Ishak, Anak Abraham: Sumur-Sumur yang Digali Ulang dan Berkat yang Tertukar
Ishak (יִצְחָק, H3327) adalah anak Abraham, seorang yang hidup pada zaman para bapa leluhur. Ibunya Sara, istrinya Ribka, dan anak-anaknya Esau serta Yakub. Menurut Ussher, Annals of the World (1650), ia lahir 1896 SM dan wafat 1716 SM (180 tahun). Namanya muncul pertama kali di Genesis 17:19 dan terakhir dalam James, tersebar dalam 123 ayat dan 52 perikop, dengan bobot terbesar di Genesis (74 ayat), lalu Exodus (9 ayat) dan Deuteronomy (7 ayat). Sebagian besar kisahnya karena itu ada di satu kitab saja, sementara di kitab-kitab lain namanya muncul sebagai penyebutan singkat.
Lahir, dinamai, disunat
Awal hidupnya dicatat dengan tenang dan padat: “Abraham menamakan anak yang lahir baginya itu Ishak, yaitu anak yang telah dilahirkan oleh Sara baginya. Lalu, Abraham menyunat Ishak, anak laki-lakinya itu, ketika berumur 8 hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya. Abraham berumur 100 tahun ketika Ishak lahir” (Genesis 21:3-5). Dua perikop pendek lain memuat namanya bersama Abraham, yaitu Genesis 22:2-3 dan Genesis 22:6-7; teksnya tidak tersedia di hadapan kita di sini, maka kita hanya menunjuk rujukannya tanpa menceritakan isinya.
Petang di ladang, dan doa bagi Ribka
“Adapun Ishak telah kembali dari perjalanan ke sumur Lahai-Roi dan tinggal di tanah selatan. Pada suatu petang, dia berjalan-jalan ke ladang untuk menyendiri. Ketika dia melayangkan pandangannya, lihatlah, ada unta-unta yang sedang datang. Ribka juga melayangkan pandangannya dan melihat Ishak, lalu dia turun dari untanya” (Genesis 24:62-64). Kelanjutan perjumpaan itu dicatat di Genesis 24:66-67.
Catatan keturunannya menyebut umur dan asal istrinya: “Ishak berumur 40 tahun ketika dia mengambil Ribka; anak perempuan Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, dan adik perempuan Laban, orang Aram itu menjadi istrinya. Ishak berdoa kepada TUHAN bagi istrinya karena istrinya itu mandul, dan TUHAN mendengar doa Ishak sehingga Ribka mengandung” (Genesis 25:19-21). Doa itu satu kalimat saja dalam teks, tetapi di situlah keturunan yang dijanjikan bergantung. Perikop lain yang menyebutnya dalam urusan warisan dan rumah tangga adalah Genesis 25:5-6 dan Genesis 28:5-6.
Digusur, lalu menggali ulang sumur ayahnya
Di Gerar, Ishak menjadi pihak yang disuruh menyingkir: “Kemudian, Abimelekh berkata kepada Ishak, ‘Pergilah dari kami sebab kamu menjadi lebih kuat daripada kami.’ Lalu, Ishak pergi dari sana. Dia mendirikan tenda di Lembah Gerar dan tinggal di sana. Kemudian, Ishak kembali menggali sumur-sumur yang digali pada zaman Abraham, ayahnya, yang telah ditutup oleh orang Filistin setelah kematian Abraham. Ishak memberikan nama yang sama kepada sumur-sumur itu, sebagaimana Abraham menamakannya dahulu” (Genesis 26:16-19).
Ketika hamba-hambanya menemukan mata air yang alirannya berlimpah-limpah, para penggembala Gerar bertengkar dengan mereka dan berkata, “Air itu adalah milik kami!” Maka “Ishak menamakan sumur itu Esek sebab di sana orang-orang bertengkar dengannya” (Genesis 26:20). Ia tidak membuka jalan baru, melainkan membuka kembali yang lama dan memakai nama-nama lama. Perikop Genesis 26:8-9 dan Genesis 26:31-32 juga termasuk bagian hidupnya di wilayah itu.
Berkat yang tertukar
Adegan paling getir terjadi di dalam tendanya sendiri. “Ishak berkata kepada anaknya, ‘Bagaimana kamu bisa mendapatkannya secepat itu, Anakku?’ Yakub menjawab, ‘Karena TUHAN, Allahmu, yang membuatku berhasil.’ Kemudian, Ishak berkata kepada Yakub, ‘Mendekatlah supaya aku dapat merabamu, Anakku, supaya aku tahu apakah kamu benar-benar anakku, Esau, atau bukan.’ Lalu, Yakub mendekat kepada Ishak, ayahnya, dan Ishak merabanya, lalu berkata, ‘Suaranya suara Yakub, tetapi tangannya adalah tangan Esau’” (Genesis 27:20-22).
Kegagalan di sini tidak perlu diperhalus. Yakub berdusta kepada ayahnya dan menyeret nama TUHAN ke dalam dustanya. Ishak sendiri sudah curiga: ia bertanya, ia meraba, ia mendengar ketidakcocokan antara suara dan tangan, namun ia tetap melanjutkan. Ayat-ayat yang dikutip berhenti pada kesaksian telinga yang benar dan tangan yang tertipu; kelanjutan pertemuan itu dicatat di Genesis 27:32-33.
Akhir hidup
“Lalu, Yakub datang kepada Ishak, ayahnya, di Mamre, di Kiryat-Arba, yaitu Hebron. Di sinilah Abraham dan Ishak tinggal sementara. Umur Ishak adalah 180 tahun. Kemudian, hidup Ishak berakhir dan dia pun mati. Dia dikumpulkan kepada kaumnya, menjadi tua, dan genap hari-harinya. Anak-anaknya, Esau dan Yakub, yang menguburkannya” (Genesis 35:27-29). Kedua anak yang dipisahkan oleh peristiwa berkat itu berdiri bersama di penguburan ayah mereka.
Yang tidak kita ketahui
Selebihnya nama Ishak muncul sebagai penyebutan singkat yang teksnya tidak dikutip di sini, sehingga isinya tidak kita ceritakan: Exodus 2:24; 3:6; 3:15-16; 4:5; Deuteronomy 1:8; 6:10; 9:5; 9:27; 29:13; 30:20; 34:4; Joshua 24:3-4; Genesis 48:15-16; 1 Chronicles 1:28; 1:34; 16:16; 29:18; 1 Kings 18:36; 2 Kings 13:23; 2 Chronicles 30:6; Amos 7:9; 7:16. Karena itu banyak hal tetap tertutup bagi kita: apa yang ia renungkan di ladang pada petang itu, apa yang ia katakan dalam dua perikop di Genesis 22, dan bagaimana persengketaan sumur di Gerar berakhir. Teks tidak menjelaskannya, dan kita tidak menambahkannya.
Garis ke Kristus
Rujukan yang menyebut Ishak dalam kitab-kitab sesudah para nabi adalah ini, dan hanya inilah yang boleh kita tunjuk: Matthew 1:2; Matthew 8:11; Matthew 22:32; Mark 12:26; Luke 3:34; Luke 13:28; Luke 20:37; Acts 3:13; Acts 7:8; Acts 7:32; Romans 9:7; Romans 9:10; Galatians 4:28; Hebrews 11:9; Hebrews 11:17-18; Hebrews 11:20; James 2:21. Nama anak Abraham ini berdiri di dalam daftar Matthew 1:2 dan Luke 3:34, dan penyebutan terakhirnya ada di James. Bacalah ayat-ayat itu sendiri; di sanalah garis itu ditarik, bukan oleh kita.
