Israel, Anak Isaac: Satu Nama untuk Seorang Bapa dan Sebuah Bangsa
Siapa Israel dan Kapan Ia Hidup
Israel, יִשְׂרָאֵל, adalah seorang laki-laki dari zaman para bapa leluhur, anak Isaac. Menurut kronologi yang dipakai di sini, ia hidup sekitar 1996 SM sampai 1635 SM (era menurut kronologi Ussher, 1650). Data keluarga yang terkumpul menyebut orang tuanya, Isaac dan Rebekah, serta saudaranya, Esau. Sebagai pasangan tercatat Rachel, Leah, Zilpah dan Bilhah. Sebagai anak tercatat Reuben, Simeon, Levi, Judah, Dan, Naphtali, Gad, Asher, Issachar, Zebulun, Dinah, Joseph dan Benjamin. Penyebutan namanya yang pertama ada di Genesis 25:26.
Satu Nama, Dua Hal yang Berbeda
Jejak nama ini luar biasa lebar. Ia mulai di Genesis 25:26 dan masih terdengar di Revelation. Kitab-kitab yang paling sering memuatnya adalah Numbers, Genesis, 1 Kings, Ezekiel dan Exodus.
Di sinilah kejujuran dituntut. Nama Israel juga menjadi nama sebuah umat, sebuah suku dan sebuah negeri. Karena itu sebagian besar tempat di mana nama ini muncul sama sekali tidak berbicara tentang pribadi anak Isaac itu. Banyaknya ayat bukanlah banyaknya adegan hidup seorang bapa leluhur. Pembaca yang berpengalaman perlu menahan diri sebelum menarik satu ayat tentang bangsa itu ke atas pundak satu orang.
Perikop Panjang di Judges dan 1 Samuel
Perikop-perikop terpanjang yang terkumpul di bawah nama ini berbicara tentang umat, bukan tentang pribadi. Di Judges 20:17-27 orang Israel dihitung, "tidak termasuk suku Benyamin, yaitu empat ratus ribu orang bersenjatakan pedang, yang masing-masing orang adalah prajurit." Mereka maju ke Betel dan bertanya kepada Allah siapa yang harus maju lebih dahulu, dan TUHAN berkata, "Suku Yehuda terlebih dahulu." Hasil hari itu pahit: "Kemudian, orang-orang Benyamin maju dari Gibea dan membinasakan dua puluh dua ribu orang Israel ke tanah pada hari itu." Dalam Judges 20:29-36 mereka mengubah siasat, menempatkan pengadang-pengadang di sekeliling Gibea, memancing lawan keluar, lalu mengatur barisan di Baal-Tamar.
Di 1 Samuel 7:2-11 tabut tinggal di Kiryat-Yearim "dalam waktu yang cukup lama, sekitar 20 tahun," dan seluruh bangsa itu meratap kepada TUHAN. Samuel berkata, "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hatimu, singkirkanlah ilah-ilah asing dan Asytoret dari tengah-tengah kamu." Mereka menyingkirkan para Baal dan Asytoret, berkumpul di Mizpa, berpuasa, dan mengaku, "Kami berdosa kepada TUHAN." Samuel pun menjadi hakim atas orang Israel di Mizpa.
Raja Israel di Ramot-Gilead
Kemudian nama itu menempel pada sebuah kerajaan. Dalam 1 Kings 22:1-6 dan 1 Kings 22:29-34, dengan paralelnya di 2 Chronicles 18:28-34, raja Israel dan Yosafat, raja Yehuda, maju ke Ramot-Gilead. Raja Israel berkata, "Aku akan menyamar dan masuk ke dalam pertempuran. Namun engkau, pakailah pakaian kebesaranmu." Raja Aram memerintahkan panglima pasukan keretanya, "Janganlah berperang melawan yang kecil ataupun yang besar, tetapi lawan saja raja Israel." Mereka salah sasaran, "tetapi Yosafat berseru dan TUHAN menolongnya."
Kegagalan yang Tidak Disembunyikan
Tidak ada satu pun adegan di sini yang menceritakan dosa pribadi anak Isaac itu; Genesis 25:26-31 hanya tercatat sebagai rujukan, tanpa kutipan. Yang terbuka lebar justru kegagalan umat yang memakai namanya, dan teksnya sendiri tidak memperhalusnya.
2 Kings 14:23-29 menyebut Yerobeam, anak Yoas, raja Israel di Samaria: "Dia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan tidak menjauh dari segala dosa Yerobeam, anak Nebat, yang menyebabkan Israel berdosa." Namun di tengah kejahatan itu ada belas kasihan. TUHAN melihat betapa pahitnya kesengsaraan orang Israel karena tidak ada penolong bagi mereka, dan Dia menolong dengan perantaraan Yerobeam, anak Yoas, sesuai firman-Nya melalui Nabi Yunus, anak Amitai, dari Gat-Hefer, sehingga wilayah itu dipulihkan dari jalan masuk Hamat sampai ke Laut Araba.
Akhir yang jauh lebih gelap dicatat di 2 Kings 17:18-24: "Oleh sebab itu, TUHAN sangat murka kepada bangsa Israel sehingga menjauhkan mereka dari hadapan-Nya, tidak ada yang tertinggal kecuali suku Yehuda." Bahkan Yehuda pun "tidak berpegang kepada perintah TUHAN, Allah mereka dan hidup dengan kebiasaan yang dilakukan oleh orang Israel." Kerajaan itu dikoyakkan dari keluarga Daud, Yerobeam menyimpang, dan umat itu "hidup sesuai dengan segala dosa yang dilakukan oleh Yerobeam dan tidak menjauh dari itu." Siapa pun yang membanggakan nama ini harus membaca ayat tersebut sampai selesai.
Yang Tidak Kita Ketahui
Dari bahan yang ada di sini, kita tidak diberi kisah kelahiran, panggilan, perjalanan, pergumulan atau kematian pribadi bernama Israel itu. Bagaimana ia menerima nama tersebut, bagaimana hubungannya dengan Esau berjalan, bagaimana keempat perempuan dan ketiga belas anak itu masuk ke dalam hidupnya, semua itu tidak dikutip di sini, dan tidak akan saya karang dari ingatan. Yang kita pegang adalah rujukan pertamanya di Genesis 25:26 dan daftar keluarganya.
Garis yang Berlanjut ke Matthew, Luke, Acts dan Revelation
Nama ini terbawa jauh melampaui zaman para bapa leluhur. Ia muncul dalam Matthew 1:2 dan Luke 3:34, dalam Acts 7:8, Acts 7:12 dan Acts 7:14-15, dalam Acts 13:16-17 dan Acts 13:23-24, dalam Hebrews 11:9 dan Hebrews 11:20-22, dalam Romans 9:4, Romans 9:6, Romans 11:1-2 dan Romans 11:25-26, dalam Matthew 8:10-11 dan Matthew 19:28, dalam Luke 1:33, Luke 1:54, Luke 1:68 dan Luke 2:32, dalam John 1:47 dan John 1:49, dalam Hebrews 8:8 dan Hebrews 8:10, lalu dalam Revelation 7:4 dan Revelation 21:12. Teks ayat-ayat itu tidak dikutip dalam bahan ini, maka saya hanya menunjuk dan tidak menceritakannya. Bacalah sendiri rangkaian tersebut: dari seorang bapa yang namanya disebut pertama kali di Genesis 25:26, sampai ke gerbang-gerbang kota di Revelation 21:12.
