EFESUS 4:11
Teks
Perhatikan siapa subjeknya: "Dialah yang memberikan." Bukan jemaat yang memilih, bukan rapat yang mengangkat, bukan bakat manusia yang naik ke permukaan. Ayat sebelumnya baru saja menggambarkan Kristus yang turun ke bagian bawah bumi lalu naik lebih tinggi dari semua langit, dan hasil dari perjalanan itu ternyata bukan sekadar takhta kemuliaan, melainkan sederet orang yang diberikan kepada jemaat: rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita-pemberita Injil, gembala-gembala, dan pengajar-pengajar. Paulus sedang melanjutkan kutipannya dari Mazmur 68, tentang Raja yang menang dan membagikan jarahan. Jarahan Kristus adalah manusia. Orang-orang berdosa yang ditebus, lalu dititipkan kembali kepada tubuh-Nya sebagai hadiah kemenangan. Ayat 11 karena itu bukan daftar jabatan gerejawi, melainkan daftar pemberian; bukan struktur organisasi, melainkan buah dari kenaikan Kristus yang dibagikan kepada umat-Nya.
Inti
Yang mengejutkan di sini adalah arah pemberian itu. Dalam Mazmur 68, Raja yang menang justru menerima pemberian dari manusia; Paulus membalik arahnya: Kristus memberikan kepada manusia. Itu bukan kecerobohan mengutip, melainkan pengakuan tentang siapa Allah kita. Raja-raja dunia menang lalu memungut upeti; Raja ini menang lalu membagi-bagikan. Konsekuensinya tajam. Pelayan-pelayan yang disebut di ayat 11 tidak berdiri di atas jemaat sebagai kasta rohani, tetapi diberikan kepada jemaat, seperti roti diberikan kepada yang lapar. Dan tujuannya segera disebut di ayat berikutnya: "untuk memperlengkapi orang-orang kudus dalam pekerjaan pelayanan." Pelayanan yang sesungguhnya ada di tangan seluruh umat; para pemberi ajaran hanya perlengkapan agar umat bisa bekerja. Anugerah di sini tidak berhenti pada keselamatan pribadi, tetapi mengalir sampai ke pembangunan satu tubuh yang bertumbuh dewasa.
Benang Merah
Pola ini sudah lama berjalan. Ketika Musa kewalahan memikul umat sendirian, Allah mengambil dari Roh yang ada padanya dan menaruhnya atas tujuh puluh tua-tua, bukan untuk mengurangi beban Musa saja, tetapi supaya umat tidak bergantung pada satu orang (Bilangan 11). Sepanjang Perjanjian Lama, Allah terus memberikan orang: hakim-hakim ketika bangsa itu tercerai-berai, nabi-nabi ketika raja-raja bungkam, dan janji lewat Yeremia bahwa Ia sendiri akan mengaruniakan gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Nya. Setiap kali umat tersesat, Allah tidak mengirim sistem, Ia mengirim manusia. Efesus 4:11 adalah puncak dari garis itu. Yang dulu diberikan secara sepotong-sepotong lewat sejarah Israel, kini mengalir dari satu sumber: Kristus yang naik dan memenuhi segala sesuatu. Pemberian-Nya bukan lagi selingan darurat, melainkan cara tetap Ia membangun tubuh-Nya sampai dewasa.
Cermin
Ada dua cara membaca ayat ini dengan salah, dan mungkin Anda mengenal keduanya. Yang pertama: menjadi konsumen. Anda datang hari Minggu menilai khotbah seperti menilai kopi, dan pulang tanpa pernah bertanya untuk apa Anda diperlengkapi. Padahal pemberian itu diberikan supaya Anda bekerja, bukan supaya Anda puas. Yang kedua: menjadi pemilik. Kalau Anda memimpin kelompok kecil, mengajar remaja, atau berdiri di depan mimbar, ada godaan halus untuk merasa jemaat adalah ladang Anda. Ayat ini membalik kepemilikan itu: Anda hadiah untuk mereka, bukan sebaliknya. Hadiah tidak menuntut penghormatan; hadiah dipakai sampai habis. Hari ini, tuliskan nama satu orang yang dahulu memperlengkapi iman Anda, guru sekolah minggu, majelis, teman yang menjelaskan Injil, lalu kirim pesan singkat kepadanya: bahwa Kristus memakai dia dalam hidup Anda.
Pertanyaan
Kalau pelayan-pelayan ini benar-benar pemberian Kristus, mengapa begitu banyak jemaat justru dilukai oleh mereka? Gembala yang manipulatif, pengajar yang menjual kepastian palsu, pemimpin yang memakai Alkitab sebagai alat kuasa. Paulus tidak naif; beberapa ayat kemudian ia justru memperingatkan tentang tipu daya manusia dan kecerdikan dari penipuan yang licik, seolah tahu bahwa serangan paling berbahaya datang dari dalam. Teks ini tidak menjanjikan bahwa setiap orang yang menyandang gelar itu benar-benar diberikan oleh Kristus. Yang dijamin adalah tujuannya: pembangunan tubuh, kedewasaan, kesatuan. Di situlah ujiannya. Bila pelayanan seseorang secara konsisten mengecilkan umat dan membesarkan dirinya, itu bukan hadiah dari kenaikan Kristus. Tetapi mengapa Allah membiarkan hadiah-Nya dipalsukan begitu lama, itu tetap luka terbuka yang tidak dijawab di sini.
Intertekstualitas
Latar paling keras ada di Yehezkiel 34, di mana Allah menghardik gembala-gembala Israel yang menggemukkan diri sendiri sementara domba-domba tercerai-berai, lalu berkata bahwa Ia sendiri akan mencari domba-Nya. Yesus mengambil bahasa itu ketika menyebut diri-Nya gembala yang baik. Efesus 4:11 berdiri di antara keduanya: Sang Gembala yang datang sendiri kini memberikan gembala-gembala lain yang bukan pengganti-Nya, melainkan perpanjangan tangan-Nya. Bandingkan juga dengan 1 Korintus 12 dan Roma 12, di mana daftarnya berbeda: ada rasul dan pengajar, tetapi juga penyembuhan, penghiburan, kemurahan hati. Perbedaan daftar itu penting. Paulus tidak sedang menyusun bagan jabatan yang baku; ia sedang menunjuk kepada Pemberi yang sama, yang membagikan sesuai kebutuhan tubuh-Nya di tempat dan waktu tertentu.
Profil
Jemaat Efesus hidup di kota yang tahu betul apa artinya hierarki rohani. Kuil Artemis punya jajaran imam dengan gelar dan hak istimewa; asosiasi-asosiasi dagang punya pelindung kaya yang membiayai perjamuan dan menuntut kehormatan sebagai gantinya. Di dunia patron dan klien seperti itu, orang otomatis bertanya: siapa yang di atas, siapa yang berutang budi kepada siapa. Lalu mereka mendengar surat dari seorang tahanan, bukan patron terhormat, yang berkata bahwa rasul dan pengajar bukan patron jemaat melainkan pemberian bagi jemaat. Bagi bekas penyembah Artemis maupun bagi orang Yahudi yang terbiasa dengan otoritas rabi, ini menata ulang seluruh peta sosial. Kehormatan tidak mengalir ke atas menuju pemimpin, melainkan turun dari Kristus yang naik, membasahi seluruh tubuh.
Refleksi
Kalau Anda dipanggil "pemberian" bagi jemaat Anda, dalam hal apa hidup Anda selama ini lebih terasa seperti tuntutan daripada hadiah?
Apa satu keterampilan atau pengetahuan iman yang sudah Anda terima, tetapi belum pernah Anda pakai untuk memperlengkapi orang lain?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Ephesians 4:11
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti EFESUS 4:11?
Tentang apakah EFESUS 4:11?
Apa konteks historis dari EFESUS 4:11?
Apa yang EFESUS 4:11 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana EFESUS 4:11 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Ephesians 4
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak melewatkan aku. Setiap orang Kaupercayakan bagian sesuai ukuran pemberian Kristus, dan aku pun punya bagian itu. Ampuni aku kalau sering membandingkan diri. Ajar aku memakai apa yang Kauberi dengan setia.
Bapa, pikiranku sering lelah oleh pola lama yang sulit kulepaskan. Perbarui aku dari dalam, di tempat yang tidak terlihat orang lain. Ajar aku berpikir dengan cara-Mu, sedikit demi sedikit, sampai hidupku ikut berubah.
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau tidak menuntut aku menjadi manusia tanpa amarah, melainkan mengajar aku: "Ketika kamu marah, jangan berbuat dosa." Terima kasih untuk batas kasih itu, agar matahari tidak terbenam sementara hatiku masih menyimpan marah.
Bapa, aku sering memilih kata yang aman daripada kata yang jujur. Tolong aku melepaskan kepura-puraan itu, dan berani berkata benar dengan lembut kepada orang-orang di sekitarku. Ingatkan aku bahwa kami saling terhubung, dan setiap dusta kecil melukai kami bersama.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi