YOHANES 1
Teks
Yohanes tidak memulai dengan silsilah atau palungan, melainkan dengan kekekalan: Firman yang sudah ada pada mulanya, yang bersama Allah dan adalah Allah, yang melaluinya segala sesuatu dijadikan. Firman itu menjadi daging dan berkemah di antara manusia, ditolak oleh milik-Nya sendiri, tetapi menjadikan anak-anak Allah bagi siapa pun yang menerima Dia. Lalu kamera turun dari langit ke tepi Sungai Yordan: Yohanes Pembaptis bersaksi bahwa dirinya bukan siapa-siapa, hanya suara; ia menunjuk kepada "Anak Domba Allah yang menghapuskan dosa dunia"; dan dalam tiga hari berturut-turut orang-orang pertama mulai mengikut Yesus, mulai dari Andreas sampai Natanael yang skeptis di bawah pohon ara.
Inti
Yang mengejutkan bukan hanya bahwa Firman itu adalah Allah, melainkan bahwa Firman itu "menjadi daging dan tinggal di antara kita." Kata Yunani yang dipakai, eskēnōsen, secara harfiah berarti "memasang kemah". Bagi telinga Yahudi itu langsung membangkitkan ingatan akan Kemah Suci di padang gurun, tempat kemuliaan Allah turun di tengah umat yang sedang mengembara. Jadi Allah tidak sekadar mengunjungi dunia; Ia mendirikan tenda di halaman kita, dalam tubuh yang bisa lelah, lapar, dan berdarah. Dan kemuliaan itu ternyata tidak terlihat seperti kilat di Sinai, melainkan "penuh dengan anugerah dan kebenaran". Inilah inti Injil Yohanes: Allah yang tidak pernah dilihat siapa pun kini dinyatakan, bukan lewat konsep, tetapi lewat seseorang yang bisa ditanya, "Di manakah Engkau tinggal?"
Benang Merah
Perhatikan bagaimana Yohanes menyusun bab ini seperti jembatan yang menyeberangi seluruh Perjanjian Lama. "Pada mulanya" mengulang kata pembuka Kejadian; terang yang bercahaya dalam kegelapan mengulang hari pertama penciptaan. Lalu Musa muncul: "Hukum Taurat diberikan melalui Musa, tetapi anugerah dan kebenaran datang melalui Kristus Yesus." Bukan Taurat dibuang, melainkan digenapi oleh sesuatu yang lebih penuh. Kemudian datang gambar yang paling tajam: "Anak Domba Allah". Setiap anak domba Paskah, setiap korban di Bait Allah, setiap darah yang dioleskan pada ambang pintu di Mesir, semuanya ternyata adalah bayangan yang menunjuk ke depan, ke satu Anak Domba yang menghapus dosa bukan hanya satu bangsa tetapi dunia. Dan di ayat terakhir, tangga Yakub muncul kembali: langit terbuka, malaikat naik turun, bukan lagi di atas batu di Betel, melainkan di atas Anak Manusia. Yesus sendirilah tempat langit dan bumi bertemu.
Cermin
"Dunia tidak mengenal-Nya. Ia mendatangi kepunyaan-Nya, tetapi kepunyaan-Nya itu tidak menerima Dia." Ini bukan tentang orang-orang jauh di luar sana; ini kalimat tentang orang-orang religius, orang yang punya Kitab Suci di rumah. Kita bisa hafal doktrin dan tetap tidak mengenal Dia. Lihat juga pertanyaan pertama Yesus dalam Injil ini: "Apa yang kamu cari?" Bukan "Apa yang kamu percaya?" melainkan pertanyaan tentang kerinduan paling dalam. Jawablah dengan jujur pagi ini, sebelum membuka email kantor: apa yang sebenarnya Anda cari? Pengakuan? Rasa aman finansial? Bukti bahwa hidup Anda bernilai? Dan lihat Yohanes Pembaptis: seorang tokoh dengan pengikut sendiri yang dengan tenang berkata, "Aku bukan Kristus itu." Ada kelegaan besar dalam kalimat itu bagi siapa pun yang lelah memikul beban menjadi penyelamat bagi keluarganya, gerejanya, atau reputasinya sendiri.
Pertanyaan
Kalau Terang itu sejati dan "menerangi semua orang", mengapa begitu banyak yang tidak melihatnya? Yohanes tidak memberi kita jawaban yang rapi. Ia menyandingkan dua hal tanpa menjelaskan sambungannya: mereka yang menerima Dia diberi kuasa menjadi anak-anak Allah, dan mereka itu "lahir bukan dari darah atau keinginan daging… melainkan dari Allah." Jadi mana yang lebih dulu, iman saya atau kelahiran dari Allah? Teks ini menolak diperas menjadi diagram. Yang bisa kita katakan: siapa pun yang percaya tidak pernah bisa membanggakan dirinya, karena iman itu sendiri bukan prestasi darahnya; dan siapa pun yang belum percaya tidak pernah bisa berdalih bahwa pintunya tertutup, karena undangan Filipus tetap berlaku: "Datang dan lihatlah." Misteri ini menutup mulut kesombongan tanpa menutup pintu.
Teks Lain yang Bergema
Yohanes Pembaptis mengutip Yesaya 40:3, nubuat tentang jalan yang diluruskan di padang belantara bagi kepulangan Allah kepada umat-Nya. Dengan memakai ayat itu, ia mengatakan sesuatu yang berani: Yesus yang berjalan mendekat di tepi Yordan adalah Tuhan yang sedang pulang. Lalu bandingkan Keluaran 33, ketika Musa memohon melihat kemuliaan Allah dan hanya diizinkan melihat punggung-Nya. Yohanes seakan menjawab permohonan kuno itu: "Tidak seorang pun pernah melihat Allah, tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, menyatakan-Nya." Apa yang Musa rindukan dari celah batu, para nelayan Galilea itu dapatkan di meja makan.
Tokoh Utama
Yang paling mencolok dari Yesus dalam pasal ini adalah bahwa Ia terus-menerus mendahului. Ia sudah ada sebelum Yohanes. Ia sudah berdiri di tengah mereka sebelum dikenali. Ia melihat Natanael di bawah pohon ara sebelum Natanael tahu ada yang melihat. Ia memberi Simon nama baru sebelum Simon melakukan apa pun yang pantas mendapatkannya. Inilah wajah anugerah: selalu lebih dulu, tidak pernah reaktif. Dan Ia tidak defensif terhadap sinisme; ketika Natanael mencibir Nazaret, Yesus justru memujinya sebagai orang tanpa kepalsuan. Ia lebih menghargai keraguan yang jujur daripada kesalehan yang dibuat-buat. Firman yang menciptakan galaksi kini berbalik di jalan setapak, menatap dua orang asing, dan bertanya apa yang mereka cari.
Refleksi
Jika Yesus berbalik hari ini dan bertanya kepada Anda, "Apa yang kamu cari?", jawaban jujur apa yang muncul lebih dulu, sebelum jawaban rohani yang sudah Anda siapkan?
Di bagian hidup mana Anda masih berusaha menjadi "Terang itu" sendiri, padahal panggilan Anda hanyalah menjadi saksi yang menunjuk kepada-Nya?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang John 1
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YOHANES 1?
Tentang apakah YOHANES 1?
Apa konteks historis dari YOHANES 1?
Apa yang YOHANES 1 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YOHANES 1 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang John 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tuhan, Engkau sudah melihat aku jauh sebelum aku menyadarinya. Di tempat sepi yang tak seorang pun tahu, mata-Mu ada di sana. Terima kasih karena aku tidak perlu menjelaskan diriku pada-Mu. Engkau sudah mengenalku, dan Engkau tetap memanggilku.
Yang lahir bukan dari darah, bukan dari keinginan tubuh, bukan pula dari keinginan manusia, melainkan dari Allah."
Statusmu sebagai anak Allah tidak diwarisi dari orang tua yang saleh, dan tidak dihasilkan oleh tekadmu sendiri. Itu kelahiran yang hanya bisa Allah kerjakan. Melegakan, bukan? Yang paling menentukan hidupmu justru bukan pekerjaanmu.
Aku sendiri tidak mengenal Dia," kata Yohanes. Nabi terbesar itu pun butuh ditunjukkan. Dan tandanya bukan suara megah, melainkan Roh yang "turun dan tinggal di atas-Nya". Tinggal, bukan sekadar singgah. Yesus bukan tempat Roh mampir sebentar. Dan kalau kamu ada di dalam Dia, Roh itu tidak sedang mencari pintu keluar dari hidupmu.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
