MATIUS 5:5
Teks
Yesus sedang duduk di lereng bukit, dikelilingi murid-murid-Nya, dan di tengah rangkaian ucapan berkat itu Dia mengucapkan satu kalimat yang terdengar tidak masuk akal secara politik: "Diberkatilah orang yang lembut hatinya sebab mereka akan mewarisi bumi." Bukan yang kuat, bukan yang bersenjata, bukan yang pandai bermanuver. Yang lembut hati. Dan yang dijanjikan bukan penghiburan batin, melainkan bumi itu sendiri, sebagai warisan.
Inti
Perhatikan bentuk kalimatnya: ini bukan perintah, melainkan pengumuman. Yesus tidak berkata "jadilah lembut supaya kamu mendapat bumi", Dia menyatakan siapa yang sedang diberkati Allah pada saat ini. Artinya, kelembutan hati bukan strategi untuk meraih sesuatu; itu tanda bahwa seseorang sudah berada di bawah pemerintahan Allah dan karena itu tidak perlu lagi merebut apa pun. Di sini kerajaan Allah menunjukkan logikanya yang terbalik: kepemilikan bumi tidak diperoleh dengan mengambil, tetapi diterima sebagai warisan. Dan warisan, menurut definisinya, adalah sesuatu yang tidak pernah Anda hasilkan sendiri; itu diberikan karena hubungan, karena Anda anak. Grace, dari awal sampai akhir.
Benang Merah
Kalimat ini bukan ciptaan baru. Yesus sedang mengutip Mazmur 37, mazmur yang lahir dari kekesalan orang saleh melihat orang jahat makmur, dan yang berulang kali berkata: tunggulah, orang-orang yang rendah hati akan memiliki negeri. Di belakang mazmur itu berdiri janji tanah kepada Abraham, tanah yang selalu setengah dimiliki dan akhirnya hilang lagi dalam pembuangan. Yesus mengambil janji yang tampak gagal itu, memperluasnya dari sepetak Kanaan menjadi seluruh bumi, dan mengikatkannya pada diri-Nya sendiri. Karena Dialah satu-satunya yang benar-benar lembut hati sampai ke salib, di mana Dia tidak melawan, tidak merebut, tidak membalas. Dan justru Dia yang bangkit sebagai pewaris segala sesuatu. Warisan kita bukan prestasi kita; kita mewarisi bumi karena kita ada di dalam Sang Pewaris.
Cermin
Kelembutan hati langsung terasa mahal ketika menyentuh hal yang konkret. Rapat di mana ide Anda diambil orang lain tanpa disebut nama Anda. Pembagian warisan orang tua yang membuat hubungan antarsaudara menjadi dingin bertahun-tahun. Komentar sinis di grup gereja yang gatal sekali untuk dijawab. Setiap kali kita membela diri dengan kasar, sebenarnya kita sedang berkata: kalau aku tidak merebut bagianku sekarang, aku tidak akan pernah mendapatkannya. Itu ketidakpercayaan yang berpakaian sebagai ketegasan. Yesus tidak menyuruh Anda menjadi lemah atau membiarkan kejahatan; beberapa ayat kemudian Dia justru menuntut hidup yang lebih benar daripada para Farisi. Yang Dia bongkar adalah ketakutan Anda bahwa Allah tidak akan cukup bagi Anda kalau Anda berhenti bertarung.
Detail
Kata Yunani di balik "lembut hati" adalah praus, dan orang Yunani memakainya untuk kuda yang sudah dijinakkan: kekuatannya tidak berkurang sedikit pun, tetapi sekarang tunduk pada tangan yang memegang tali. Itu gambaran yang jauh dari sifat penurut yang tak punya tulang. Praus adalah orang yang punya kemampuan untuk membalas dan memilih tidak. Musa disebut orang yang paling lembut di bumi, padahal dia pernah membanting loh batu dan menghadapi Firaun. Jadi ayat ini tidak memberkati orang yang takut berkonflik; ayat ini memberkati orang yang kekuatannya sudah dipegang oleh Allah. Dan itu menjelaskan mengapa upahnya adalah bumi: hanya tangan yang sudah dijinakkan yang aman untuk memegang dunia.
Tokoh Utama
Yang berbicara di bukit ini kemudian akan berkata tentang diri-Nya sendiri, dalam Matius 11, bahwa Dia lembut dan rendah hati, dan karena itu kuk-Nya enak. Inilah satu-satunya guru yang tidak menuntut sesuatu yang tidak Dia jalani lebih dahulu. Dia memiliki hak penuh atas bumi, namun tidak punya tempat untuk meletakkan kepala. Dia bisa memanggil legion malaikat, namun membiarkan diri diikat. Lanskap batin Yesus bukan pasifisme yang dingin, tetapi kepercayaan total kepada Bapa: Dia tidak perlu merebut karena Dia tahu Bapa akan memberikan. Ketika Dia mengucapkan berkat ini, Dia sebenarnya sedang menggambarkan wajah-Nya sendiri dan mengundang kita masuk ke dalamnya, bukan sebagai peniru, melainkan sebagai orang yang diberi bagian dalam warisan-Nya.
Profil
Bayangkan siapa yang mendengar ini. Orang Galilea, petani dan nelayan, yang tanahnya perlahan berpindah ke tangan tuan tanah besar melalui utang dan pajak. Tanah warisan nenek moyang, yang menurut Taurat tidak boleh dijual selamanya, terus tergerus. Di atas mereka duduk Roma, yang menguasai bumi dengan cara yang mereka pahami sangat baik: pedang. Beberapa dari mereka mungkin bersimpati pada kaum Zelot yang berkata bahwa tanah harus direbut kembali dengan darah. Kepada telinga seperti itu Yesus berkata: bumi akan diwarisi, bukan direbut, dan pewarisnya adalah orang yang lembut hati. Itu bukan penghiburan manis. Itu penolakan terhadap satu-satunya cara yang mereka tahu untuk mendapatkan kembali apa yang hilang, dan sekaligus janji yang jauh lebih besar daripada Galilea.
Refleksi
Di bagian hidup mana Anda paling sulit percaya bahwa Allah akan memberikan bagian Anda tanpa Anda harus merebutnya?
Kelembutan hati Anda: apakah itu kekuatan yang sudah dijinakkan, atau sebenarnya rasa takut menghadapi konflik yang Anda beri nama rohani?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Matthew 5:5
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MATIUS 5:5?
Tentang apakah MATIUS 5:5?
Apa konteks historis dari MATIUS 5:5?
Apa yang MATIUS 5:5 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MATIUS 5:5 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Matthew 5
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
What strikes me most about the Sermon on the Mount is not the content but the listeners. No rabbis, no scribes, just fishermen and beggars and the sick. Jesus gave his deepest teaching to people nobody took seriously. That comforts me whenever I feel too small for the Kingdom again.
Kamu telah mendengar firman yang mengatakan, 'Kasihilah sesamamu dan bencilah musuhmu.'" Perhatikan: bagian kedua itu tidak pernah Allah firmankan. Manusia yang menambahkannya, karena lebih mudah mengasihi kalau ada daftar orang yang boleh dibenci. Adakah nama yang diam-diam kamu taruh di daftar itu? Yesus datang menghapusnya.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi