MATIUS 28:19
Nas Ini
Di sebuah bukit di Galilea, Yesus yang bangkit mendekati sebelas murid-Nya dan menyatakan bahwa segala kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepada-Nya. Karena itu, kata-Nya, mereka harus pergi dan menjadikan semua bangsa murid, membaptis mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus. Perintah itu tidak berdiri sendiri: ia lahir dari kuasa yang sudah lebih dulu diumumkan, dan berujung pada janji bahwa Dia menyertai mereka sampai akhir zaman.
Inti
Bayangkan adegannya. Sebelas orang, bukan dua belas; lubang di barisan itu masih terasa. Mereka menyembah, tetapi teks jujur sampai menyakitkan: "beberapa ragu-ragu." Bukan lawan yang ragu, murid sendiri. Dan justru kepada kelompok yang tidak solid inilah Yesus datang mendekat dan berkata, "Segala kuasa telah diberikan kepada-Ku." Perhatikan urutannya. Perintah "pergilah dan muridkanlah" tidak dimulai dari kesiapan murid, melainkan dari kedaulatan Kristus. Kata "karena itu" adalah engsel seluruh Injil Matius: karena Dia memerintah, maka kita bergerak. Misi bukan usaha manusia menaklukkan dunia bagi Allah; misi adalah pengumuman bahwa dunia sudah punya Raja. Dan pembaptisan "dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus", satu nama untuk tiga, memasukkan orang ke dalam kepemilikan Allah sendiri.
Benang Merah
Injil Matius dibuka dengan silsilah seorang Yahudi, anak Abraham, anak Daud. Ia ditutup dengan "semua bangsa." Itu bukan belokan mendadak, melainkan panen dari janji tertua: kepada Abraham dikatakan bahwa melalui dia semua kaum di bumi akan diberkati. Selama berabad-abad bangsa-bangsa datang ke Sion; sekarang arahnya berbalik, umat itu diutus keluar. Yang membuat pembalikan ini mungkin adalah kubur kosong beberapa hari sebelumnya. Selama Yesus masih terkubur, kematian tetap pemegang kata terakhir dan misi hanyalah propaganda. Karena Dia bangkit, "muridkanlah semua bangsa" menjadi kalimat yang masuk akal. Perintah ini bukan tugas tambahan yang ditempel di ujung kisah; ia adalah bentuk yang diambil kebangkitan ketika menyentuh sejarah manusia.
Cermin
Kita mudah membaca ayat ini sebagai urusan orang lain: misionaris, penginjil, orang dengan karunia bicara. Padahal yang berdiri di bukit itu adalah nelayan dan pemungut cukai yang baru saja gagal total pada malam penangkapan. Kalau Anda menunggu sampai keraguan Anda hilang sebelum membuka mulut tentang Yesus, perhatikan bahwa Yesus tidak menunggu itu. Yang lebih menusuk: kata kerjanya bukan "bertobatkanlah" melainkan "muridkanlah". Murid dibentuk lewat waktu, meja makan, kesabaran bertahun-tahun. Itu berarti anak Anda yang bandel, rekan kerja yang sinis, tetangga yang baru pindah, semua masuk dalam radius perintah ini. Bukan proyek besar, melainkan kesetiaan kecil yang panjang. Hari ini, tuliskan satu nama, satu orang yang belum mengenal Kristus dan yang sungguh ada dalam hidup Anda, lalu doakan nama itu dengan suara terdengar selama satu menit.
Konteks
Galilea bukan pusat apa-apa. Yerusalem punya Bait Allah, imam-imam kepala, uang untuk menyuap penjaga, jaringan untuk menyebarkan cerita tandingan (ayat 12 sampai 15). Galilea punya bukit, danau, dan reputasi sebagai daerah pinggiran yang bercampur dengan bangsa-bangsa lain. Di situlah Yesus memilih bertemu, persis seperti yang dijanjikan malaikat dan diulangi-Nya sendiri kepada para perempuan: "Dia mendahuluimu ke Galilea." Sementara elit agama di kota sedang membeli kebisungan, Raja yang bangkit sedang memberi mandat sedunia kepada sebelas orang tanpa jabatan, tanpa dana, tanpa perlindungan hukum. Kontras itu sengaja dipasang Matius berdampingan. Kuasa yang bisa dibeli dengan "banyak uang" berhadapan dengan kuasa yang "diberikan" oleh Allah kepada Anak-Nya.
Antarteks
Kalimat "Segala kuasa telah diberikan kepada-Ku, di surga maupun di bumi" bergema dari penglihatan Daniel 7, di mana kepada seorang seperti anak manusia diberikan kekuasaan atas segala bangsa dan bahasa, kekuasaan yang tidak akan lenyap. Matius sedang berkata: penglihatan itu baru saja terjadi, di sebuah bukit di Galilea, tanpa saksi selain sebelas orang bimbang. Gema kedua terdengar dari Kejadian 11, menara Babel, di mana bangsa-bangsa tercerai-berai karena ambisi membangun nama sendiri. Di sini bangsa-bangsa dikumpulkan kembali, bukan di bawah satu menara melainkan di bawah satu nama yang bukan nama mereka: nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Yang tercerai karena kesombongan disatukan oleh baptisan.
Profil
Pembaca pertama Matius sebagian besar orang Yahudi yang percaya kepada Yesus, hidup di dunia setelah kehancuran Bait Allah, sering terusir dari sinagoge, dan mendengar dengan telinga sendiri cerita bahwa mayat Yesus dicuri, cerita yang menurut Matius "masih tersebar di antara orang Yahudi sampai hari ini." Bagi mereka, "semua bangsa" bukan kata yang hangat. Itu berarti duduk semeja dengan orang yang dulu najis, menerima mereka lewat baptisan tanpa sunat, tanpa syarat etnis. Perintah ini merobek identitas mereka dan membangunnya kembali. Dan justru di situ terdengar penghiburan yang paling mereka butuhkan: yang mengutus mereka ke dalam kesulitan itu adalah Dia yang memegang segala kuasa, dan yang berjanji, "Aku selalu bersamamu."
Refleksi
Kalau perintah ini dimulai dengan "segala kuasa telah diberikan kepada-Ku", ketakutan mana dalam hidup saya yang sebenarnya sedang menyangkal kalimat itu?
Siapa orang yang selama ini saya diam-diam anggap terlalu jauh, terlalu keras, atau terlalu berbeda untuk masuk dalam "semua bangsa"?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Matthew 28:19
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MATIUS 28:19?
Tentang apakah MATIUS 28:19?
Apa konteks historis dari MATIUS 28:19?
Apa yang MATIUS 28:19 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MATIUS 28:19 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Matthew 28
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tuhan, ada saat kuasa-Mu terasa terlalu besar dan aku hanya bisa gemetar. Tapi Engkau tidak datang untuk melumpuhkanku. Ubah rasa takutku menjadi kagum, dan tolong aku berdiri lagi di hadapan-Mu, bukan sebagai orang mati, melainkan orang yang Kau hidupkan.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi