IBRANI 7:25
Teks
Bau darah dan asap di pelataran Bait Allah, imam yang satu menggantikan imam yang lain karena yang sebelumnya sudah mati: itulah latar di balik satu kalimat pendek ini. Penulis Ibrani baru saja mengatakan bahwa dahulu "ada banyak imam sehingga ketika ada imam yang mati, ada yang dapat menggantikannya," lalu ia menarik kesimpulannya. Karena Yesus hidup terus tanpa akhir, jabatan imam-Nya tidak pernah berpindah tangan. Dan karena itu, kata ayat 25, Ia sanggup menyelamatkan secara tuntas, sampai ke ujung, setiap orang yang mendekat kepada Allah lewat Dia. Alasannya disebutkan dengan gamblang: "karena Ia selalu hidup untuk berdoa bagi mereka." Keselamatan yang sempurna itu bukan karena kita bertahan, melainkan karena Imam kita tidak pernah berhenti bersuara bagi kita.
Inti
Perhatikan urutannya, sebab di situ letak bobotnya. Ayat ini tidak berkata Yesus menyelamatkan sempurna karena kurban-Nya cukup besar, meski itu benar dan akan dikatakan dua ayat kemudian. Ia berkata Yesus menyelamatkan sempurna karena Ia hidup terus untuk berdoa. Artinya: keselamatan bukan transaksi yang selesai di Golgota lalu ditinggalkan di belakang, melainkan hubungan yang dipelihara oleh Seseorang yang tidak pernah absen. Bagi pendengar pertama yang mengenal sistem imam yang rapuh, imam yang bisa najis, bisa sakit, bisa mati di tengah tugas, kalimat ini melegakan sekaligus mengguncang. Allah tidak menuntut kita memanjat naik kepada-Nya; Ia menyediakan Perantara yang tidak pernah lengah. Kata "sempurna" di sini berarti sampai tuntas, sampai akhir, termasuk bagian hidupmu yang belum beres hari ini.
Benang Merah
Mazmur 110 sudah dikutip di ayat 21: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya." Itu mazmur raja, dinyanyikan di Yerusalem jauh sebelum ada orang Kristen, dan di dalamnya Allah bersumpah mengangkat seorang imam yang bukan dari garis Harun. Selama berabad-abad kalimat itu menggantung tanpa penggenapan, sebab tak seorang pun bisa menjadi imam selamanya; semua imam dikuburkan. Lalu datang Seorang dari suku Yehuda, suku yang tidak punya hak apa pun atas altar, dan Ia bangkit. Di situ sumpah lama itu akhirnya menemukan tubuhnya. Seluruh garis panjang dari Melkisedek yang memberkati Abraham sampai kurban harian di Bait Allah bergerak ke satu titik: seorang Perantara yang tidak bisa digantikan karena tidak bisa mati.
Cermin
Yang paling sering menggerogoti kita bukan dosa besar, melainkan kecurigaan bahwa Allah sudah bosan mendengar masalah kita yang itu-itu lagi. Kemarahan yang sama terhadap pasangan, kompromi yang sama di tempat kerja, kecemasan yang sama soal uang dan anak dan tubuh yang mulai mengkhianati kita. Kita diam-diam berpikir: doa saya sudah kehilangan kredibilitas. Ayat ini memotong pikiran itu. Yang menjaga hubunganmu dengan Allah tetap terbuka bukan konsistensi doamu, tetapi doa-Nya yang tidak pernah berhenti. Ia tidak tidur, tidak cuti, tidak menyerah atas kasusmu. Hari ini, tuliskan di secarik kertas satu hal tentang dirimu yang paling kau malukan, lalu ucapkan dengan suara keras: "Yesus sedang berdoa untukku soal ini, sekarang juga."
Detail
Kata "datang kepada Allah" terdengar biasa dalam bahasa kita, tetapi kata Yunaninya, proserchomai, adalah istilah teknis: itulah kata untuk seorang penyembah yang maju mendekat ke altar dengan kurbannya. Bukan kata rohani yang kabur, melainkan langkah kaki di pelataran, hati berdebar, tangan memegang binatang yang sebentar lagi mati. Dan tepat di ayat 19 penulis sudah berkata bahwa pengharapan yang baru itu "menarik kita untuk mendekat kepada Allah." Jadi yang ditawarkan bukan perasaan religius, melainkan akses fisik, nyata, ke hadirat yang dulu dibatasi tirai dan darah. Orang yang mendekat lewat Yesus tidak perlu membawa apa-apa di tangannya.
Tokoh Utama
Gambaran Yesus di sini menarik justru karena sunyi. Ia tidak digambarkan sedang memerintah dengan gemuruh, melainkan berdoa. Imam besar Israel masuk ke Ruang Mahakudus setahun sekali, dengan jantung berdegup, membawa darah untuk dosanya sendiri lebih dahulu, lalu keluar secepat mungkin. Yesus tinggal di sana. Ia tidak keluar-masuk; Ia menetap dan terus menyebut nama-nama. Itu memperlihatkan karakter Allah yang tidak tergesa dan tidak jijik: Ia tidak mendelegasikan urusan kita kepada bawahan. Anak yang sama yang berkeringat di Getsemani kini berdoa dari takhta, dengan ingatan utuh tentang bagaimana rasanya menjadi manusia yang lelah.
Profil
Pendengar pertama surat ini adalah orang-orang Yahudi yang percaya kepada Yesus dan sedang membayar harganya: dijauhi keluarga, kehilangan tempat di sinagoge, mungkin kehilangan pekerjaan dan nama baik. Godaan mereka bukan ateisme, melainkan pulang. Pulang ke ritme yang aman, ke dupa dan mazmur dan imam yang kelihatan. Kepada mereka penulis berkata: imam yang kaurindukan itu fana, ia akan diganti lagi dan lagi. Yang kaumiliki sekarang tidak akan pernah diganti. Dalam telinga mereka, "selalu hidup" bukan doktrin abstrak, melainkan jaminan bahwa pintu ke hadirat Allah tidak akan tertutup ketika seseorang meninggal, termasuk ketika mereka sendiri meninggal.
Refleksi
Di bagian hidup mana kamu diam-diam merasa harus menyelamatkan dirimu sendiri, seolah pekerjaan Yesus berhenti di salib dan sisanya tanggung jawabmu?
Jika Yesus sedang berdoa bagimu saat ini, menurutmu apa yang sedang Ia minta kepada Bapa tentang dirimu, dan maukah kamu meminta hal yang sama?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Hebrews 7:25
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti IBRANI 7:25?
Tentang apakah IBRANI 7:25?
Apa konteks historis dari IBRANI 7:25?
Apa yang IBRANI 7:25 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana IBRANI 7:25 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Hebrews 7
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Bapa, aku sering ragu pada janji manusia yang mudah berubah. Tapi Engkau bersumpah dan tidak pernah menariknya kembali. Yesus tetap menjadi Imam bagiku selamanya. Tolong aku bersandar pada kepastian itu, bukan pada perasaanku hari ini.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi