MATIUS 28:5
Teks
Dua perempuan berdiri di depan kuburan yang sudah terbuka, tanah baru saja berguncang, para penjaga tergeletak kaku "seperti orang-orang mati", dan di atas batu yang tergulingkan itu duduk seseorang yang wajahnya bagaikan kilat. Lalu terdengar suara. Bukan teguran, bukan penjelasan, melainkan kalimat yang menahan mereka supaya tidak lari: "Jangan takut karena aku tahu kalau kamu mencari Yesus yang sudah disalibkan." Malaikat itu menyebut mereka sebelum menyebut berita. Ia mengenali mengapa mereka datang sepagi itu, mengenali kesetiaan yang membawa mereka ke tempat yang paling tidak menjanjikan apa-apa, dan atas dasar itulah Ia berkata: rasa takutmu boleh berhenti di sini. Satu ayat, dan seluruh arah hari itu berbalik.
Inti
Perhatikan urutannya, sebab di situ letak bobot teologisnya. Ketakutan dihentikan bukan karena situasinya aman, tetapi karena yang berbicara tahu siapa mereka dan siapa yang mereka cari. Allah tidak menenangkan manusia dengan meredam kenyataan; Ia menenangkan dengan memperkenalkan diri. Dan sebutan yang dipakai sungguh mengejutkan: "Yesus yang sudah disalibkan". Kebangkitan tidak menghapus salib, tidak memperlakukannya sebagai babak memalukan yang sebaiknya dilupakan. Yang hidup kembali adalah justru Dia yang mati terhina di luar kota. Inilah inti kabar Paskah: Allah tidak membatalkan penderitaan Anak-Nya, Ia memuliakannya. Karena itu iman Kristen tidak pernah menjadi pelarian dari luka, melainkan kepercayaan bahwa luka pun bisa dibangkitkan. Para penjaga jatuh pingsan di hadapan kuasa yang sama yang membuat para perempuan ini justru dipanggil namanya.
Benang Merah
"Jangan takut" adalah kalimat yang mengalir sepanjang Kitab Suci seperti sungai bawah tanah: diucapkan kepada Abraham, kepada bangsa di tepi laut, kepada nabi yang gemetar di hadapan penglihatan. Selalu diucapkan bukan kepada orang yang situasinya tenang, melainkan kepada orang yang baru saja menyadari bahwa Allah sedang bertindak dan bumi tidak sanggup menahannya. Di Matius, kalimat itu membingkai seluruh Injil. Di awal, malaikat berkata kepada Yusuf supaya jangan takut mengambil Maria; di akhir, malaikat berkata kepada perempuan-perempuan supaya jangan takut di depan kubur yang kosong. Antara kedua kalimat itu terbentang hidup Yesus, dari rahim sampai kebangkitan. Dan keduanya menandai momen ketika Allah menerobos masuk ke dalam sejarah manusia dengan cara yang tidak bisa diperkirakan siapa pun.
Cermin
Para perempuan itu datang untuk merawat kematian, bukan untuk menyambut kehidupan. Mereka berangkat sebelum fajar dengan satu-satunya pengharapan yang tersisa: setidaknya tubuh-Nya masih ada di sana. Kita mengenal langkah itu. Kita mengunjungi rumah sakit tanpa berani menyebut kata "sembuh". Kita tetap mengirim pesan kepada anak yang sudah lama tidak membalas. Kita masuk kantor pada hari Senin dengan dada berat dan tetap melakukan yang benar, tanpa yakin ada gunanya. Kesetiaan yang tidak menjanjikan hasil itu persis yang dikenali malaikat: "aku tahu kalau kamu mencari". Allah melihat kesetiaan yang tampak sia-sia, dan justru di sanalah Ia memberi kabar lebih dulu. Hari ini, sebutkan dengan suara keras satu situasi yang sudah Anda anggap mati, lalu katakan juga: "Dia telah bangkit."
Detail
Kata "mencari" di ayat ini layak ditimbang. Dalam bahasa Yunani, zēteō bukan sekadar melihat-lihat; ia menggambarkan pencarian yang sungguh-sungguh, usaha yang menguras. Dan objek pencarian itu dirumuskan dengan brutal jujur: "Yesus yang sudah disalibkan". Bukan "Tuhanmu", bukan "Guru". Malaikat memakai istilah yang paling kasar, kata yang di telinga dunia Romawi berarti kegagalan total, hukuman budak, aib yang tak terhapus. Di dalam kalimat yang menghibur itu, kata paling tajam tidak dilunakkan. Penghiburan sejati tidak pernah bekerja dengan menghindari fakta. Malaikat menyebut salib tepat di ambang kebangkitan, seolah berkata: inilah Dia yang kamu cari, dan inilah Dia yang hidup. Identitas Yesus yang bangkit tidak bisa dilepaskan dari bekas-bekas penyaliban-Nya.
Pertanyaan
Mengapa para penjaga jatuh "seperti orang-orang mati", sementara para perempuan menerima kalimat yang menenangkan? Keduanya ada di tempat yang sama, menyaksikan guncangan yang sama. Teks tidak memberi penjelasan moral yang rapi. Yang terlihat hanya ini: para penjaga datang untuk menjaga kubur tetap tertutup, para perempuan datang karena kasih. Namun tetap tidak nyaman, sebab kemuliaan Allah ternyata bisa menghancurkan dan bisa menguatkan, tergantung di posisi mana kita berdiri terhadap-Nya. Kita ingin Allah yang hanya menghibur. Matius menunjukkan Allah yang satu dan sama membuat sebagian orang tergeletak dan sebagian orang berlari dengan sukacita. Teks membiarkan ketegangan itu berdiri, dan kita sebaiknya tidak buru-buru menutupinya.
Intertekstual
Daniel pernah jatuh tak berdaya di hadapan sosok yang pakaiannya bercahaya, lalu disentuh dan disuruh berdiri; pola itu bergema di sini, bahkan sampai pada deskripsi wajah bagaikan kilat. Matius tampaknya sengaja menggemakannya untuk mengatakan: yang terjadi di kubur ini bukan insiden lokal, melainkan penyingkapan akhir zaman yang sudah lama dijanjikan. Bandingkan juga dengan Yesaya 43, di mana Allah berkata kepada umat-Nya untuk tidak takut sebab Ia telah menebus dan memanggil nama mereka. Logikanya identik: jangan takut, bukan karena bahayanya hilang, melainkan karena Allah mengenal kamu. Di ayat 10, Yesus sendiri mengulang kalimat malaikat itu, "Jangan takut", seakan menandatangani pesan tersebut dengan tangan-Nya yang berlubang.
Refleksi
Apa yang sedang Anda cari pagi-pagi buta, dengan setia tetapi tanpa pengharapan, dan apa jadinya jika Allah menyebut pencarian itu lebih dulu sebelum memberi jawaban?
Di manakah Anda cenderung melunakkan kata "disalibkan" dalam iman Anda sendiri, dan apa yang hilang ketika salib dihaluskan?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Matthew 28:5
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MATIUS 28:5?
Tentang apakah MATIUS 28:5?
Apa konteks historis dari MATIUS 28:5?
Apa yang MATIUS 28:5 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MATIUS 28:5 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Matthew 28
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tuhan, ada saat kuasa-Mu terasa terlalu besar dan aku hanya bisa gemetar. Tapi Engkau tidak datang untuk melumpuhkanku. Ubah rasa takutku menjadi kagum, dan tolong aku berdiri lagi di hadapan-Mu, bukan sebagai orang mati, melainkan orang yang Kau hidupkan.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi