HOSEA 9
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
The Explanation
Hosea 9 dibuka dengan sebuah larangan yang aneh: "Jangan bersukacita, hai Israel!" Bayangkan seseorang masuk ke tengah pesta panen, mematikan musiknya, dan berkata: berhenti. Itulah yang dilakukan Hosea. Israel sedang merayakan hasil bumi di tempat-tempat pengirikan gandum, tempat gandum dipisahkan dari kulitnya. Panen berhasil, lumbung penuh, anggur baru mengalir. Semua terasa baik.
Tetapi Hosea melihat sesuatu yang lain. Ia memakai kata yang keras: "kamu telah bersundal terhadap Allahmu, kamu mencintai upah persundalan." Israel tidak lagi berterima kasih kepada Tuhan atas panen itu. Mereka berterima kasih kepada Baal, dewa kesuburan bangsa-bangsa sekitar. Dalam bahasa Hosea, itu bukan sekadar salah alamat teologis. Itu perzinaan. Israel adalah mempelai yang tidur dengan orang lain dan menyebut hasilnya sebagai "upah".
Lalu datang akibatnya, lapis demi lapis. Tempat pengirikan dan pemerasan anggur "takkan memberi mereka makan" (ayat 2). Panen yang mereka andalkan akan mengecewakan. Lebih dalam lagi: mereka tidak akan tinggal di negeri Tuhan. Efraim, nama untuk kerajaan utara, akan "kembali ke Mesir" dan makan makanan najis di Asyur. Ini pembalikan sejarah keselamatan. Israel dahulu dibawa keluar dari Mesir; sekarang jalannya berbalik arah. Pembuangan.
Dan di pembuangan, ibadah mereka runtuh. Tanpa tanah, tanpa Bait Tuhan, korban-korban tidak lagi mungkin. Roti mereka menjadi "seperti roti perkabungan", roti yang najis, roti orang yang sedang berduka. Hosea bertanya dengan tajam: "Apa yang akan kamu perbuat pada hari pertemuan raya, dan pada hari raya TUHAN?" Hari raya tanpa Bait Allah. Pesta tanpa Tuan rumah.
Ayat 7 dan 8 memberi kita sedikit gambaran suasana zaman itu. Hosea menyampaikan pesan Allah, dan orang-orang menjawab: "Nabi adalah orang yang bodoh, orang yang penuh Roh kemarahan!" Nabi itu gila, katanya. Terlalu ekstrem. Terlalu negatif. Nabi yang seharusnya menjadi "pengawas Efraim" justru diperlakukan sebagai musuh di rumah Allahnya sendiri.
Kemudian, di tengah semua kekerasan itu, terselip sesuatu yang hampir lembut. Ayat 10: "Aku menemukan Israel seperti buah anggur di padang belantara. Aku melihat nenek moyangmu seperti buah sulung dari pohon ara pada musim pertama." Ini bahasa cinta pertama. Bayangkan berjalan di gurun dan tiba-tiba menemukan setangkai anggur, atau buah ara pertama di musim itu, buah yang paling manis. Begitulah Allah menggambarkan bagaimana Ia menemukan umat-Nya. Dengan rasa gembira. Dengan rasa memiliki.
Dan justru itulah yang membuat sisa pasal ini begitu berat. Buah temuan itu pergi ke Baal-Peor. Kemuliaan Efraim "akan terbang seperti burung". Akarnya mengering. Ayat 14 bahkan berisi doa Hosea yang sulit dibaca: berikanlah kepada mereka kandungan yang gugur. Ini bukan kalimat manis. Pasal ini ditutup tanpa penghiburan: "Allahku akan menolak mereka, sebab mereka tidak mendengarkan Dia. Mereka akan menjadi pengembara di antara bangsa-bangsa."
What Does This Mean?
Kita perlu jujur: pasal ini terasa tidak enak. Ada kalimat di sini yang kalau kita temukan di media sosial, kita akan melaporkannya. Dan Alkitab tidak melunakkannya untuk kita.
Yang perlu kita tangkap adalah ini: Hosea tidak sedang menggambarkan Allah yang mudah marah. Ia sedang menggambarkan Allah yang benar-benar terlibat. Kemarahan dalam pasal ini adalah kemarahan seorang kekasih yang dikhianati, bukan kemarahan seorang birokrat yang aturannya dilanggar. Bandingkan: jika ada orang asing meninggalkan kamu, kamu mengangkat bahu. Jika orang yang paling kamu percayai meninggalkan kamu, hatimu hancur. Allah bukan orang asing bagi Israel.
Kedua, perhatikan bagaimana dosa dan akibatnya menyatu. Israel mencari kesuburan pada Baal, dan yang mereka dapatkan justru ketidaksuburan. Mereka mengejar hidup di tempat yang tidak bisa memberi hidup, dan pelan-pelan akar mereka mengering. Itu bukan hukuman yang ditempelkan dari luar. Itu buah dari pilihan mereka sendiri. Allah membiarkan mereka merasakan apa artinya hidup tanpa Dia, dan itu ternyata jauh lebih menakutkan daripada yang mereka bayangkan.
Ketiga: mereka masih beribadah. Masih ada hari raya, masih ada korban, masih ada perayaan panen. Yang hilang bukan agamanya, melainkan hatinya. Itu mungkin bagian paling tidak nyaman dari pasal ini.
The Common Thread
Ayat 17 berhenti pada kata "ditolak". Tetapi kisah Allah tidak berhenti di sana. Justru di titik ini kita menemukan sesuatu yang mengejutkan: apa yang seharusnya menimpa umat itu, ditanggung oleh Yesus Kristus.
Israel akan diusir dari rumah Allah. Yesus mati di luar kota, di luar tembok, di tempat penolakan. Israel tidak bisa lagi membawa korban ke Bait Tuhan; Kristus menjadi korban itu sendiri, satu kali untuk selamanya. Israel disebut pohon yang akarnya mengering dan tidak menghasilkan buah; Yesus berkata: Akulah pokok anggur yang benar. Ia adalah Israel sejati yang tidak berpaling.
Dan Hosea sendiri sudah memberi kita petunjuk. Allah yang mengingat bagaimana Ia dahulu menemukan umat-Nya "seperti buah anggur di padang belantara" bukanlah Allah yang mudah melepaskan. Kenangan cinta itu masih hidup di dalam hati-Nya, bahkan di tengah penghakiman. Kitab Hosea tidak berakhir di pasal sembilan.
For You
Ada satu pertanyaan dari pasal ini yang layak kamu bawa pulang: kepada siapa sebenarnya kamu berterima kasih ketika hidupmu berjalan baik?
Israel tidak mengumumkan bahwa mereka meninggalkan Tuhan. Mereka hanya, sedikit demi sedikit, mulai mengaitkan hal-hal baik dalam hidup mereka dengan sumber lain. Panen, keamanan, keberhasilan. Kamu bisa melakukan hal yang sama tanpa pernah mengatakannya. Nilai bagus? Itu karena aku belajar keras. Diterima teman-teman? Itu karena aku pintar mengatur citra diriku. Ini bukan salah, tetapi perhatikan ke mana hatimu diam-diam bersandar.
Hosea juga menunjukkan hal lain: orang yang mengatakan kebenaran tidak selalu disukai. Ia disebut bodoh. Mungkin kamu pernah merasakan itu ketika mengatakan sesuatu yang tidak populer di antara temanmu. Pasal ini tidak menjanjikan bahwa kamu akan dianggap keren. Tetapi ia menunjukkan bahwa kesetiaan itu berharga, bahkan ketika tidak ada yang bertepuk tangan.
Dan jika kamu sedang merasa kering, tanpa buah, tanpa gairah rohani: jangan buru-buru menyimpulkan bahwa kamu sudah selesai. Allah yang berbicara di pasal ini adalah Allah yang masih mengingat bagaimana Ia menemukanmu.
Talk About It
Di mana dalam hidupmu kamu diam-diam mencari "kesuburan", rasa aman atau rasa berharga, di tempat yang sebenarnya tidak bisa memberikannya?
Israel tetap beribadah sementara hatinya sudah pergi. Bagaimana kamu bisa mengenali gejala itu dalam dirimu sendiri, dan apa yang akan kamu lakukan dengannya?
Praying Together
Tuhan, ada bagian dalam Firman-Mu yang membuat saya tidak nyaman, dan pasal ini salah satunya. Ajar saya untuk tidak melarikan diri darinya. Tunjukkan di mana hati saya sudah mulai bersandar pada hal lain. Terima kasih karena Engkau bukan Allah yang jauh dan acuh, melainkan Allah yang tersentuh oleh apa yang saya lakukan. Terima kasih untuk Yesus Kristus, yang menanggung penolakan supaya saya boleh datang. Ikat hati saya pada-Mu. Amin.
Pertanyaan tentang HOSEA 9
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah HOSEA 9?
Apa yang dikatakan HOSEA 9?
Apa yang HOSEA 9 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari HOSEA 9?
Mengapa HOSEA 9 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Mereka tidak akan tinggal di negeri TUHAN, tetapi Efraim akan kembali ke Mesir." Perhatikan: negeri itu disebut milik TUHAN, bukan milik Israel. Mereka menanam, memanen, berpesta, lalu lupa siapa pemilik tanahnya. Dan hukumannya bukan sesuatu yang baru, melainkan kembali ke Mesir, tempat yang dulu Tuhan bongkar untuk membebaskan mereka. Adakah "Mesir" yang diam-diam kamu rindukan lagi?
Efraim telah dipukul, akar mereka mengering, mereka tidak akan menghasilkan buah." Nama Efraim berarti berbuah ganda, tetapi yang tersisa tinggal namanya. Perhatikan urutannya: yang mati duluan bukan buahnya, melainkan akarnya, di bawah tanah, di tempat yang tidak dilihat siapa pun. Bagaimana keadaan akarmu hari ini?
Apa yang akan kamu lakukan pada hari raya, pada hari perayaan TUHAN?" Pertanyaan ini menyakitkan karena benar. Israel masih pandai berpesta, tetapi hatinya sudah pergi. Ketika panen habis dan tanah itu hilang, apa yang tersisa dari ibadah mereka? Coba tanya dirimu: kalau semua yang membuat ibadahmu nyaman diambil, apakah Tuhan sendiri masih cukup?
Efraim, kemuliaan mereka akan terbang seperti burung, tidak ada kelahiran, tidak ada kehamilan, dan tidak ada pembuahan." Nama Efraim berarti berbuah ganda, tetapi yang tersisa tinggal namanya. Mereka menyembah dewa kesuburan, dan justru kesuburan itu yang terbang pergi. Apa yang kaukejar di luar Tuhan sering menjadi hal pertama yang lepas dari genggamanmu.
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak