis rasanya. Dan pengharapan bukan barang privat; ia menentukan cara orang memakai uang, tubuh, dan waktu. Kalau tidak ada masa depan yang dijanjikan, masuk akal untuk memeras kenikmatan hari ini sampai kering, dan itulah yang Paulus gambarkan di ayat 3. Jadi pengharapan bukan hiasan iman, melainkan mesin etika. Orang yang punya janji sanggup menunda, memberi, dan setia, karena dia tidak kehabisan waktu.
The Question
Lalu bagaimana dengan mereka yang hidup dan mati sebelum kabar ini sampai, atau yang tidak pernah mendengarnya sama sekali? Paulus tidak menjawabnya di sini, dan jujur saja, Alkitab tidak memberi kita rumus yang rapi. Yang ia katakan hanyalah bahwa keadaan tanpa Kristus adalah keadaan yang sungguh-sungguh gelap, bukan sekadar kurang lengkap. Kita tergoda melunakkannya, atau sebaliknya, memakainya untuk menghakimi. Keduanya adalah cara melarikan diri dari ketidaknyamanan. Yang kita tahu pasti: Hakim seluruh bumi adalah Dia yang menebus musuh-musuh-Nya dengan darah-Nya sendiri, dan Dia tidak akan berlaku tidak adil. Yang kita tidak tahu, kita serahkan. Tetapi ketidaktahuan itu tidak boleh menjadi alasan untuk diam; justru sebaliknya, ia mendesak kita bicara.
The Profile
Bayangkan jemaat kecil di Efesus mendengar surat ini dibacakan keras-keras. Sebagian besar bukan Yahudi: pengrajin, pedagang, budak rumah tangga, perempuan yang dulu ikut arak-arakan dewi Artemis, kuil yang menjadi kebanggaan dan sumber ekonomi kota. Mereka baru saja masuk ke dalam komunitas yang membaca kitab-kitab Yahudi dan menyebut Allah Israel sebagai Bapa mereka. Pasti ada rasa canggung, mungkin juga sindiran dari orang Yahudi Kristen yang merasa lebih berhak. Dan ada harga sosial: meninggalkan kuil berarti kehilangan jaringan dagang dan dicurigai keluarga. Bagi mereka, kalimat "kamu bukan lagi orang-orang asing dan pendatang" bukan puisi rohani, melainkan kabar bahwa mereka punya alamat baru, kewargaan yang tidak bisa dicabut oleh siapa pun di kota itu.
Refleksi
Siapa yang dalam praktiknya saya perlakukan sebagai "belum sepenuhnya masuk", dan apa yang membuat saya merasa berhak menilai begitu?
Jika pengharapan menentukan cara saya memakai uang dan waktu, apa yang pengeluaran dan jadwal saya minggu ini katakan tentang pengharapan yang sesungguhnya saya pegang?
Selami lebih dalam Ephesians
Buku pilihan yang menggali kitab Alkitab ini lebih dalam.
Efesus: Amanat Alkitab Masa Kini
Eksposisi yang hangat dan jernih ini menolong Anda menelusuri Efesus pasal demi pasal, sambil menunjukkan bagaimana rencana Allah bagi gereja yang baru itu menyentuh hidup Anda hari ini.
Faith.network earns a small commission on Kobo purchases made through these links, at no extra cost to you. It helps keep the studies free.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Ephesians 2:12
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti EFESUS 2:12?
Tentang apakah EFESUS 2:12?
Apa konteks historis dari EFESUS 2:12?
Apa yang EFESUS 2:12 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana EFESUS 2:12 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Ephesians 2
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, karena hidupku tidak berdiri di atas pasir, melainkan di atas dasar para rasul dan nabi, dengan Kristus Yesus sendiri sebagai batu penjuru. Engkau yang menahan dan merapikan setiap bagian hidupku supaya tetap kokoh.
Sebab, kita adalah buatan tangan Allah, yang diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baik, yang telah Allah persiapkan sebelumnya supaya kita hidup di dalamnya." Perhatikan: pekerjaan baik itu sudah disiapkan lebih dulu. Kamu tidak perlu menciptakan makna hidupmu dari nol. Hari ini ada yang sudah Allah letakkan di jalanmu, mungkin sesederhana satu orang yang butuh kamu dengarkan.
Dan, Allah membangkitkan kita bersama-sama dengan Kristus dan mendudukkan kita bersama-Nya di tempat surgawi dalam Kristus Yesus." Perhatikan: sudah didudukkan. Bukan nanti, bukan kalau kamu cukup baik. Duduk itu sikap orang yang selesai berjuang. Hari ini kamu mungkin merasa masih merangkak di lantai, tapi di hadapan Allah tempatmu sudah ada, di samping Yesus.
dan untuk mendamaikan keduanya dengan Allah dalam satu tubuh melalui salib, dengan mematikan permusuhan itu." Perhatikan apa yang dimatikan di salib: bukan musuhmu, melainkan permusuhan itu sendiri. Kristus tidak memihak satu kelompok, Dia menghabisi jaraknya. Lalu siapa yang masih kamu jauhi, padahal Yesus sudah mati untuk mendekatkan kalian?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi