TITUS 2:3
Teks
Setelah berbicara tentang laki-laki yang lebih tua, Paulus berbelok kepada perempuan-perempuan yang lebih tua di jemaat Kreta: cara hidup mereka harus pantas bagi orang yang berurusan dengan hal-hal kudus, bukan lidah yang menyebar fitnah, bukan pula orang yang terikat pada anggur. Sebaliknya, mereka harus menjadi pengajar hal yang baik. Satu ayat, empat sapuan kuas: sebuah sikap dasar, dua kebiasaan yang harus mati, dan satu panggilan yang hidup. Dan ayat berikutnya memperlihatkan ke mana semuanya bermuara: supaya mereka sanggup menasihati perempuan-perempuan muda, dari rumah tangga sampai pernikahan. Bukan potret kesalehan pribadi yang berdiri sendiri, melainkan sebuah rantai penerusan iman di dalam jemaat yang masih sangat muda dan rapuh.
Intinya
Kata yang dipakai untuk "tingkah laku yang saleh" secara harfiah berarti "pantas bagi seorang imam". Paulus meminjam kosakata bait suci dan menempelkannya pada perempuan-perempuan biasa di pulau Kreta, di dapur mereka, di percakapan mereka di pasar. Inilah gema dari janji besar itu: seluruh umat menjadi kerajaan imam. Yang dulu berlaku bagi Harun di ruang kudus kini berlaku bagi seorang nenek yang memilih tidak meneruskan gosip tentang menantu tetangganya. Karena itu larangan tentang fitnah dan anggur bukan moralisme picik; keduanya adalah dua cara paling halus untuk melarikan diri dari kesepian dan ketidakberdayaan usia lanjut. Anugerah yang dinyatakan dalam ayat 11 tidak hanya mengampuni, ia mendidik, dan pendidikannya menyentuh persis titik-titik itu: lidah dan cawan.
Benang Merah
Alkitab punya galeri perempuan tua yang mengajarkan hal baik. Hana, janda delapan puluh empat tahun yang tidak pernah meninggalkan Bait Allah, adalah orang pertama yang berbicara tentang Bayi itu kepada semua yang menantikan pembebasan Yerusalem. Mulutnya, yang bertahun-tahun dipakai untuk berdoa, akhirnya dipakai untuk memberitakan. Dan Paulus sendiri, ketika mengenang iman Timotius, menelusurinya mundur ke neneknya Lois lalu ibunya Eunike: iman yang menetes dari satu generasi ke generasi berikutnya lewat perempuan-perempuan yang namanya tidak pernah besar. Titus 2:3 berdiri persis di jalur itu. Dan jalur itu bermuara pada ayat 14: "Ia telah memberikan diri-Nya bagi kita untuk menebus kita dari semua perbuatan jahat." Perempuan yang mengajarkan hal baik bukan sedang membangun reputasi kesalehannya; ia sedang menunjukkan bahwa penebusan itu sungguh mengubah orang.
Cermin
Ada usia ketika Anda berhenti diperhitungkan. Anak-anak sudah punya rumah sendiri, pekerjaan sudah diserahkan, dan di gereja Anda dianggap sebagai latar belakang, bukan lagi pelaku. Di titik itu dua pintu terbuka lebar. Yang pertama adalah pintu kata-kata: menjadi orang yang tahu segalanya tentang semua orang, karena mengetahui memberi rasa berkuasa ketika Anda tidak lagi berkuasa atas apa pun. Yang kedua adalah pintu penghiburan yang bisa dituang ke gelas, atau ke serial yang tak habis-habis, atau ke belanja daring larut malam. Paulus menutup kedua pintu itu dan membuka pintu ketiga: ajarkan apa yang baik. Hari ini, pilih satu nama orang yang lebih muda dari Anda, lalu kirim pesan singkat berisi satu hal baik yang Anda lihat Allah kerjakan dalam hidupnya. Sebutkan hal itu secara konkret.
Pertanyaan
Mengapa perempuan-perempuan tua ini diberi mandat mengajar di sini, sementara di surat Paulus yang lain pengajaran perempuan atas laki-laki justru dibatasi? Dan mengapa hasil pengajaran mereka di ayat 5 terdengar begitu sempit: rumah tangga, keramahan, ketundukan? Jangan buru-buru menghaluskannya. Paulus memang tidak menyerahkan mimbar kepada mereka, tetapi ia menyerahkan sesuatu yang barangkali lebih menentukan: pembentukan hidup sehari-hari satu generasi berikutnya. Priskila mengajar Apolos di rumahnya, bukan di sinagoge, dan itu mengubah seorang pengkhotbah besar. Tetap saja ada gesekan yang tidak hilang antara teks ini dan telinga kita. Saya tidak akan menutupnya dengan penjelasan manis. Yang bisa saya katakan: Paulus jelas tidak menganggap ruang rumah sebagai ruang kelas dua, dan mungkin di situlah kita yang keliru menilai.
Profil
Kreta punya reputasi buruk, dan Paulus mengutip reputasi itu tanpa sungkan di pasal sebelumnya. Di dunia Yunani-Romawi, jemaat-jemaat baru ini diawasi dengan curiga: kelompok agama asing yang berkumpul di rumah-rumah, sering dituduh merusak tatanan keluarga. Perempuan tua yang mabuk anggur bukan tokoh khayalan; ia adalah gambaran stereotip yang beredar luas dalam komedi dan sindiran zaman itu, dan kultus-kultus tertentu memang melibatkan minum berlebihan. Maka ketika para tetangga melihat perempuan-perempuan Kristen yang justru terhormat dan terkendali, tuduhan itu kehilangan pijakan. Itulah sebabnya ayat 5 menutup dengan alasan yang mengejutkan tajam: "supaya firman Allah tidak dilecehkan." Bagi mereka, kelakuan bukan urusan pribadi. Itu adalah pertahanan Injil di depan umum.
Tokoh Utama
Bayangkan dia. Seorang janda Kreta, mungkin enam puluhan, tubuh mulai mengkhianatinya, suami sudah lama dikubur, dan ia baru saja bertobat di usia ketika orang dianggap terlalu tua untuk berubah. Ia menyimpan luka lama, ingatan tentang siapa yang pernah mempermalukannya, dan lidahnya tahu persis di mana titik lemah setiap orang di kampungnya. Kepada perempuan inilah Paulus berkata: hidupmu harus pantas bagi seorang imam. Bukan "beristirahatlah", bukan juga "jangan merepotkan". Ia diberi pekerjaan. Ini mengatakan sesuatu tentang Allah yang tidak pernah memensiunkan siapa pun dari kerajaan-Nya, dan yang menganggap perubahan pada usia enam puluh sama seriusnya dengan pertobatan pada usia dua puluh. Anugerah itu, kata ayat 12, memampukan. Bahkan lidah yang sudah puluhan tahun terlatih untuk melukai.
Refleksi
Siapa perempuan atau laki-laki yang lebih tua yang pernah mengajarkan hal baik kepada Anda tanpa pernah berdiri di mimbar, dan pernahkah Anda mengatakannya kepada mereka?
Kalau anugerah itu mendidik, seperti kata ayat 12, di titik mana ia sedang mendidik Anda sekarang: pada lidah, pada cawan, atau pada sesuatu yang belum berani Anda sebut namanya?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Titus 2:3
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti TITUS 2:3?
Tentang apakah TITUS 2:3?
Apa konteks historis dari TITUS 2:3?
Apa yang TITUS 2:3 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana TITUS 2:3 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Titus 2
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Perhatikan letaknya: larangan "memfitnah" berdiri tepat di samping perintah "mengajarkan apa yang baik". Mulut yang sama, dua arah yang berbeda. Paulus seolah berkata, pengalaman hidupmu bertahun-tahun itu akan keluar lewat lidahmu, entah merobohkan nama orang lain, entah membangun iman yang muda.
Kamu sudah melewati banyak hal. Ceritamu akan dipakai untuk apa hari ini?
Dia telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk menebus kita dari segala kejahatan dan menyucikan bagi diri-Nya sendiri suatu umat kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin melakukan perbuatan baik."
Perhatikan: Dia tidak hanya membebaskanmu dari sesuatu, Dia membeli kamu untuk diri-Nya sendiri. Kamu bukan budak yang dilepas lalu ditinggal sendirian. Kamu dibawa pulang.
Dan hidup yang rajin berbuat baik itu bukan cicilan utang. Itu cara seorang milik kepunyaan berterima kasih.
Ajarkanlah hal-hal ini, nasihatilah, dan tegurlah dengan segala kewibawaan." Titus masih muda, dan Paulus tahu ada yang akan meremehkannya. Tapi kewibawaannya tidak lahir dari usia atau suara yang keras, melainkan dari kasih karunia yang baru saja ia sebut. Kalau kamu takut bersuara tentang kebenaran, ingat: bukan namamu yang menopang pesan itu, tetapi pesan itu yang menopang kamu.
Bapa, tolong aku mengatakan apa yang benar, bukan hanya apa yang enak didengar. Ajarku mencintai ajaran yang sehat, sampai hidupku sendiri ikut disembuhkan olehnya. Kalau aku keliru, koreksi aku dengan lembut, dan beri aku hati yang mau belajar lagi.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi