Timotius: Anak yang Kukasihi dan yang Setia dalam Tuhan
Sebuah nama yang tersebar di dua belas kitab
Timotius adalah seorang laki-laki yang hidup pada masa yang dicatat dalam Acts dan dalam surat-surat Paulus, aktif M 50 sampai M 97 menurut Ussher, Annals of the World (1650). Namanya muncul dalam sekitar dua puluh delapan ayat yang tersebar di dua belas kitab: Acts, 1 Timothy, 1 Corinthians, 1 Thessalonians, 2 Corinthians, Philippians, 2 Timothy, Hebrews, Romans, Colossians, 2 Thessalonians, dan Philemon. Penyebutan pertamanya ada di Acts 16:1, yang terakhir di Hebrews. Tentang keluarganya, yang tercatat hanyalah ibunya, Eunice (2 Timothy 1:5), dan seorang ayah yang keberadaannya disebut tetapi namanya tidak diberikan.
Adegan dalam Acts
Timotius masuk ke dalam cerita di Acts 16:1. Sesudah itu ia muncul dalam satu adegan yang terkutip penuh, Acts 17:14-15: "Lalu, dengan segera, saudara-saudara seiman menyuruh Paulus pergi sampai ke pantai, tetapi Silas dan Timotius tetap tinggal di situ. Orang-orang yang menemani Paulus membawanya sampai ke Atena, dan setelah menerima sebuah pesan dari Paulus untuk Silas dan Timotius agar datang kepadanya secepatnya, mereka pun berangkat."
Dua ayat itu memperlihatkan pola yang akan berulang: Timotius tertinggal, Timotius dipanggil, Timotius berangkat. Ia bergerak menurut kebutuhan pekerjaan dan menurut panggilan orang lain, bukan menurut agenda yang dicatat sebagai miliknya sendiri.
Selebihnya, Acts menyebut namanya di Acts 18:5, Acts 19:22, dan Acts 20:4. Untuk ketiga tempat itu yang kita punya hanyalah keberadaan namanya, tanpa teks yang tersedia di hadapan kita, maka kita menyebutnya apa adanya: tiga penyebutan lagi, tanpa keterangan tambahan yang boleh kita rangkai sendiri.
Yang diutus, yang dinanti
Dalam surat-surat, Timotius paling sering tampil sebagai orang yang dikirim dan orang yang ditunggu kembali. Paulus menulis di 1 Corinthians 4:17: "Itulah sebabnya, aku telah mengutus kepadamu Timotius, anakku yang kukasihi dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan mengingatkan kamu mengenai jalan-jalanku dalam Kristus, seperti yang aku ajarkan di mana-mana, dalam setiap jemaat." Ia diutus bukan dengan pesan karangannya sendiri, melainkan sebagai pengingat ajaran yang sudah diberikan lebih dahulu.
Di 1 Corinthians 16:10 nadanya berubah menjadi perlindungan: "Sekarang, jika Timotius datang, perhatikanlah supaya ia tidak merasa takut ketika bersamamu karena ia melakukan pekerjaan Tuhan, sama seperti aku juga." Pekerjaannya disejajarkan dengan pekerjaan Paulus, namun jemaat justru diminta menjaga sikap mereka terhadap dia. Penyebutan lain sebagai utusan atau pembawa kabar ada di Philippians 2:19, 1 Thessalonians 3:2, dan 1 Thessalonians 3:6.
Nama yang berdiri di kepala surat
Timotius juga berdiri di baris pembuka surat-surat. 1 Thessalonians 1:1 berbunyi: "Dari Paulus, Silwanus, dan Timotius kepada jemaat di Tesalonika, yang ada dalam Allah Bapa dan dalam Tuhan Yesus Kristus. Anugerah dan damai menyertai kamu." Namanya muncul dengan cara serupa di 2 Corinthians 1:1, 2 Thessalonians 1:1, Philippians 1:1, Colossians 1:1, dan Philemon 1:1. Ia disebut pula di Romans 16:21 dan di 2 Corinthians 1:19.
Dua surat ditujukan kepadanya sendiri: 1 Timothy 1:2 dan 2 Timothy 1:2, dengan pesan di 1 Timothy 1:18 dan salam penutup di 2 Timothy 4:22. Penutup 1 Timothy 6:20-21 berbicara langsung kepadanya: "Timotius, jagalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah percakapan yang duniawi dan omong kosong serta pertentangan yang secara salah disebut 'pengetahuan', yang dengan mengakuinya, iman beberapa orang menjadi menyimpang. Anugerah menyertai kamu." Namanya juga muncul pada penutup Hebrews 13:23, dengan salam di Hebrews 13:25.
Kegagalan yang tidak tercatat, dan satu bayangan
Jujur pada teks berarti mengatakan ini: tidak ada satu pun catatan dosa atau kegagalan Timotius dalam bahan yang kita punya. Tidak ada adegan di mana ia jatuh, menyangkal, atau menyimpang. Yang ada hanyalah satu bayangan kecil, dan bayangan itu datang dari mulut orang lain: Paulus perlu meminta jemaat memastikan "supaya ia tidak merasa takut ketika bersamamu" (1 Corinthians 16:10). Ketakutan itu diantisipasi, bukan dilaporkan sebagai peristiwa. Peringatan di 1 Timothy 6:20-21 memang menyebut bahwa "iman beberapa orang menjadi menyimpang", tetapi kalimat itu berbicara tentang beberapa orang lain, bukan tentang Timotius. Menambahkan kejatuhan yang tidak ditulis sama tidak jujurnya dengan menutupi kejatuhan yang ditulis.
Yang tidak kita ketahui
Tidak ada anak yang disebutkan namanya. Tidak ada suku atau bangsa yang diberikan baginya. Nama ayahnya tidak disebut. Bagaimana dan kapan hidupnya berakhir tidak ada dalam bahan ini. Semua itu tetap kosong, dan lebih baik dibiarkan kosong daripada diisi dengan dugaan.
Garis ke Kristus
Garis itu tidak perlu ditarik jauh, sebab Timotius sudah berdiri di dalamnya. Ia disebut "anakku yang kukasihi dan yang setia dalam Tuhan", dan tugasnya adalah mengingatkan jemaat "mengenai jalan-jalanku dalam Kristus" (1 Corinthians 4:17). Pekerjaan yang ia kerjakan disebut "pekerjaan Tuhan" (1 Corinthians 16:10). Namanya berdiri bersama jemaat "yang ada dalam Allah Bapa dan dalam Tuhan Yesus Kristus" (1 Thessalonians 1:1), dan ia disebut bersama pemberitaan itu di 2 Corinthians 1:19. Surat di 1 Corinthians ditutup dengan kalimat: "Kasihku menyertai kamu semua dalam Yesus Kristus. Amin" (1 Corinthians 16:24), dan surat yang ditujukan kepadanya sendiri ditutup dengan "Anugerah menyertai kamu" (1 Timothy 6:20-21). Seorang yang diutus, dinanti, dititipi pesan, dan dipesani menjaga apa yang dipercayakan kepadanya: begitulah teks meletakkan Timotius di dalam Kristus.
