Topik

Arti Paskah Menurut Alkitab: Dari Domba Paskah hingga Kebangkitan Kristus

Pendahuluan

Setiap tahun, di gereja-gereja kita, ada dua suasana yang berdiri berdampingan dalam satu pekan. Jumat malam lampu diredupkan, lagu dinyanyikan pelan, ada yang menyeka air mata. Minggu pagi terompet dibunyikan, anak-anak memakai baju baru, dan jemaat berdiri menyanyikan kemenangan. Banyak orang pulang dengan perasaan hangat, tetapi kalau ditanya, "Jadi, apa sebenarnya arti Paskah menurut Alkitab?" jawabannya sering terhenti pada satu kalimat: "Yesus mati dan bangkit." Itu benar, tetapi itu baru kulitnya.

Alkitab memakai kata Paskah jauh sebelum ada kubur kosong di Yerusalem. Kata itu pertama kali terdengar di Mesir, pada malam ketika darah dioleskan pada ambang pintu rumah-rumah budak. Dan di situlah letak keindahannya. Halaman ini akan menuntun Anda menelusuri satu benang merah: dari anak domba yang disembelih di Keluaran sampai Anak Domba yang duduk di takhta di Wahyu, supaya Paskah berhenti menjadi perayaan tahunan dan mulai menjadi alamat rumah Anda.

Sudut pandang panduan ini

Bahasa Indonesia punya kekayaan yang tidak dimiliki bahasa Inggris: kita hanya punya satu kata, Paskah, untuk dua hal yang di sana dipisah menjadi Passover dan Easter. Panduan ini tidak menganggap itu kemiskinan bahasa, melainkan ketepatan teologis. Paskah adalah satu peristiwa dengan dua babak, dan keduanya dibaca dari sebuah ambang pintu: pintu yang dilumuri darah supaya maut lewat, dan pintu kubur yang terguling supaya hidup keluar. Kita akan membaca seluruh Alkitab dari dua ambang pintu itu. Sebab kalau Anda hanya merayakan babak kedua, Minggu pagi menjadi pesta tanpa alasan; dan kalau Anda berhenti di babak pertama, darah itu tidak pernah menjadi kehidupan.

Apa kata Alkitab tentang Paskah?

Paskah lahir pada malam paling gelap dalam sejarah Israel. Sembilan tulah sudah dilalui, dan tulah kesepuluh akan menyapu seluruh tanah Mesir. Lalu Allah memberi perintah yang aneh sekaligus sangat spesifik: setiap keluarga mengambil seekor anak domba yang tidak bercela, menyembelihnya pada waktu senja, dan membubuhkan darahnya pada kedua tiang pintu dan ambang atas pintu rumah. Lalu Tuhan berkata dalam Keluaran 12:13, "Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir."

Perhatikan satu kata kecil yang menjadi inti segalanya: "lewat". Dari sinilah nama Paskah berasal, dari kata Ibrani pesakh, yang berarti melewati atau melompati. Yang diselamatkan bukan orang yang lebih saleh, bukan keluarga yang lebih baik akhlaknya, bukan rumah yang lebih rapi. Yang diselamatkan adalah rumah yang berada di balik pintu bertanda darah. Allah tidak berkata, "Apabila Aku melihat kesungguhanmu," melainkan, "Apabila Aku melihat darah itu."

Ini pelajaran pertama tentang arti Paskah: keselamatan selalu bergantung pada sesuatu di luar diri kita. Israel tidak menyelamatkan diri sendiri dari Mesir. Mereka hanya tinggal di dalam, di balik tanda yang Allah sendiri tentukan.

Tujuh abad kemudian, Yesaya menulis tentang seorang Hamba yang menanggung sesuatu yang bukan miliknya. Yesaya 53:5 berbunyi, "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh." Di sini anak domba Paskah mendapat wajah dan punggung yang berdarah. Bukan lagi hewan di bawah tangan imam, melainkan seorang Pribadi yang menempatkan diri di antara kita dan hukuman.

Paulus kemudian menarik benang itu sampai putus bunyinya. Dalam 1 Korintus 5:7 ia menulis, "Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus." Paulus tidak berkata Yesus itu seperti anak domba Paskah. Ia berkata Yesus adalah anak domba Paskah kita. Mesir hanyalah panggung latihan; drama yang sesungguhnya digenapi di Golgota, tepat pada musim ketika ribuan domba disembelih di Yerusalem.

Tetapi Alkitab tidak berhenti pada darah. Pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, perempuan-perempuan datang ke kubur dan mendengar kalimat yang membelah sejarah menjadi dua. Matius 28:5-6 mencatat, "Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: 'Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.'" Lukas mencatatnya dengan tambahan yang menyentuh, dalam Lukas 24:6-7: "Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga."

Jadi arti Paskah menurut Alkitab adalah ini: Allah melewatkan hukuman atas orang berdosa karena hukuman itu sudah ditimpakan kepada Anak Domba-Nya, dan Anak Domba itu tidak tinggal mati. Dua ambang pintu, satu karya penebusan.

Benang merah yang mengalir dalam Alkitab

Pola Paskah sudah mulai berdenyut jauh sebelum Mesir. Di Kejadian 3, ketika Adam dan Hawa menyadari ketelanjangan mereka, Allah membuatkan pakaian dari kulit binatang. Daun ara buatan manusia diganti kulit yang harus dibayar dengan nyawa. Sejak halaman-halaman pertama, penutup rasa malu selalu datang dari Allah, dan selalu ada yang mati untuk itu.

Lalu ada Abraham dan Ishak di Gunung Moria. Ketika Ishak bertanya di mana anak dombanya, ayahnya menjawab dalam Kejadian 22:8, "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Kalimat itu seperti nubuat yang menunggu dua ribu tahun. Di Moria yang disediakan adalah domba jantan, pengganti sementara. Di bukit yang sama wilayahnya, Allah akhirnya tidak menahan Anak-Nya yang tunggal.

Keluaran 12 memberi peristiwa itu bentuk liturgi. Setiap tahun Israel mengulanginya: domba tanpa cela, roti tidak beragi, sayur pahit, dan cerita yang diceritakan kepada anak-anak. Seluruh sistem korban dalam Imamat tumbuh dari akar yang sama, termasuk Hari Pendamaian dengan darah yang dibawa masuk ke tempat mahakudus. Semuanya mengajarkan satu hal berulang-ulang sampai tertanam di tulang bangsa itu: dosa itu mematikan, dan Allah menyediakan pengganti.

Para nabi membawanya selangkah lebih jauh. Yesaya melihat Hamba yang dibungkam seperti domba di depan orang yang mengguntingnya. Yehezkiel melihat lembah penuh tulang kering yang kembali bernapas. Ayub, dalam kegelapannya, bersaksi bahwa Penebusnya hidup. Benang merah itu bukan hanya tentang kematian yang menggantikan, melainkan juga tentang kehidupan yang dikembalikan.

Lalu Yohanes Pembaptis berdiri di tepi Yordan dan menunjuk, "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia" (Yohanes 1:29). Semua garis bertemu di satu titik. Yesus sendiri merayakan Paskah terakhir-Nya bersama murid-murid, mengangkat roti dan cawan, lalu berkata bahwa itu adalah tubuh dan darah-Nya. Ia tidak mengubah Paskah; Ia menjelaskan siapa yang sejak semula menjadi isinya. Ketika para prajurit tidak mematahkan kaki-Nya, Yohanes mencatat bahwa hal itu terjadi supaya Kitab Suci digenapi, karena domba Paskah pun tidak boleh dipatahkan tulangnya.

Dan benang itu tidak berhenti di Minggu pagi. Dalam Wahyu, tokoh pusat di takhta surga bukan singa yang mengaum, melainkan Anak Domba yang tampak seperti telah disembelih, namun berdiri hidup, disembah oleh segala bangsa. Kitab terakhir Alkitab ditutup dengan perjamuan kawin Anak Domba dan sebuah kota tanpa air mata.

Dari ambang pintu di Mesir sampai takhta di Yerusalem baru. Itulah rentang Paskah.

Kesalahpahaman yang umum

Kesalahpahaman pertama: Paskah hanyalah hari ulang tahun kemenangan, semacam perayaan sejarah yang jauh. Padahal Alkitab menempatkan kita di dalam peristiwa itu, bukan sebagai penonton. Paulus menulis dalam Roma 6:4, "Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru." Darah pada ambang pintu di Mesir tidak menolong siapa pun yang berdiri di jalan menonton; yang selamat adalah yang masuk ke dalam rumah. Paskah menuntut Anda melangkahi ambang pintu itu.

Kesalahpahaman kedua: Jumat Agung adalah bagian yang serius, dan kebangkitan hanyalah penutup yang membahagiakan. Banyak orang Kristen hidup seolah-olah salib menyelesaikan segalanya dan kubur kosong hanya bonus. Paulus justru berkata sebaliknya dalam 1 Korintus 15:17, bahwa jika Kristus tidak dibangkitkan, sia-sialah kepercayaan kita dan kita masih hidup dalam dosa kita. Kematian Kristus membayar utang; kebangkitan-Nya adalah tanda terima dari Allah bahwa utang itu lunas. Roma 4:25 mengatakan Yesus diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita. Tanpa babak kedua, kita hanya punya pintu berdarah yang tidak pernah terbuka.

Kesalahpahaman ketiga: kebangkitan itu sebenarnya rohani, bukan jasmani; Yesus "hidup di hati para murid". Alkitab tidak memberi ruang untuk itu. Malaikat berkata, "Mari, lihatlah tempat Ia berbaring," sebuah undangan untuk memeriksa ruang yang kini kosong. Yesus yang bangkit makan ikan, menunjukkan bekas luka, dan dipegang. 1 Korintus 15:20 menyatakan, "Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal." Kata "yang sulung" mengandaikan panen yang menyusul. Kalau kebangkitan-Nya hanya kiasan, maka kebangkitan kita pun hanya kiasan, dan pemakaman orang percaya kehilangan pengharapannya.

Kesalahpahaman keempat: karena ada telur, kelinci, dan nama-nama perayaan musim semi di belahan dunia lain, maka Paskah itu "berasal dari penyembahan berhala". Perlu dibedakan dua hal: isi dan kemasan. Isi Paskah ditetapkan Allah sendiri di Keluaran 12 dan digenapi dalam Injil; tanggalnya pun terikat pada kalender Paskah Yahudi, bukan pada kalender bangsa lain. Kebiasaan telur dan kelinci adalah tambahan budaya yang muncul belakangan dan memang boleh kita timbang dengan hikmat. Tetapi membuang Paskah karena ada telur cokelat sama seperti membuang pernikahan karena ada yang berlebihan merayakannya. Yang tidak boleh hilang adalah Anak Domba dan kubur yang kosong.

Menghidupinya hari ini

Paskah bukan hanya soal apa yang Anda percayai, melainkan soal pintu mana yang Anda pilih untuk tinggal di baliknya hari ini.

Ketika rasa bersalah datang pada malam hari, dan Anda memutar ulang percakapan yang kasar, keputusan yang bodoh, atau dosa yang tidak ada yang tahu, Paskah mengajarkan Anda untuk tidak menjawab tuduhan itu dengan daftar kebaikan Anda. Allah tidak berkata, "Apabila Aku melihat usahamu." Ia berkata, "Apabila Aku melihat darah itu." Belajarlah berkata dalam hati, "Hukumannya sudah ditimpakan kepada Yesus, dan Bapa sudah menerimanya." Itu bukan penghiburan murahan; itu pengakuan iman.

Di tempat kerja, Paskah mengubah cara Anda menanggung ketidakadilan. Yesus tidak membela diri ketika difitnah, karena Ia mempercayakan perkara-Nya kepada Bapa yang menghakimi dengan adil, dan Bapa membenarkan Dia dengan membangkitkan-Nya. Kalau Anda percaya ada pembenaran pada hari ketiga, Anda tidak perlu memaksakan pembenaran Anda sendiri pada hari pertama.

Dalam keluarga, Paskah berarti kuburan bukan kata terakhir atas relasi yang Anda kira sudah mati. Anak yang pergi, pernikahan yang dingin, hubungan dengan orang tua yang penuh luka lama. Kita memang tidak bisa memerintahkan kebangkitan, tetapi kita melayani Allah yang biasa bekerja di tempat yang sudah dinyatakan selesai oleh semua orang. Doa Anda boleh lebih berani dari perhitungan Anda.

Soal uang dan tubuh, Paskah menyembuhkan dua kebohongan sekaligus. Jika tubuh Anda akan dibangkitkan, tubuh itu bukan sekadar bungkus yang akan dibuang, maka cara Anda memperlakukannya penting. Dan jika kekayaan terbesar Anda sudah disimpan di luar jangkauan maut, Anda bisa melepaskan genggaman pada hal-hal yang harus Anda tinggalkan.

Lalu di ruang paling sunyi, di sisi tempat tidur rumah sakit, atau di depan nisan yang masih baru, Paskah memberi kalimat yang bisa Anda pegang. Yesus berkata dalam Yohanes 11:25, "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati," dan Ia mengucapkannya di depan sebuah kubur, kepada seorang perempuan yang sedang berkabung, empat hari setelah segalanya terlambat. Yesus tidak menawarkan penjelasan tentang kebangkitan. Ia menawarkan diri-Nya sendiri.

Cermin

Mari saya tanya terus terang: Anda tinggal di balik pintu yang mana?

Ada pintu yang Anda tandai sendiri. Tandanya adalah catatan kebaikan Anda, pelayanan Anda, kehadiran Anda di gereja setiap minggu, fakta bahwa Anda tidak sejahat orang lain di kantor. Pintu itu terlihat meyakinkan dari luar. Masalahnya, ketika malam itu tiba, yang dicari bukan tanda buatan kita.

Mungkin Anda sudah bertahun-tahun merayakan Paskah tanpa pernah sekali pun masuk ke dalam rumah. Anda tahu ceritanya, Anda bisa menyanyikan lagunya, Anda mungkin yang mengatur jadwal ibadahnya. Tetapi di hati Anda masih ada neraca kecil yang terus Anda hitung: apakah saya sudah cukup baik untuk diterima? Setiap kali Anda menghitung, Anda sedang berdiri di jalan, bukan di dalam rumah.

Atau mungkin masalah Anda yang sebaliknya. Anda percaya darah itu cukup, tetapi Anda hidup seolah kubur masih tertutup. Anda membawa kekalahan yang sama selama sepuluh tahun dan sudah berdamai dengannya. Anda menyebut kemarahan itu "memang begitu sifat saya". Anda sudah berhenti berdoa untuk orang itu. Anda bangun pagi, pergi bekerja, membayar cicilan, dan tidak mengharapkan apa-apa lagi dari Allah selain Ia tidak mengganggu. Kalau Kristus bangkit, hidup Anda terlalu kecil untuk iman sebesar itu.

Dan kepada Anda yang sedang berduka, yang membaca ini dengan mata panas: Paskah tidak meminta Anda berhenti menangis. Yesus sendiri menangis di depan kubur Lazarus sebelum Ia memanggilnya keluar. Tetapi Paskah menolak membiarkan kesedihan Anda menjadi kata terakhir. Anda tidak sedang berjalan menuju perpisahan yang kekal. Anda sedang berjalan menuju reuni.

Pintu kubur itu dibuka dari dalam.

Dijelaskan untuk anak-anak

Anak-anak sering bertanya hal yang paling jujur: "Kenapa Yesus harus mati?" Jawaban yang baik tidak dimulai dari teori, melainkan dari gambar yang bisa mereka lihat. Ceritakan tentang malam di Mesir, tentang keluarga-keluarga yang memberi tanda pada pintu rumah mereka, dan tentang anak-anak yang tidur dengan aman bukan karena mereka anak baik, melainkan karena ada tanda pada pintu. Lalu katakan bahwa Yesus menjadi tanda itu bagi kita, dan bahwa pada hari Minggu pagi kubur-Nya kosong, sebab Ia terlalu hidup untuk ditahan oleh kematian.

Untuk anak yang masih kecil, biarkan dua kalimat ini cukup: Yesus mati menggantikan kita, dan Yesus hidup kembali. Jangan buru-buru menjelaskan semuanya. Anak-anak lebih dulu perlu merasa aman sebelum mereka bisa memahami penebusan.

Anak yang lebih besar biasanya mulai bertanya tentang keadilan: kenapa orang yang tidak bersalah yang dihukum? Itu pertanyaan yang bagus, bukan pemberontakan. Jawablah bahwa Yesus tidak dipaksa, melainkan memilih, karena Ia mengasihi kita.

Di Faith.network tersedia penjelasan Paskah yang disusun khusus untuk tiga kelompok usia: anak prasekolah tiga sampai enam tahun dengan cerita dan gambar sederhana, anak usia sekolah tujuh sampai dua belas tahun dengan alur cerita Alkitab yang lebih lengkap, dan remaja dua belas tahun ke atas yang mulai bergumul dengan pertanyaan sejarah dan keraguan. Pakailah versi yang sesuai, lalu biarkan anak Anda bertanya sebanyak yang ia mau.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa arti kata "Paskah" sebenarnya?

Kata Paskah dalam bahasa Indonesia berasal dari bentuk Yunani pascha, yang sendiri merupakan serapan dari kata Ibrani pesakh. Arti dasarnya adalah "melewati" atau "melompati", merujuk pada malam ketika Tuhan melewati rumah-rumah yang pintunya bertanda darah anak domba di Mesir. Jadi nama perayaan ini sebenarnya menggambarkan sebuah tindakan Allah, bukan sebuah musim atau tradisi budaya. Ketika kita mengucapkan kata Paskah, kita sedang menyebut anugerah: hukuman yang seharusnya singgah, tetapi lewat.

Mengapa Paskah orang Yahudi dan Paskah Kristen memakai kata yang sama?

Karena memang satu peristiwa yang sama, dalam dua babak. Bahasa Inggris memisahkan keduanya menjadi Passover dan Easter, sehingga banyak orang mengira keduanya tidak berhubungan. Bahasa Indonesia justru mempertahankan hubungan itu dengan satu kata. Perjanjian Baru sendiri menegaskannya lewat 1 Korintus 5:7, "Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus." Yesus disalibkan tepat pada musim Paskah Yahudi, dan itu bukan kebetulan melainkan penggenapan yang sudah dipersiapkan Allah selama berabad-abad.

Apa hubungan domba Paskah dengan Yesus Kristus?

Domba Paskah harus jantan, berumur setahun, dan tidak bercela; darahnya melindungi, dagingnya memberi kekuatan untuk perjalanan keluar dari perbudakan, dan tulangnya tidak boleh dipatahkan. Semua rincian itu menemukan padanannya dalam diri Yesus. Ia tidak berdosa, darah-Nya menaungi kita dari penghakiman, tubuh-Nya menjadi santapan rohani dalam perjamuan kudus, dan di kayu salib kaki-Nya tidak dipatahkan seperti kedua penjahat di sebelah-Nya. Yohanes Pembaptis merangkumnya dalam satu kalimat ketika menunjuk Yesus sebagai Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia.

Benarkah Paskah berasal dari perayaan dewi kesuburan?

Tuduhan itu biasanya bertumpu pada kemiripan nama Easter dengan nama sebuah dewi dalam catatan penulis abad kedelapan. Namun di sebagian besar bahasa dunia, termasuk bahasa Indonesia, nama perayaan ini justru berakar pada pesakh Ibrani, bukan pada nama dewi mana pun. Lebih penting lagi, penanggalan Paskah Kristen sejak awal dikaitkan dengan Paskah Yahudi, dan isinya sepenuhnya diambil dari Keluaran 12 serta kesaksian para Injil. Kemasan budaya memang bisa bercampur di sana-sini, tetapi inti perayaannya ditetapkan Allah sendiri.

Mengapa telur dan kelinci dikaitkan dengan Paskah?

Keduanya tidak muncul satu kali pun dalam Alkitab. Telur masuk sebagai lambang kehidupan baru dan juga karena pada masa puasa pra-Paskah telur termasuk makanan yang dipantang, sehingga dirayakan kembali pada hari Paskah; kelinci lahir dari cerita rakyat Eropa yang kemudian ikut terbawa arus perdagangan dan budaya populer. Tidak ada dosa dalam telur hias, tetapi ada bahaya nyata bila itu yang paling diingat anak-anak kita. Pakailah hikmat: biarkan simbolnya ada, pastikan ceritanya tetap tentang Anak Domba.

Apa bedanya Jumat Agung dan Paskah?

Jumat Agung memperingati kematian Yesus Kristus di kayu salib, sedangkan Minggu Paskah merayakan kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Keduanya tidak bisa dipisahkan, sebab salib tanpa kubur kosong hanyalah tragedi, dan kubur kosong tanpa salib tidak menjelaskan apa-apa tentang dosa kita. Dalam kerangka yang kita pakai di halaman ini, Jumat Agung adalah ambang pintu yang dilumuri darah dan Minggu Paskah adalah pintu kubur yang terguling. Satu karya penebusan, dirayakan dalam dua hari yang saling menjelaskan.

Bagaimana menghitung tiga hari tiga malam jika Yesus mati Jumat dan bangkit Minggu?

Orang Yahudi menghitung hari secara inklusif, artinya sebagian hari sudah dihitung sebagai satu hari penuh. Jumat sore sampai matahari terbenam dihitung satu, Sabtu dihitung dua, dan Minggu pagi dihitung tiga. Ungkapan "tiga hari tiga malam" dalam Matius 12:40 adalah idiom Ibrani untuk rentang waktu tersebut, bukan hitungan jam yang presisi. Karena itu seluruh Perjanjian Baru konsisten menyebut Yesus bangkit "pada hari yang ketiga", sebagaimana dikatakan dalam Lukas 24:6-7, tanpa merasa ada pertentangan.

Apakah kebangkitan Yesus benar-benar terjadi secara fisik?

Ya, dan Alkitab sangat berhati-hati menegaskannya. Malaikat mengundang para perempuan melihat tempat jasad itu pernah terbaring, yang berarti ada ruang kosong yang bisa diperiksa. Yesus yang bangkit menunjukkan bekas paku, makan bersama murid-murid, dan menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saksi sekaligus. Para murid yang tadinya bersembunyi di balik pintu terkunci berubah menjadi orang-orang yang rela mati karena kesaksian mereka. Iman Kristen tidak bertumpu pada perasaan hangat tentang Yesus, melainkan pada kubur yang terbukti kosong.

Mengapa Paskah jatuh pada tanggal yang berbeda setiap tahun?

Karena penanggalannya mengikuti kalender bulan, seperti Paskah Yahudi. Sejak Konsili Nicea, gereja menetapkan Paskah dirayakan pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama yang jatuh pada atau sesudah titik musim semi. Akibatnya tanggalnya bergeser antara akhir Maret hingga akhir April pada kalender umum. Gereja-gereja Ortodoks memakai perhitungan kalender yang sedikit berbeda, sehingga kadang merayakannya pada minggu yang lain. Perbedaan tanggal ini tidak menyentuh inti imannya sama sekali.

Apakah orang Kristen wajib merayakan Paskah?

Perjanjian Baru tidak memberi perintah untuk merayakan hari tertentu, dan Roma 14 justru meminta kita saling menghormati dalam soal hari-hari khusus. Namun merayakan Paskah adalah kesempatan yang sangat berharga untuk mengarahkan hati keluarga dan jemaat pada pusat iman kita. Yang Alkitab tegaskan sebagai keharusan bukan perayaannya, melainkan kepercayaan pada peristiwanya. Siapa pun yang hidup dari karya Kristus sebenarnya merayakan Paskah setiap hari, dan perjamuan kudus setiap bulan pun merupakan perayaan kecil atas hal yang sama.

Apa arti "yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal"?

Ungkapan dalam 1 Korintus 15:20 itu meminjam gambaran panen. Buah sulung adalah hasil pertama yang dibawa ke hadapan Tuhan, sekaligus jaminan bahwa panen besar sedang mengikuti. Dengan menyebut Kristus sebagai yang sulung, Paulus menegaskan bahwa kebangkitan-Nya bukan peristiwa tunggal yang terisolasi, melainkan permulaan dari sesuatu yang akan terjadi pada semua orang yang menjadi milik-Nya. Kebangkitan Anda bukan harapan samar; kebangkitan Anda sudah dimulai dalam diri Yesus pada Minggu pagi itu.

Bagaimana Paskah menolong saya saat berduka?

Paskah tidak meminta Anda berpura-pura kuat. Yesus menangis di depan kubur sahabat-Nya sebelum membangkitkannya, jadi air mata Anda ada di dalam cerita ini, bukan di luarnya. Yang Paskah berikan adalah arah: kematian orang yang Anda kasihi dalam Kristus bukan titik, melainkan koma. Yohanes 11:25 mencatat janji Yesus, "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati." Perhatikan bahwa Ia tidak berkata Ia memberi kebangkitan, melainkan bahwa Ia sendirilah kebangkitan itu.

Sebagai penutup

Dua ambang pintu, satu Juruselamat. Di Mesir, Allah mengajar umat-Nya bahwa keselamatan datang dari luar diri mereka, berupa darah yang ditaruh pada pintu. Di Yerusalem, Ia menyingkapkan siapa yang selama ini menjadi isi dari lambang itu, dan Ia membuka pintu kubur bukan untuk memasukkan Yesus kembali, melainkan untuk memperlihatkan bahwa tempat itu sudah kosong. Bahasa kita benar ketika memakai satu kata untuk keduanya, sebab memang tidak ada dua Paskah. Ada satu Anak Domba yang disembelih dan bangkit.

Kalau Anda ingin melanjutkan, bacalah Keluaran 12 dan Yohanes 19 secara berurutan dalam satu duduk, lalu akhiri dengan 1 Korintus 15. Anda akan melihat sendiri bagaimana ketiganya saling mengunci. Dan sebelum menutup Alkitab, berhentilah sejenak untuk bertanya dengan jujur di hadapan Tuhan: apakah saya sudah masuk ke dalam rumah, atau masih berdiri di jalan sambil mengagumi pintunya? Paskah selalu menjadi undangan, dan pintu itu masih terbuka hari ini.

Bagikan halaman ini

Bantu sebarkan Injil. Kirim penjelasan ini kepada seseorang yang dapat dikuatkan olehnya.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter
Ayat harian

Bacaan dan renungan di kotak masuk Anda setiap pagi

Setiap pagi Anda menerima bacaan Alkitab dengan renungan singkat untuk mengawali hari Anda. Sudah 6.350 orang membaca bersama.

Anda akan menerima email konfirmasi terlebih dahulu. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja dengan satu klik.

7.143
Bagian Alkitab yang dibuka bersama
Sudah 157 renungan baru minggu ini

Dinding perenungan

Apa yang menyentuh Anda dalam Kitab Suci? Apa yang bisa kami doakan? Apa yang bisa kita syukuri kepada Tuhan?

Wawasan Editorial pada DANIEL 3:2

Perhatikan daftar panjang itu: wakil raja, penguasa daerah, bupati, penasihat, bendahara, hakim, ahli hukum, "dan semua pejabat daerah". Seluruh tangga…

Doa Editorial pada 2 PETRUS 2:4

Bapa, kalau para malaikat pun tidak Kaulewatkan begitu saja, siapalah aku untuk bermain main dengan dosa. Tolong aku serius menjaga…

Wawasan Editorial pada YESAYA 24:1

Lihatlah, TUHAN mengosongkan bumi dan membuatnya tandus, Dia akan membalikkan permukaannya dan menyerakkan penduduknya." (Yesaya 24:1) Yang dibalik bukan hanya…

Syukur Editorial pada AMSAL 26:26

Terima kasih, Tuhan, karena tidak ada kebencian yang bisa bersembunyi selamanya di balik tipu daya. Engkau menyingkapkan apa yang tersembunyi…

Wawasan Editorial pada KISAH PARA RASUL 7:13

Pada kunjungan kedua, Yusuf memperkenalkan diri kepada saudara-saudaranya." Kunjungan pertama mereka tidak mengenalinya. Butuh waktu kedua sebelum mata mereka terbuka.…

Doa Editorial pada YEHEZKIEL 22:28

Tuhan, jaga hatiku dari kata kata manis yang hanya menutupi retak tanpa memperbaikinya. Aku tidak mau hidup dari janji palsu,…

Penafian: Faith.network menggunakan model bahasa otomatis untuk menyusun studi Alkitab dan renungan. Seluruh isi dihasilkan dari teks Alkitab itu sendiri dan diperiksa setiap hari oleh kontrol mutu otomatis yang independen: sampel acak dari setiap situs bahasa dinilai berdasarkan kesetiaan pada Kitab Suci, kutipan Alkitab yang harfiah, bahasa dan kejelasan, serta hasilnya dipublikasikan tanpa disunting. Meskipun demikian, tidak ada penjelasan yang tanpa cela dan kesalahan tetap dapat terjadi. Tidak ada yang di platform ini yang merupakan nasihat profesional, dan tidak ada hak yang dapat diturunkan dari isinya. Selalu uji apa yang Anda baca dengan Alkitab itu sendiri, dan gunakan Faith.network sebagai pelengkap, bukan pengganti, studi Alkitab pribadi, doa, dan kehidupan jemaat lokal Anda. Sanggahan lengkap dan Ketentuan Penggunaan kami berlaku. Lihat pemeriksaan mutu harian kami

© 2026 Faith.Network. Hak cipta dilindungi.

Faith.network adalah pelayanan dari Faith.network · KvK 84972599 · connect@faith.network

Terwujud berkat para mitra kami
Perusahaan?